6 Cara Aman Menggunakan Sistem Operasi Linux

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Linux merupakan salah satu OS (operating system) yang menganut sistem UNIX dan menggunakan model pengembangan serta distribusi software secara gratis, atau lebih umum dikenal dengan istilah open source. Linux sama halnya dengan aplikasi open source lain, Linux juga bisa dikembangkan serta di distribusikan secara gratis. Hal tersebut yang jadi salah satu daya tarik dari OS ini.

Selain daya tarik dari OS yang ditawarkan, banyak orang yang mulai migrasi ke Linux karena punya anggapan jika menggunakan Linux, mereka tidak akan menemukan virus. Hal tersebut menimbulkan rasa percaya jika menggunakan Linux pasti aman.

Meski dianggap aman, sebagai pengguna hendaknya tetap waspada dengan isu keamanan. Meski tidak banyak, namun ada juga virus yang memang berpotensi menyerang Linux. Bahkan ransomware yang mengenkripsi file pada OS Linux juga nyata adanya.

Lantas, bagaimana cara aman menggunakan operating system Linux tersebut? Sebenarnya ada banyak cara aman menggunakan operating system Linux yang bisa dilakukan seperti yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (1/2/2021).

1. Pastikan Sistem up-to-date

Ilustrasi komputer (pixabay.com)
Ilustrasi komputer (pixabay.com)

Pertama, dengan memastikan sistem up-to-date. Memastikan OS yang digunakan agar selalu up-to-date jadi hal yang sangat penting. Pasalnya, ini merupakan langkah antisipasi agar tidak ada risiko peretas yang akan berpotensi masuk ke OS Linux yang sedang digunakan.

Terutama jika Anda memang termasuk orang dengan intensitas terhubung ke jaringan internet sangat tinggi. Sebab, jika OS yang digunakan masih terdapat bug, bahkan berpotensi dieksploitasi dari luar jaringan, sangat bersar kemungkin untuk hadirnya pelaku kejahatan dapat menanam backdoor pada OS yang sedang digunakan.

Hal ini sempat menjadi isu besar, tepatnya pada tahun 2017 silam, di mana komunitas Linux dibuat gempar ketika ditemukan celah RCE pada Samba yang bisa membuat OS Linux berpotensi untuk diretas dari jarak jauh.

2. Jangan Sembarang Install Paket

Ilustrasi Jurusan Ilmu Komputer Credit: pexels.com/ThisisEngineering
Ilustrasi Jurusan Ilmu Komputer Credit: pexels.com/ThisisEngineering

Cara aman menggunakan operating system Linux selanjutnya yang perlu diperhatikan, yaitu tidak sembarangan melakukan install paket. Pada Linux sendiri terdapat repository tempat menyimpan paket-paket yang sudah diverifikasi oleh pihak developer. Hadirnya paket tersebut bisa di-install dengan paket manager dari tiap distro.

Sebagai contoh pada Debian dan Ubuntu serta turunannya yang menggunakan apt. Kemudian pada Arch Linux dan turunannya yang menggunakan pacman, lalu RHELL dan CentOS yang menggunakan yum, di mana paket-paket tersebut tentu saja aman. Bahkan di Ubuntu juga terdapat Software Center yang bisa digunakan untuk mencari serta menginstall paket yang mungkin dibutuhkan.

Software Center tersebut memiliki fungsi sama halnya dengan Playstore di Android. Bahkan, jika memang terpaksa menginstall paket dari luar repository resmi, pastikan paket tersebut memang benar-benar aman. Caranya, bisa dengan mencocokkan hash file aslinya atau dengan membaca review dari pengguna lain yang terdapat di forum-forum.

3. Gunakan Enkripsi DNS

Ilustrasi komputer (pixabay.com)
Ilustrasi komputer (pixabay.com)

Kemudian, cara aman menggunakan operating system Linux dengan enkripsi DNS saat tersambung pada jaringan WiFi publik. Sebab, ketika terhubung ke internet, sangat besar kemungkinan paket yang terkirim atau diterima juga dikoleksi oleh provider internet yang sedang digunakan.

Sebenarnya, pengoleksian yang dilakukan pihak provider internet punya tujuan yang bagus, terutama jika memang data tersebut digunakan untuk keperluan riset serta kemudian digunakan untuk melakukan berbagai perbaikan layanan internet pihak provider bersangkutan.

Tapi, sangat tidak menutup kemungkinan apabila data yang terkoleksi oleh pihak provoder tersebut dijual ke perusahaan lain hingga akhirnya disalahgunakan. Itulah mengapa sebagai pengguna juga patut peduli dan lebih waspda terhadap berbagai kemungkinan tersebut.

DNSCrypt sendiri adalah sebuah protokol yang memiliki fungsi untuk mengenkripsi komunikasi antara client dengan DNS resolver.

Sebagai contoh, ini mungkin sering dialami ketika sedang bermain media sosial. Ketika terdapat tautan link yang mengarahkan ke situs tertentu, dan saat link tersebut diklik, justru muncul notifikasi Internet Positif.

Sebenarnya, metode pemblokiran Internet Positif tersebut melalui DNS, sebagian ISP juga punya Transparent DNS Proxy yang akan mem-forward ke DNS milik mereka. Sehingga saat sedang mengakses situs yang sudah masuk daftar blokir provider, pengguna akan “dipaksa” provider internet menggunakan Transparent DNS mereka. Hingga akhirnya pengguna diarahakan ke halaman Internet Positif. Dengan menggunakan DNSCrypt, maka bisa “menipu” proxy tersebut, karena datanya terenkripsi.

4. Gunakan DNS Resolver

Ilustrasi WFH Credit: pexels.com/Ekaterina
Ilustrasi WFH Credit: pexels.com/Ekaterina

Selain itu, cara aman menggunakan operating system Linux dengan mengubah DNS Resolver juga bisa jadi salah satu pilihan, tentunya supaya Anda bisa mendapatkan pengalaman berselancar di internet yang aman dan lebih baik.

Saat ini ada banyak sekali DNS Resolver publik yang tersedia. Apabila di beberapa tahun lalu DNS milik Google dianggap sebagai salah satu yang terbaik, saat ini DNS resolver Cloudflare merupakan yang terbaik, terutama baik dari segi kecepatan bahkan keamanan.

5. Gunakan VPN Premium

Ilustrasi laptop | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi laptop | Andrea Piacquadio dari Pexels

Jika memang ingin menggunakan VPN, maka bisa pilih VPN yang premium. Kurang direkomendasikan untuk menggunakan jenis VPN gratis. Pasalnya sistem protokol yang digunakan oleh VPN gratisan rata-rata merupakan jenis protokol PPTP yang bisa dikatakan sangat jadul. Bahkan, bisa dikatakan bahwa tidak ada VPN yang benar-benar gratis. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, menyebutkan jika provider VPN gratis berpotensi untuk menjual atau membagikan data para penggunanya. Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Hola VPN tepatnya di tahun 2015.

Hola VPN sebelumnya dikenal dengan “raja” VPN gratis. Pasalnya, penyedia VPN gratis ini memiliki sangat banyak pengguna. Tapi sangat disayangkan, sebab yang terjadi selanjutnya adalah penemuan oleh tim ahli jika aplikasi ini dapat mengubah koneksi pengguna menjadi network endpoint. Atau dengan kata lain, layanan ini menggunakan koneksi para penggunanya untuk meningkatkan bandwidth jaringan serta menawarkan portal ke pengguna lain. Bahkan mereka juga menjual endpoint pengguna lewat anak perusahaan yang diberi nama Luminati.

Penggunaan VPN ini juga sebagai langkah antisipasi, sebab sangat tidak menutup kemungkinan di dalam jaringan tersebut ada hacker yang sedang melancarkan serangan MiTM dengan tujuan untuk memata-matai trafik pengguna yang ada di dalam jaringan tersebut.

6. Pahami OS yang Digunakan

Linux (Sumber: Photo by Kevin Horvat on Unsplash)
Linux (Sumber: Photo by Kevin Horvat on Unsplash)

Cara aman menggunakan operating system Linux yang terakhir adalah dengan memahami dan "menyatu" dengan sistem Linux yang sedang digunakan. Pastikan Anda sudah paham dengan perintah perintah dasar Linux, terutama yang dapat digunakan untuk membantu analisa jaringan serta proses yang berjalan dalam sistem.

Pasalnya, hal tersebut sangat membantu untuk mengecek apakah terdapat malware atau bahkan backdoor dalam OS Linux yang sedang dijalankan.