6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Iip Afifullah

Dewasa ini, budaya pamer dari para pesohor seolah sudah menjadi tren yang (anehnya) banyak ditiru masyarakat biasa. Menunjukkan barang-barang mewah dan mahal sekaligus jumlah nominal harta di hadapan publik mereka lakukan dengan rasa bangga dan bahagia. Ketika banyak orang mengagumi dan mengatakannya ‘hebat’, mereka seolah sudah mencapai kebahagiaan tertinggi dalam hidup.

Eits, jangan tergerak untuk meniru polahnya ya, karena alasan-alasan berikut ini menunjukkan bahwa budaya pamer tak baik bagi kesehatan mentalmu.

1. Budaya pamer itu artinya butuh pengakuan, berarti dia kaya kaleng-kaleng

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Orang yang sering pamer baik di dunia nyata atau media maya artinya dia memang butuh pengakuan dari orang lain. Orang yang butuh pengakuan mengenai kelebihan hartanya biasanya bukan merupakan orang kaya betulan. Boleh jadi ia hanya memiliki beberapa harta yang keseluruhannya dipamerkan dengan harapan orang akan menyanjung kehebatannya.

2. Mengundang orang lain berbuat kejahatan

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Ingat, orang jahat biasanya terlahir dari orang baik yang punya ‘kesempatan’ berbuat kejahatan. Dengan adanya orang pamer di depan publik, maka akan membuka peluang dan kesempatan orang jahat untuk melancarkan aksinya. Untuk mengantisipasinya, jangan buka peluang orang jahat menggencarkan perbuatannya dengan tidak melakukan budaya pamer.

3. Kebahagiaanmu semu dan sementara

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Memang ada segelintir orang yang akan mendapatkan kebahagiaan terbesar dalam hidup saat banyak orang menyanjung kemewahannya. Mereka sama sekali tak menyadari bahwa kebahagiaan yang mereka rasakan sifatnya semu dan sementara.

Boleh jadi kamu bahagia hari ini dan beberapa bulan ke depan, namun di tahun-tahun berikutnya bisa jadi juga kamu akan merasa sedih berkepanjangan saat hartamu habis tak berkah.

4. Lihat dan contoh orang-orang sukses yang kaya raya namun rendah hati dan hidup sederhana

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Oh tentu saja, sudah banyak contoh orang-orang yang beneran kaya dan sukses yang hidupnya sederhana dalam berbagai aspek. Bukan hanya kaya harta, namun juga kaya hati karena mereka selalu menggunakan hartanya untuk kebaikan dan bukan malah dipamerkan. Lah, kamu yang punya harta masih ‘seuprit’ masa masih bangga pamer-pamerin semuanya di hadapan publik? Malu ih!

5. Jangan beralasan ‘untuk menginspirasi orang lain’ karena sama sekali tak ada hubungannya

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Ada beberapa orang yang beralasan bahwa sifat pamer yang mereka lakukan didasarkan dengan tujuan agar menginspirasi banyak orang. Padahal tak selalu benar, memberikan inspirasi kepada banyak orang dengan cara pamer hanya merupakan pembenaran semata atas perilaku mereka. Ada banyak jalan menuju Roma, ada banyak cara juga memberikan inspirasi selain melakukan budaya pamer yang sama sekali tak ada faedahnya.

6. Saat kamu ditakdirkan tak berumur panjang, hartamu tidak kamu bawa ke alam kubur

6 Alasan Budaya Pamer Gak Perlu Kamu Terapkan dalam Hidup, Norak!

Hey ingat, usia kamu ada batasnya dan tidak mungkin kamu akan selamanya hidup di dunia dengan terus-terusan pamer harta. Saat kamu meninggalkan dunia, harta-harta yang kamu banggakan dan pamerkan tentu saja tak akan kamu bawa ke alam kubur.

Berbeda halnya jika harta yang kamu miliki disedekahkan, maka kebaikannya akan kamu bawa serta sebagai bekal amalan di akhirat.

Yah, kamu tentu sudah tahu dan paham bagaimana kualitas hidup orang yang sering pamer jika dibandingkan dengan orang yang hidup sederhana. Jadi, hempaskan budaya pamer dan jangan sekali-kali tergiur mengikuti tren dari para pesohor yang tak ada manfaatnya, ya?