6 Bos AMC Entertainment Raup Untung USD 8 Juta dari Jual Saham AMC

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Enam eksekutif AMC Entertainment membawa pulang lebih dari USD 8 juta atau sekitar Rp 114,09 miliar (asumsi kurs Rp 14.262 per dolar AS) minggu lalu setelah menjual saham perusahaan di tengah reli besar-besaran saham AMC Entertaiment.

Merujuk pada pengajuan perusahaan di Securities and Exchange Commission, enam eksekutif bioskop itu antara lain, John McDonald, Gary Locke, Carla Chavarria, Daniel Ellis, Elizabeth Frank, Anthony Saich.

Chavarria, Chief Human Resource Officer, membawa pulang keuntungan tertinggi dengan USD 2,53 juta dari hasil penjualan 40.346 saham dengan harga USD 62,67 per lembar.

Di posisi selanjutnya ada McDonald, wakil presiden eksekutif operasi AS, dan Locke yang membawa pulang sekitar USD 1,7 juta.

Saich, seorang anggota dewan, Ellis, wakil presiden senior pengembangan, dan Frank, Chief Content Officer, masing-masing menghasilkan kurang dari satu juta dari penjualan saham mereka.

Dilansir dari Business Insider, Selasa (8/6/2021), saham AMC, operator bioskop terbesar di dunia melonjak 17 persen setelah pasar dibuka Senin kemarin.

Perusahaan mendorong reli saham pada minggu lalu saat pasukan pedagang eceran mengalir ke saham. Saham AMC, yang sekitar 80 persen dimiliki oleh investor individu, telah meningkat lebih dari 2.300 persen sepanjang tahun ini.

Wall Street Bervariasi pada 7 Juni 2021

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street cenderung bervariasi pada perdagangan Senin, 7 Juni 2021. Indeks saham acuan berjuang mencapai rekor tertinggi setelah pekan lalu catat kenaikan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 turun sekitar 0,1 persen menjadi 4.226,52. Sektor saham bahan baku dan industri alami kerugian terbesar sehingga membebani indeks S&P 500. Indeks Dow Jones melemah 126,15 poin atau 0,4 persen menjadi 34.630,24. Indeks saham Nasdaq naik 0,5 persen ke posisi 13.881,72.

Saham meme kembali menjadi sorotan pada pekan ini. Saham AMC reli sebanyak 25 persen pada Senin pekan ini, dan ditutup hampir 15 persen lebih tinggi. Sementara saham GameStop dan BlackBerry juga naik dua digit. Sebagian besar saham spekulatif ini tergelincir ke zona merah pada Jumat pekan lalu meski ada kenaikan besar setelah perdagangan yang bergejolak.

Indeks saham acuan utama keluar dari kenaikan selama sepekan di tengah meningkatnya optimism pembukaan kembali ekonomi. Indeks saham S&P 500 naik 0,6 persen pekan lalu sehingga mendorong indeks saham acuan tersebut menguat lebih dari 12 persen selama 2021. Indeks saham Nasdaq dan Dow Jones juga membukukan kenaikan pada pekan lalu.

“Saham telah kembali naik ke wilayah rekor tertinggi seiring laju pemulihan ekonomi tampaknya seimbang,” ujar Chief Market Technician Piper Sandler, Craig Johnson dikutip dari CNBC, Selasa, 8 Juni 2021.

Ia menambahkan, sebagian besar tanda-tanda kenaikan inflasi telah diimbangi oleh meningkatnya prospek sementara langkah the Federal Reserve.

Di sisi lain, saham Visa naik pada awal setelah ada rekomendasi kenaikan saham oleh Piper Sandler. Laporan pekerjaan pada Jumat pekan lalu menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,8 persen dari 6,1 persen dan tambahan pekerjaan 559.000 pada Mei 2021.

Laporan tersebut dipandang cukup kuat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi, tetapi cukup ringan menjaga the Federal Reserve agar tidak terburu-buru mengubah kebijakan moneter yang longgar.

Selain itu, investor fokus pada data inflasi pekan depan dengan indeks harga konsumen (IHK) dijadwalkan akan dirilis pada Mei 2021. Pada April 2021, CPI naik 4,2 persen dari tahun sebelumnya, kenaikan tercepat sejak 2008. Jika indeks harga konsumen terus naik, hal itu dapat menyebabkan the Federal Reserve mundur dari kebijakan moneternya yang longgar.

Pada akhir pekan lalu, negara-negara G7 mencapai kesepakatan tentang reformasi pajak global menyerukan perusahaan-perusahaan terbesar di dunia untuk membayar setidaknya 15 persen pajak atas penghasilan mereka. Perusahaan-perusahaan besar termausk Facebook dan Google telah menanggapi kesepakatan tersebut dengan baik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel