6 Cara Jokowi Atasi Banjir Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu dengan Ketua MPR RI Taufik Kiemas pagi ini, Senin, 21 Januari 2013. Dalam pertemuan itu, mantan Wali Kota Surakarta itu menyebutkan enam langkah yang akan diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi banjir Ibu Kota.

"Enam itu sudah saya sampaikan ke Presiden Indonesia," ujar Jokowi dalam konferensi pers di MPR RI, Jakarta, Senin, 21 Januari 2013.

Enam langkah itu antara lain normalisasi sungai. Nantinya, pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta akan melakukan normalisasi 13 sungai di Jakarta. Namun yang akan difokuskan pada tahun ini, antara lain Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter.

Lalu dia juga menyebutkan bakal ada sodetan Otista hingga Kanal Banjir Timur. Selain itu, akan ada pembuatan waduk besar di Ciawi dan Cimanggis, Jawa Barat.

Langkah keempat yakni pembuatan sebanyak-banyaknya sumur serapan dari hulu hingga hilir. Ini berguna untuk mengurangi aliran air yang banyak masuk ke Jakarta. Langkah lainnya adalah pembuatan segera sejumlah pompa air di Jakarta Utara. "Ini untuk mengurangi genangan air di Jakarta Utara," katanya.

Lalu langkah terakhir yang disiapkan Jokowi adalah pembangunan terowongan multiguna atau multipurpose deep tunnel di Jakarta. "Kajiannya positif sehingga bisa dikerjakan. Semoga bisa menjadi terobosan," kata dia.

Dia melaporkan enam langkah itu pada Taufik Kiemas. Selain konsultasi, dia juga meminta dukungan dari pimpinan MPR RI maupun DPR RI terkait banjir Jakarta. "Apa pun itu, banjir bukan soal kecil. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga masyarakat harus bergotong royong untuk diselesaikan satu per satu," kata dia.

Adapun Ketua MPR RI Taufik Kiemas berpendapat, penyelesaian banjir di Jakarta tidak mungkin dikerjakan pemerintah Jakarta sendirian. "Pada saat ini, harus pakai hati untuk bergotong royong," kata Taufik.

SUTJI DECILYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.