6 Bintang Piala AFF yang Pernah Mentas di Liga Indonesia: Banyak yang Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Negara Asia Tenggara bertarung memperebutkan gengsi sepak bola di Piala AFF. Dari situ kemudian lahir pemain bintang yang kemudian menjadi legenda.

Piala AFF pertama kali digelar pada 1996. Thailand menjadi negara yang paling banyak meraih gelar, yakni lima kali. Titel tersebut diraih Thailand pada edisi 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016. Adapun Singapura menjadi negara tersukses kedua di Piala AFF dengan empat gelar yang diraih pada 1998, 2004, 2007, dan 2012.

Adapun Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar di ajang tersebut. Padahal, Timnas Indonesia sudah lima kali menjadi finalis di Piala AFF.

Setiap edisinya, Piala AFF selalu melahirkan pemain berkualitas. Bahkan, ada pemain yang pernah merasakan gelar Piala AFF lebih dari sekali.

Dari segudang pemain top ASEAN, ada beberapa di antara mereka yang mampir di Liga Indonesia. Era Indonesian Super League merupakan gulali bagi pemain ASEAN untuk manggung di sepak bola Indonesia.

Siapa saja bintang Piala AFF yang mentas di Liga Indonesia? Yuk, simak ulasan Bola.com.

Safee Sali (Malaysia)

Menurut Safee Sali, Malaysia tak kekurangan bakat pemain berkualitas sehingga program naturalisasi belum dibutuhkan saat ini. (AFP/Mohd Rafsan)
Menurut Safee Sali, Malaysia tak kekurangan bakat pemain berkualitas sehingga program naturalisasi belum dibutuhkan saat ini. (AFP/Mohd Rafsan)

Safee Sali merupakan pemain yang tidak bisa dipisahkan dari gelar juara Piala AFF 2010 yang diraih Malaysia. Ketika itu, Safee Sali mencetak lima gol.

Sayangnya, itu menjadi satu-satunya gelar yang diberikan Safee Sali untuk Timnas Malaysia. Pada 2017, Safee Sali memutuskan pensiun dari Timnas Malaysia dengan jumlah 23 gol dalam 76 pertandingan.

Safee Sali tercatat mencetak tujuh gol dalam tiga edisi Piala AFF yang diikutinya. Saat ini, Safee Sali masih aktif bermain di Petaling Jaya City dan sempat berkarier di Indonesia bersama Pelita Jaya.

Noh Alam Shah (Singapura)

Asisten pelatih Timnas Singapura U-22, Noh Alam Shah. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Asisten pelatih Timnas Singapura U-22, Noh Alam Shah. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Noh Alam Shah merupakan legenda Singapura yang pernah mencicipi kesuksesan di Piala AFF. Noh Alam Shah tercatat menyumbang dua gelar Piala AFF untuk Singapura, yakni pada 2004 dan 2007.

Sepanjang tampil di Piala AFF, Noh Alam Shah sudah mencetak 16 gol untuk Singapura. Jumlah gol terbanyak yang dicetaknya terjadi pada 2007 dengan torehan 11 gol sekaligus membantu Singapura juara.

Noh Alam Shah pensiun dari Timnas Singapura pada 2010. Sebanyak 84 penampilan berhasil dikumpulkan dan torehan 35 gol untuk tim berjulukan The Lions itu.

Khairul Amri (Singapura)

Pemain Singapura, Khairul Amri (tengah) saat melawan Filipina pada laga AFF Suzuki Cup 2016 di Philippine Sports Stadium, (19/11/2016).  (Dok Bola.com)
Pemain Singapura, Khairul Amri (tengah) saat melawan Filipina pada laga AFF Suzuki Cup 2016 di Philippine Sports Stadium, (19/11/2016). (Dok Bola.com)

Khairul Amri merupakan pemain Singapura paling sukses di Piala AFF. Khairul Amri tercatat berhasil mempersembahkan tiga gelar Piala AFF untuk Singapura, yakni pada 2004, 2007, dan 2012.

Khairul Amri tercatat sudah mencetak 10 gol di Piala AFF. Khairul Amri memutuskan pensiun dari Timnas Singapura pada 2019.

Khairul Amri mencatatkan 132 penampilan dan sumbangan 32 gol untuk tim berjulukan The Lions itu. Saat ini, Khairul Amri masih bermain di Felda United.

Suchao Nuchnum (Thailand)

Pemain Thailand, Suchao Nutnum, berebut bola dengan pemain Indonesia, Firman Utina saat laga semi final AFF Suzuki Cup di Jakarta, Indonesia, (16/12/2008). Thailand menang 1-0. (EPA/Mast Irham)
Pemain Thailand, Suchao Nutnum, berebut bola dengan pemain Indonesia, Firman Utina saat laga semi final AFF Suzuki Cup di Jakarta, Indonesia, (16/12/2008). Thailand menang 1-0. (EPA/Mast Irham)

Suchao memperkuat Persib Bandung pada 2009-2010. Sebelum gabung Persib, Suchao merupakan pemain bintang di Thailand.

Ia memperkuat Timnas Thailand U-23 pada 2005, sebelum dipromosikan ke skuat senior pada tahun yang sama. Suchao menjadi bagian dari Timnas Thailand pada Piala AFF 2010.

Suchao menghabiskan karier mudanya di TOT FC selama musim 2002-2003. Dia kemudian menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub itu dan membuat penampilan pertamanya pada tahun 2004.

Dalam waktu lima tahun dengan klub sampai 2009, Suchao tampil 84 kali dan melesakkan 33 gol, sebelum pindah ke Persib Bandung. Di Persib, ia tampil 13 kali dan menyumbang 3 gol.

Baihakki Khaizan (Singapura)

Bek timnas Singapura, Baihakki Khaizan, curhat tak pernah dimainkan di Piala AFF 2016. (AFP/Mohd Fyrol)
Bek timnas Singapura, Baihakki Khaizan, curhat tak pernah dimainkan di Piala AFF 2016. (AFP/Mohd Fyrol)

Baihakki Khaizan bergabung dengan Persib pada musim 2010-2011, setelah satu musim membela Persija Jakarta. Selama di Persija, Baihakki tampil 39 laga dan mencetak 3 gol. Sedangkan di Persib tampil 24 kali dan mencetak 2 gol.

Sebelum merambah ke Liga Indonesia, bek tengah ini memulai karier di Geylang United pada 2003. Pada 2004, dia pindah ke Young Lions. Bersama tim ini, kemampuan Baihakki meningkat. Ia menjadi kapten tim Young Lions. Sejak saat itu, ia pun tampil untuk Timnas Singapura.

Baihakki termasuk satu di antara pemain Timnas Singapura yang paling awet. Ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan Piala AFF 2004 dan 2007.

Shahril Ishak (Singapura)

Pemain tim nasional Singapura, Shahril Ishak. (AFP/Hoang Dinh Nam)
Pemain tim nasional Singapura, Shahril Ishak. (AFP/Hoang Dinh Nam)

Shahril Ishak membela Persib pada musim 2010. Eks gelandang Timnas Singapura ini hanya satu musim memperkuat Persib.

Akan tetapi, ia meredup ketika membela tim Maung Bandung. Dalam 11 kali tampil bersama Persib, Shahril tidak pernah mencetak gol.

Padahal, sebagai pemain gelandang yang sangat menonjol saat itu membuat sosok Shahril Ishak cepat menjadikan dirinya sebagai jantung permainan Timnas Singapura.

Shahril menjalani debut internasionalnya pada usia 19 tahun dalam duel Singapura veruss Maladewa, 4 Maret 2003.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel