6,911 Tenaga Kesehatan Kota Bandung Sudah Divaksin COVID-19

Daurina Lestari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat sebanyak 6,911 tenaga kesehatan dinyatakan sudah disuntik vaksin COVID-19 Sinovac tahap 1 sejak 14 Januari 2021. Jumlah itu mencapai hampir 90 persen tenaga kesehatan yang sudah terdaftar menerima vaksin.

“Sudah mencapai sekitar 84,69 persen SDM kesehatan yang telah divaksinasi sesuai dengan data yang ada pada sistem terkait dengan penerima vaksin yang harus disuntik," kata Kepala Dinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanegara, Senin 25 Januari 2021.

Dia membeberkan berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Data Manusia Kesehatan (SISDMK) Kota Bandung, sebanyak 25.000 SDM kesehatan dinyatakan menjadi penerima vaksin.

Ahyani mengungkapkan, pihaknya masih mendapat kendala untuk suksesi vaksinasi COVID-19, yaitu adanya perubahan kebijakan Kementerian Kesehatan RI dengan pendaftaran penerima vaksin. "Perubahan-perubahan kebijakan itu berdampak kepada manajemen Dinkes dalam mengelola pemberian vaksin kepada para penerimanya, dan juga memengaruhi proses redistribusi vaksin,” ujarnya.

Baca juga: Update COVID-19 Indonesia: Jumlah Sembuh Tambah 10.678 Pasien

Kendala itu adalah setiap orang yang mendaftarkan dirinya melalui sistem SISDMK, akan dilakukan verifikasi data oleh Kemenkes RI. Kemudian calon setiap penerima vaksin akan dapat SMS terkait proses pendaftaran yang telah dilakukan.

Setelah itu, penerima vaksin akan menerima sms lanjutan terkait untuk pemilihan Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan waktu vaksin. Namun, setelah 4 hari vaksinasi berjalan, kebijakan berubah.

Kemenkes akan memberikan e-tiket kepada pendaftar yang ada di SISDMK. “E tiket ini yang nantinya akan diberikan kepada Dinkes sebagai bahan acuan kami untuk lakukan redistribusi kepada Faskes yang ada di Kota Bandung," katanya.

"Hal ini juga termasuk ke dalam logistik vaksin. Skema ini mengubah sistem pendaftarannya. Dulu calon penerima vaksin bisa memilih faskes sendiri, tetapi sekarang diatur oleh Dinkes,” tambahnya.

Sedangkan untuk ketersediaan vaksin, Ahyani memastikan dalam kondisi cukup. “Sesuai dengan data awal, kita menerima 25.000 vaksin untuk dosis pertama, dan 25.000 vaksin untuk dosis kedua. Dosis kedua akan diberikan dua minggu setelah melakukan penyuntikan dosis pertama vaksin," terangnya.