6 Cara Bijak Mendidik Anak yang Keras Kepala

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Tak sedikit orang tua memiliki anak dengan sikap keras kepala dan susah mengatasinya. Anak keras kepala biasanya ditandai dengan kebiasaan sulit diatur dan enggan mengikuti atau mendengarkan nasihat orang lain.

Orang tua biasanya membiarkan sikap keras kepala anak karena usia masih terlalu kecil. Padahal, jika membiarkan sikap keras kepala dan tak mau kalah, bisa merugikan saat dewasa nanti.

Sebagai orang tua, perlu menemukan solusi bijak untuk mendidik anak yang keras kepala. Sebelum menemukan solusi, ada kiranya orang tua paham akan tanda-tanda anak dengan sikap kepala.

Anak yang biasanya memiliki tanda sikap keras kepala, seperti:

  • Anak yang keras kepala cenderung banyak bertanya.

  • Pertanyaan mereka sering disalahartikan sebagai tanda memberontak atau tak mau dinasihati.

  • Mereka ingin didengar dan diakui. Oleh karena itu, mereka sering membutuhkan perhatian Anda.

  • Cenderung mandiri dan rewel.

  • Sulit untuk mengikuti rutinitas yang diterapkan karena punya jiwa yang bebas.

  • Emosinya sering meluap.

  • Terlihat suka memerintah.

Setelah mengetahui tandanya, orang tua bisa mengolah dan menemukan cara yang tepat untuk mendidik anak yang keras kepala.

Berikut cara bijak mendidi anak yang keras kepala, dinukil dari Klikdokter, Rabu (27/10/2021).

Cara Bijak Mendidik Anak Keras Kepala

Ilustrasi menasihati anak. (Gambar oleh 4144132 dari Pixabay)
Ilustrasi menasihati anak. (Gambar oleh 4144132 dari Pixabay)

1. Biarkan Belajar Sendiri

Biarkan anak belajar dari pengalamannya. Tujuannya agar rasa mandiri mereka berkembang. Ingat, alasan utama anak keras kepala adalah karena mau mengeksplorasi banyak hal.

2. Jangan Dihakimi

Jangan langsung menghakimi tindakan anak. Meski si anak melakukan kesalahan karena rasa penasarannya, lebih baik beri pengertian bahwa sebaiknya tidak perlu mengulangi tindakannya lagi.

Cara Bijak Mendidik Anak Keras Kepala

Ilustrasi orang tua dan anak. Credit: pexels.com/KetutS
Ilustrasi orang tua dan anak. Credit: pexels.com/KetutS

3. Jangan Berdebat

Anak-anak yang keras kepala biasanya senang dengan adanya perdebatan atau adu argumen. Oleh karena itu, jangan beri mereka kesempatan untuk berdebat.

Daripada berargumen, lebih baik arahkan percakapan ke arah yang lebih baik. Tunjukkan bahwa Anda siap untuk mendengarkan cerita atau pendapat dari sisi mereka.

Mendengarkan cerita anak membuat mereka lebih bisa menerima tentang apa yang Anda sarankan atau nasihati.

4. Tetap Terhubung dengan Anak

Sebaiknya jangan langsung mendiamkan atau mengabaikan anak ketika sikap keras kepalanya muncul. Anda harus tetap memperhatikan dan mengarahkannya. Akan tetapi, jangan sampai terkesan memaksa karena anak bisa meresponsnya dengan cara memberontak.

Sebaiknya lakukan pendekatan kepada anak dengan cara lembut namun pasti. Misalnya, bila Anda ingin anak berhenti menonton televisi dan mengerjakan tugas sekolah, jangan langsung matikan televisi sambil marah-marah.

Cobalah menonton televisi bersama mereka sebentar. Setelah itu, tanyakan apakah ada pekerjaan rumah yang ingin dibantu atau tidak? Anda juga bisa menawarkan diri untuk membantu anak mengerjakan tugasnya.

Cara Bijak Mendidik Anak Keras Kepala

Ilustrasi orang tua dan anak remaja. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi orang tua dan anak remaja. Credit: pexels.com/pixabay

5. Ciptakan Suasana Damai di Rumah

Agar cara mendidik anak yang keras kepala berhasil, bangunlah suasana rumah hangat dan damai. Pastikan rumah menjadi tempat yang nyaman untuk anak. Sebab, anak yang keras kepala cenderung mencari tempat lain jika keadaan rumahnya tidak tenang atau kerap timbul keributan.

Kemudian, orang tua perlu mencontohkan sikap yang baik saat di rumah karena anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Penting bagi orang tua untuk menjaga situasi rumah agar tetap damai, tenang, dan hindari pertengkaran antaranggota keluarga.

6. Ajari Anak Mematuhi Rutinitas

Anda bisa memberikan batasan aktivitas kepada anak yang sikapnya keras kepala. Orang tua bisa membuat aturan soal jadwal bermain atau belajar. Jelaskan apa konsekuensinya jika anak melanggar batasan yang telah Anda berdua sepakati.

Dengan begitu, anak tahu hal apa yang seharusnya ia lakukan di rumah. Ia juga bisa mengerti tujuan dari dibuatnya rutinitas itu. Rutinitas dapat membuat kegiatan sehari-harinya jadi terarah dan sikap keras kepalanya perlahan bisa dihilangkan.

Sumber: Klikdokter.com (Published: 2/3/2021)

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel