6 Cara Eksfoliasi Sesuai Jenis Kulit, Tak Bikin Iritasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Eksfoliasi atau pengelupasan kulit merupakan proses mengangkat sel kulit mati dari lapisan luar kulit. Eksfoliasi bisa dilakukan di wajah atau bagian tubuh lainnya.

Kulit secara alami melepaskan sel-sel kulit mati tiap 30 hari atau lebih. Proses ini memberi ruang bagi sel-sel baru untuk berkembang. Terkadang, sel-sel mati tidak terlepas sepenuhnya. Ini bisa menyebakan pori-pori tersumbat, kering, dan bersisik. Eksfoliasi dapat membantu mengatasinya.

Eksfoliasi kulit menjadi rutinitas perawatan kulit yang penting dilakukan. Setidaknya, eksfoliasi perlu dilakukan satu atau dua kali dalam seminggu. Eksfoliasi berguna untuk menghilangkan kulit kusam dan mencerahkan kulit.

Ada beberapa cara eksfoliasi kulit. Menyesuaikan cara eksfoliasi dengan jenis kulit penting dilakukan. Ini karena jenis kulit bisa menentukan seberapa sering melakukan eksfoliasi dan bahan apa yang cocok digunakan.

Berikut cara eksfoliasi sesuai jenis kulit, dirangkum Liputan6.com dari Healthline, Kamis(6/8/2020).

Kulit kering

Kulit Kering (sumber: iStockphoto)
Kulit Kering (sumber: iStockphoto)

Kulit yang kering seringkali menyebabkan kulit mengelupas, dan dorongan pertama yang sering dilakukan adalah membersihkan serpihannya. Ketika memiliki kulit kering, hindari eksfoliasi berlebihan.

Eksfoliasi berlebihan hanya akan membuat kulit semakin iritasi. Batasi pengelupasan kulit menjadi satu hingga tiga kali seminggu. Hindari produk yang memiliki butiran kasar yang bisa menggesek kulit.

Untuk pengelupasan fisik, gosok lembut dengan tangan atau waslap basah. Kamu juga bisa mencoba pengelupasan kimiawi dengan menggunakan BHA atau AHA. Bahan ini bisa membantu menyingkirkan kulit mati tanpa menggosok secara kasar. Gunakan dengan cukup karena bahan ini bisa mengeringkan kulit jika berlebihan.

Asam glikolat juga bisa membantu mengangkat sel-sel mati yang menempel di permukaan kulit dan mendorong pergantian kulit yang sehat. Setelah menggunakan asam glikolat, gunakan SPF dan pelembab karena bahan ini lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Kulit sensitif

ilustrasi kulit sensitif | pexels.com/@minan1398
ilustrasi kulit sensitif | pexels.com/@minan1398

Jika kamu memiliki kulit sensitif, hindari menggosok terlalu kuat atau menggunakan metode pengelupasan mekanis. Cara ini akan semakin mengiritasi kulit dan dapat menyebabkan kemerahan.

Karena kulit sensitif dapat dengan mudah menjadi merah, iritasi, dan kering, carilah produk yang mengandung asam laktat di dalamnya. Asam laktat tidak hanya akan mengelupas kulit dengan lembut tetapi juga akan memberikan hidrasi yang sangat dibutuhkan kulit.

Gunakan eksfoliator kimia ringan dan oleskan dengan waslap lembut. Untuk kulit sensitif yang berjerawat, kamu juga bisa mencoba pengelupasan asam salisilat yang diresepkan dokter.

Sama seperti kulit kering, eksfoliasi untuk kulit sensitif juga tak boleh terlalu sering. Eksfoliasi untuk kulit sensitif bisa dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu.

Kulit berminyak

ilustrasi kulit berminyak/pixabay
ilustrasi kulit berminyak/pixabay

Pemilik kulit berminyak bisa melakukan eksfoliasi lebih sering dari kulit kering dan sensitif. Kulit berminyak bisa memiliki lapisan penumpukan ekstra di permukaan yang dapat dihilangkan oleh pengelupasan manual.

Eksfoliasi adalah langkah perawatan kulit yang penting untuk kulit berminyak. Pengelupasan kulit tidak hanya membuat kulit tampak muda dan segar, tetapi juga membantu mencegah bintik dan jerawat yang bisa muncul akibat kulit berminyak.

Jika kulitmu berminyak, kamu harus melakukan eksfoliasi setidaknya dua hingga tiga kali seminggu untuk mencegah penumpukan minyak yang dapat menyumbat pori-pori. Kamu bisa mengguakan scrub exfoliator atau gosok dengan lembut dalam gerakan memutar untuk hasil terbaik.

Kulit normal

ilustrasi kulit wajah yang sehat | pexels.com/@olly
ilustrasi kulit wajah yang sehat | pexels.com/@olly

Jika kulit tidak memiliki komplikasi apapun seperti kering, berminyak, atau sensitif, kamu bisa lebih leluasa melakukan eksfoliasi. Eksfoliasi manual dan kimiawi sama-sama aman untuk jenis kulit ini.

Kamu mungkin hanya perlu berkesperimen untuk mengetahui metode mana yang paling cocok untuk kulit. Kulit normal bisa dieksfoliasi dua hingga tiga kali seminggu.

Kulit kombinasi

Kulit kombinasi/pixabay
Kulit kombinasi/pixabay

Kulit kombinasi membutuhkan sesuatu yang istimewa karena kamu harus berurusan dengan kulit kering dan berminyak sekaligus. Cari produk yang menggunakan enzim buah sebagai pengelupas. Mereka cukup lembut untuk tidak merusak kulit kering sambil tetap melembapkan.

Kulit kombinasi mungkin memerlukan campuran pengelupasan mekanis dan kimiawi. Jangan pernah menggunakan keduanya pada hari yang sama karena dapat mengiritasi kulit. Jika kulit terasa kering setelah pengelupasan, segera gunakan pelembab setelahnya.

Cara eksfoliasi sesuai area tubuh

Butiran eksofoliasi (sumber: iStockphoto)
Butiran eksofoliasi (sumber: iStockphoto)

Wajah

Jenis exfoliant yang akan digunakan di wajah bergantung pada jenis kulit. Untuk mengelupas wajah secara mekanis dengan scrub, oleskan dengan lembut ke kulit dengan jari. Gosok dengan gerakan melingkar kecil. Bilas dengan air hangat. Untuk exfoliant kimiawi yang berbentuk cair, aplikasikan dengan kapas atau waslap.

Tangan dan kaki

Cara termudah untuk mengeksfoliasi lengan dan kaki adalah dengan sikat, spons, atau sarung tangan. Ini bisa membantu menyingkirkan sel kulit mati dan merangsang sirkulasi. Gunakan scrub saat mandi dan gosok dengan sikat atau spons.

Telapak kaki dan tangan

Tersedia scrub dan kulit untuk mengelupas kaki dan tangan. Kamu juga bisa menggunakan batu apung untuk mengeksfoliasi kaki dan tangan.

Area kemaluan

Kamu dapat menggunakan loofah atau sikat tubuh untuk mengelupas garis bikini dan area kemaluan. Selalu lakukan ini saat mandi air hangat untuk melembutkan kulit terlebih dahulu. Oleskan scrub dengan lembut dan cuci bersih sesudahnya.