6 Anggota Geng Motor di Garut Edarkan Sabu, Modus Tempel di Tiang Listrik dan Spanduk

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menangkap enam anggota geng motor atau organisasi kepemudaan (OKP) dari kelompok XTC, Brigez, dan Moonraker di Garut. Keenam orang tersebut ditangkap karena terlibat peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di Garut.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyebut bahwa keenam orang tersebut adalah UG, WSP, MDS, WT, AJS dan NKS. "Mereka ini perannya menjadi kurir dengan jenis narkoba berbeda, mulai sabu-sabu hingga psikotropika," kata Wirdhanto, Selasa (19/4).

Wirdhanto mengungkapkan bahwa keenam orang kurir narkoba itu tergabung dalam sejumlah OKP atau komunitas geng motor XTC, Moonraker dan juga Brigez. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi di Garut, mulai Kecamatan Karangpawitan, Tarogong Kaler, Garut Kota, dan Cikelet.

"Adapun modus yang dilakukan adalah melalui modus menempel barang terlarang itu ke sejumlah lokasi yang sudah disepakati dengan pengedar lainnya atau pembeli. Seperti lokasi tiang listrik, bawah pohon, spanduk, dan lainnya," ungkap Wirdhanto.

Selain itu juga tidak sedikit di antara mereka yang menjadi kurir penjualan khusus saat dilakukan balapan liar hingga touring.


Barang Bukti Disita Polisi

Atas pengakuan para pelaku tersebut, polisi akan mengantisipasinya bila ada kegiatan touring dan bahkan balapan liar.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 58,81 gram narkotika jenis sabu dan ratusan butir psikotropika.

“Atas perbuatannya, kami terapkan pasal 112, 114, dan 132 undang-undang Narkotika dengan Ancaman 20 tahun penjara. Dan kemudian untuk yang psikotropika, kami terapkan Pasal 62 atau 60 undang-undang psikotropika dengan ancaman 15 tahun penjara, dan untuk obat keras kami kenakan pasal 196 dan 197 undang-undang terkait kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara,” tutup Wirdhanto. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel