583 sumur resapan dibangun di Pasar Induk Cipinang guna cegah genangan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sebanyak 583 sumur resapan untuk mengantisipasi genangan air di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan sumur resapan itu merupakan salah satu dari proses revitalisasi Pasar Induk Beras Cipinang.

Baca juga: Kemarin, Titimangsa gelar "Sudamala" hingga vivo X80 Pro+ akan dirilis

"Prinsipnya zero run off artinya kalau ada air di luar sini maka Pasar Induk bisa dibilang kami tidak menyumbang air keluar," kata Anies Baswedan di Jakarta, Kamis.

Anies menambahkan dengan pembuatan sumur resapan tersebut membuat air hujan yang jatuh di komplek Pasar Induk Beras Cipinang tidak dialirkan ke gorong-gorong yang berada di luar.

Sehingga hal tersebut tidak membuat kawasan sekitar pasar terendam banjir akibat limpahan air dari Pasar Induk Beras Cipinang.

"Artinya air hujan yang jatuh di dalam komplek ini tidak dialirkan ke gorong-gorong di luar. Tapi disiapkan sumur resapan," ujar Anies.

Baca juga: Mural Gemah Ripah Loh Jinawi percantik Pasar Induk Beras Cipinang

Anies mengatakan revitalisasi Pasar Induk Beras Cipinang juga menyediakan tempat untuk para pekerja buruh di pasar induk tersebut beristirahat.

"Bisa lihat di sini, ada sebuah lokasi yang dibangun untuk para pekerja buruh di pasar induk ini. Sehingga mereka lebih punya tempat tinggal yang lebih layak, dan yang tempat tinggal yang seperti nyaman dibandingkan sebelumnya," tutur Anies.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemprov DKI fokus melakukan peremajaan terhadap sejumlah pasar tradisional di Jakarta.

"Kami ingin mempertahankan kehidupan pasar tradisional sambil menghadirkan kebersihan, kerapian, ketertiban. Sehingga menguatkan fungsi pasar di mana ada kegiatan bertemu penjual-pembeli," ucap Anies.

Baca juga: Food Station pastikan pasokan beras berkelanjutan di DKI