564 pebulu tangkis berlaga di Kejurprov Sulawesi Barat 2019

Bayu Kuncahyo

Sebanyak 564 pebulu tangkis bakal berlaga dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sulawesi Barat 2019 di Gedung Olahraga (GOR) Richest Sport Center, Mamuju, 18-23 November.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulawesi Barat Muhammad Hamzih, di Mamuju, Selasa mengatakan kejuaraan tersebut bakal memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Barat dan uang tunai total Rp53 juta.

"Kejurprov Sulawesi Barat 2019 ini berlangsung selama enam hari," kata Muhammad Hamzih.

Menurut dia, kejuaraan tersebut bakal mempertandingkan empat nomor, yakni kelas ganda putra open yang diikuti 52 pasangan atau 104 orang, nomor tunggal taruna putri yang diikuti 17 pebulu tangkis, tunggal taruna putra diikuti 19 peserta dan beregu putra lokal Kabupaten Mamuju yang diikuti 53 tim atau 424 Orang.

"Anggaran yang digunakan seluruh kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provisi Sulawesi Barat," kata Muhammad Hamzih menambahkan.

Sementara, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar berharap agar kegiatan dalam mencari bibit-bibit pebulu tangkis itu dapat berjalan dengan lancar.

"Ini merupakan program berkelanjutan yang bertujuan agar bulu tangkis Sulawesi Barat dapat lebih maju dan berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional di masa yang akan datang," ujar Ali Baal Masdar.

"Harapan kita, harus terus bermimpi, Sulawesi Barat bisa terus berprestasi dan atlet kita bisa dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa dan daerah. Tentunya, pembinaan ini tidak lepas dari organisasi serta sponsor yang terus berkesinambungan," katanya menambahkan.

Gubernur juga menyampaikan bahwa dinamika pertandingan menang dan kalah, merupakan hal wajar sekaligus sebagai tolak ukur peningkatan dan pengembangan kemajuan bagi para atlet khususnya bagi cabang olahraga bulu tangkis.

"Insya Allah, olahraga kita di Sulawesi Barat bisa lebih baik lagi ke depan," kata Ali Baal Masdar.