6 Bahaya Tidur dengan Kipas Angin, Bisa Sebabkan Bell Palsy

Liputan6.com, Jakarta Bahaya tidur dengan kipas angin ternyata cukup banyak. Walau mungkin masih dalam jenis bahaya yang tidak mengancam nyawa, namun bahaya tidur dengan kipas angin tersebut lebih baik jika Anda sebisa mungkin menghindarinya.

Kipas angin memang berfungsi dalam menyejukkan tubuh Anda saat sedang dalam suhu yang panas. Kipas angin ini banyak dijadikan pilihan mengingat harga dari kipas angin ini juga lebih terjangkau dibandingkan dengan menggunakan AC.

Berbicara mengenai bahaya tidur dengan kipas angin, sebenarnya sangat dapat dicegah dengan Anda menentukan posisi atau letak dari kipas angin tersebut. Karena, aliran udara yang dihasilkan oleh kipas angin tersebut merupakan faktor utama yang menyebabkan munculnya bahaya tidur dengan kipas angin bagi tubuh Anda.

Di Indonesia sendiri masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa gejala dari bahaya tidur dengan kipas angin dengan sebutan masuk angin. Namun, ternyata hal itu hanya satu dari beberapa bahaya tidur dengan kipas angin yang ada dan dapat merugikan tubuh Anda.

Lalu, apa saja sesungguhnya bahaya tidur dengan kipas angin bagi tubuh yang lainnya? Di bawah ini Liputan6.com telah merangkum bermacam-macam bahaya tidur dengan kipas angin yang bisa merugikan tubuh dan akan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, Rabu (27/5/2020).

1. Risiko terserang flu

Ilustrasi/copyrightshutterstock/aslysun

Aliran udara yang kencang hasil dari putaran baling-baling pada kipas angina memang terasa sangat sejuk. Namun, terkadang Anda terlalu nyaman untuk berlama-lama di depan kipas angin. Padahal saat badan Anda terkena paparan angin yang sangat kencang, maka tubuh akan menjadi kedinginan. Dan ketika tubuh mulai merasa kedinginan, maka hal tersebut cenderung akan menurunkan daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang menurun, maka Anda akan lebih mudah terserang flu.

Oleh karena itu, jika Anda tidur, jangan langsung hadapkan kipas angina kea rah tempat tidur atau tubuh Anda, tentu agar tubuh tidak kedinginan. Atau, Anda bisa dengan menggunakan fitur penggerak kipas angin ke kanan dan kekiri, tujuannya agar arah hembusan angin tidak cenderung ke satu sudut yaitu tubuh Anda.

2. Alergi dan asma

ilustrasi perempuan asma/copyright by Have a nice day Photo (Shutterstock)

Bukan tanpa sebab mengapa tidur dengan kipas angin dapat menyebabkan alergi dan asma. Hal ini dapat disebabkan saat udara yang dihembuskan dari kipas angin merupakan udara kotor. Udara kotor tersebut ditimbulkan dari banyaknya debu dan kotoran yang menempel di kipas angin, dan akan berterbangan saat dinyalakan.

Debu tersebut biasanya juga disertai tungau, itulah mengapa jika debu berserta tungau tersebut terhirup, maka akan menyebabkan timbulnya alergi hingga asma. Jadi, sangat disarankan Anda untuk membersihkan kipas angin lebih rutin.

3. Bell Palsy

Bell Palsy | Sumber Foto: researchgate.net

Bell palsy merupakan jenis penyakit yang menyerang bagian sistem syaraf wajah. Penyakit ini menyebabkan syaraf pada wajah berubah menjadi tegang, sulit berekspresi, juga sulit untuk senyum. Penyakit ini memang sifatnya melumpuhkan, dan penyakit ini dapat terjadi karena adanya suhu dingin yang terlalu sering menerpa seluruh bagian wajah secara terus menerus.

Maka dari itu lebih berhati-hatilah dalam mengatur arah kipas angin, tentunya agar Anda tidak mengalami jenis penyakit ini.

4. Otot tegang hingga kram

Cara Cepat Atasi Kram Otot

Tidak dapat dipungkiri jika kipas angin sangat ampuh untuk menghilangkan rasa gerah pada tubuh. Namun, ternyata terpapar aliran angin yang dihasilkan oleh kipas secara terus menerus dapat berpengaruh bagi kondisi dari tubuh. Kebiasaan mengarahkan kipas angin ke arah leher atau wajah secara langsung dapat menyebabkan otot pada tubuh menjadi tegang atau bahkan dapat kram.

5. Masuk angin

Masuk Angin / Sumber: iStockphoto

Sesungguhnya masuk angin bukanlah sebuah istilah dalam ilmu medis dan bukan juga merupakan suatu jenis penyakit tertentu. Masuk angin tersebut, sebenarnya merupakan sebuah istilah yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Istilah tersebut menggambarkan beberapa keluhan gangguan kesehatan seperti menggigil, demam, nyeri otot, badan pegal-pegal, perut kembung, hingga hilangnya nafsu makan.

Biasanya, pada saat Anda tertidur, Anda tidak akan tersadar jika sedang melakukan sebuah gerakan. Dan biasanya, ketika tertidur pun secara tidak sengaja mulut akan terbuka. Mulut yang terbuka tersebut menjadi saluran masuk bagi angin dalam jumlah besar. Dan ketika terbangun, tubuh akan merasa kembung dan intensitas berserdawa meningkat disertai nyeri pada perut.

6. Kulit kering

ilustrasi kulit kering/pexels

Ternyata, tidur dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Hal tersebut karena adanya udara dingin yang dihasilkan oleh kipas angin tersebut. Udara dingin tersebut dapat meningkatkan risiko kulit menjadi kering jika posisi aliran angin dari kipas langsung terkena bagian tubuh. Maka, akan lebih baik jika Anda mencoba memantulkan kipas angin ke tembok atau sedikit menjauhkan posisi kipas angin dari tubuh Anda saat tidur.

Jadi, dengan menyimak beberapa bahaya tidur dengan kipas angin diatas, ada baiknya untuk Anda memperhatikan berbagai hal sebelum tidur dengan kipas angin.