6 Cara Mencegah Korsleting Listrik di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Cara mencegah korsleting listrik di rumah merupakan hal yang wajib Anda ketahui dan pahami. Mengingat, dengan melakukan beberapa cara mencegah korsleting listrik di rumah, akan menghindarkan rumah dari risiko terjadinya kebakaran.

Banyak sekali kejadian kebakaran yang diakibatkankan oleh korsleting listrik. Hal ini biasanya terjadi karena kurang pedulinya pemilik rumah terhadap kondisi kelistrikan yang terpasang di rumah mereka. Padahal, tegangan listrik yang ada di rumah termasuk dalam kategori tegangan tinggi.

Korsleting listrik atau hubungan arus pendek ini dapat terjadi karena adanya hubungan langsung antara konduktor negatif dengan positif. Hubungan tersebut dapat timbul karena adanya penyambungan kabel yang tidak memperhatikan kutub-kutub listrik, atau karena adanya konduktor listrik yang tidak tertutup dengan bahan isolator sehingga bersentuhan dengan tidak sengaja.

Sebenarnya cara mencegah korsleting listrik di rumah ini pun tidak sulit. Namun, dalam mempraktikkan cara mencegah korsleting listrik di rumah diperlukan perhatian khusus. Karena, jika Anda melewatkan satu hal kecil saja, maka akan dapat berakibat fatal.

Ada beberapa cara mencegah korsleting listrik di rumah yang bisa Anda ikuti. Dan, agar semakin memperjelas mengenai cara mencegah korsleting listrik di rumah tersebut, maka dibawah ini Liputan6.com, Rabu (27/5/2020), telah merangkum cara mencegah korsleting listrik di rumah agar terhindar dari kebakaran.

1. Gunakan jasa instalasi listrik yang memiliki sertifikasi

Petugas PLN melakukan pengecekan instalasi jaringan listrik di permukiman padat penduduk kawasan Tambora, Jakarta, Kamis (22/8/2019). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian PLN dalam mengajak warga untuk memperhatikan instalasi kelistrikan yang aman. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ada baiknya jika Anda menggunakan penyedia jasa layanan instalasi listrik yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Selain itu, penyedia jasa tersebut hendaknya telah memiliki bukti kompetensi berupa Sertifikat Layak Operasi (SLO). Namun, mungkin tidak semua penyedia jasa tersebut memiliki Sertifikat Layak Operasi tersebut. Sehingga, minimal penyedia jasa instalasi listrik haruslah terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia atau yang disingkat dengan AKLI.

Memang, hal tersebut sangatlah penting, karena dalam memasang jaringan listrik pada sebuah bangunan terutama rumah, tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Tentu, agar tidak terjadinya korsleting listrik karena salah dalam proses pemasangannya.

2. Gunakan alat listrik yang memenuhi standar

(foto: BSN)

Terkadang, begitu banyak kebutuhan alat listrik rumah tangga yang membutuhkan daya baik kecil maupun besar. Agar tidak terjadinya korsleting listrik, maka ada baiknya Anda menggunakan berbagai peralatan listrik, baik seperti kabel-kabel, stop kontak, saklar, steker, dan berbagai peralatan yang membutuhkan daya listrik agar dapat beroperasi, yang tentunya harus memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar PLN (SPLN), atau standar dari Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK).

3. Jangan tumpuk colokan listrik terlalu banyak

Steker anti-mainstream (Sumber: Reddit/ Joseph_Best_JoJo)

Jangan menumpuk colokan listrik atau steker dalam jumlah yang terlalu banyak. Karena, apabila Anda menumpuk steker tersebut dalam satu terminal listrik, maka dikhawatirkan akan menimbulkan suatu kondisi panas yang berasal dari aliran listrik, lalu panas tersebut justru akan terperangkap, dan tentunya akan menyebabkan korsleting listrik.

4. Jangan lupa selalu lakukan pengecekan instalasi listrik

(sumber: unsplash)

Hal ini menjadi hal penting yang harus dilakukan, karena kondisi lingkungan terkadang membuat alat-alat instalasi listrik tersebut menjadi rusak. Seperti, mengelupasnya lapisan pembungkus kabel karena digigit oleh tikus, atau mungkin karena terlindas lemari.

Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan pengecekan secara rutin terhadap kondisi instalasi listrik di rumah Anda. Dan apabila ditemukan ada instalasi listrik yang terkelupas dan berpotensi menimbulkan korsleting, maka Anda perlu menutupnya dengan plester khusus listrik yang banyak dijual di toko-toko alat listrik. Atau, jika sudah sangat parah, Anda bisa menggantinya saja.

Ada baiknya, Anda selalu memperbarui instalasi listrik di rumah minimal sekali dalam jangka waktu lima tahun. Semua tentu demi keselamatan Anda dan keluarga.

5. Cabut alat elektronik yang sedang tidak digunakan

Cabut aliran listrik pada kulkas. (Via: anandaleeke.com)

Dengan banyaknya peralatan yang memerlukan listrik dalam satu rumah, maka dapat menyebabkan beban listrik menjadi terlalu berat. Hal tersebut dapat menyebabkan sekring menjadi naik turun dan akhirnya memutus aliran listrik tersebut.

Yang menjadi berbahaya, adalah jika terus menerus dibiarkan. Karena, arus listrik akan menjadi tidak stabil dan semakin berisiko tinggi mengalami korsleting. Salah satu solusinya maka dengan mengurangi beban listrik tersebut dengan mencabutnya, atau menaikkan daya listrik rumah Anda.

6. Jauhkan dari sumber percikan air

Ilustrasi dispenser (iStockphoto)

Hal ini merupakan cara yang harus benar-benar diperhatikan, karena air sangat mungkin memicu terjadinya korsleting pada listrik. Agar tidak terjadi korsleting tersebut, maka selalu jauhkan steker listrik dari beberapa benda yang berpotensi menimbulkan percikan air, seperti dispenser air minum, aquarium, tempat cuci piring, mesin cuci, dan berbagai lokasi di rumah yang dapat menimbulkan percikan air.

Nah, jadi ada baiknya Anda melewatkan beberapa cara diatas. Karena, dengan mengikuti cara mencegah korsleting listrik di rumah tersebut setidaknya dapat semakin menjamin keamanan Anda dan keluarga di rumah.