6 Aksi Kecil tapi Berdampak Nyata dalam Mengurangi Sampah Makanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masalah sampah, termasuk sampah makanan, masih jadi tantangan yang harus dijawab tuntas demi mengurangi dampak lingkungan. Problem ini butuh upaya kolektif dalam penyelesaiannya.

Ya, Anda punya andil dalam mengurangi volume limbah makanan. Menurut Komunitas Surplus dalam keterangannya pada Liputan6.com, baru-baru ini, setidaknya ada enam aksi kecil tapi berdampak nyata dalam mengurangi sampah makanan.

Pertama, belanja seperlunya. Tidak perlu menyimpan stok makanan terlalu berlebihan yang berisiko terbuang karena rusak atau busuk. Kemudian, memasak sesuai porsi keluarga di rumah.

Ketiga, mengambil makanan ke piring sesuai porsi masing-masing dan selalu menghabiskannya. Praktik ini juga bisa dibarengi dengan mindful eating yang dipercaya meningkatkan kesehatan pencernaan.

Lalu, tahu cara menyimpan makanan yang benar agar tahan lama dan tidak mudah basi. Sebagai catatan, tidak semua bahan makanan harus masuk kulkas. Beberapa di antaranya justru akan lebih tahan lama jika disimpan dalam suhu ruang.

Kelima, pintar berkreasi dengan sisa makanan agar bisa dikonsumsi sampai habis. Lagi-lagi, ini dilakukan agar tidak ada makanan sisa yang dibuang. Terakhir, berbagi makanan berlebih, entah ke keluarga maupun tetangga.

Kenalan dengan Komunitas Surplus

Ilustrasi makanan. (dok. Pixabay.com/rawpixel)
Ilustrasi makanan. (dok. Pixabay.com/rawpixel)

Berdiri sejak Februari 2020, Komunitas Surplus bermaksud menginformasi dan edukasi pada masyarakat mengenai isu lingkungan. Juga, jadi wadah diskusi dan aksi dalam mewujudkan kehidupan yang selaras dengan lingkungan.

Komunitas ini diinisiasi di bawah Surplus Indonesia (PT. Ekonomi Sirkular Indonesia), start-up pengembang aplikasi Surplus. Itu merupakan platform untuk "menyelamatkan makanan berlebih yang belum terjual dari toko makanan sebelum waktu tutup dengan diskon minimal 50 persen."

Tujuannya mengurangi angka sampah makanan di Indonesia sebanyak 20 persen hingga tahun 2030. Itu dilakukan dengan mendukung Sustainable Development Goals no. 2 Zero Hunger, no.12 Responsible Consumption and Production, serta no.13 Climate Action.

Rangkaian Agenda Komunitas

Ilustrasi makanan (Sumber: Pixabay/Pexels)
Ilustrasi makanan (Sumber: Pixabay/Pexels)

Komunitas Surplus saat ini bernaung di bawah Yayasan Surplus Peduli Pangan. Pihaknya berharap dapat menarik pemangku kepentingan, seperti lembaga swasta, pemerintah, pendidikan, pelaku usaha, dan instansi lain untuk berkolaborasi mewujudkan kehidupan yang selaras dengan lingkungan, serta menghargai pangan.

Mereka pun berkegiatan online maupun offline. Agenda virtualnya meliputi webinar, kelas online, dan kampanye media sosial. Sementara offline event-nya termasuk Sunday Zero Food Waste berupa kampanye di car free day, Surplus Berbagi, dan pelatihan pencegahan sampah makanan. Dokumentasi-dokumentasi kegiatan dapat dilihat di akun media sosial mereka.

Secara umum, kegiatan utama Komunitas Surplus mencakup pendidikan sadar pangan, pemberdayaan komunitas dan pelaku usaha, konsultasi penelitian di bidang pelestarian lingkungan hidup dan sampah makanan, donasi dalam rangka penyelamatan makanan, serta melestarikan lingkungan hidup.

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel