6 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah saat Ibadah Puasa

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Bibir kering dan pecah-pecah merupakan masalah umum yang kerap kali terjadi pada banyak orang. Terutama saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Betapa tidak, asupan minum yang terbatas dan kurangnya hidrasi tentu membuat bibir lebih rentan terhadap masalah kekeringan yang dalam istilah medis dikenal sebagai Cheilitis.

Meski bukan masalah yang serius, jika terus dibiarkan maka akan memperburuk kondisi bibir yang semakin parah. Bahkan, seiring waktunya bisa menyebabkan bibir menjadi terluka hingga berdarah.

Kulit di bibir kita 15 kali lebih tipis dari kulit tubuh kita, sehingga memerlukan perawatan dan perlindungan ekstra, terutama saat ibadah puasa di bulan suci Ramadan yang tingkat hidrasinya rendah. Untuk itu, dilansir dari Arab News, berikut ini 6 cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat puasa.

1. Perbanyak minum air putih

Cara terbaik untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah adalah dengan meningkatkan asupan air saat buka puasa dan sahur. Secara umum, minum dua liter air setiap hari akan membuat kamu tetap terhidrasi sekaligus memastikan bibir tetap lembut.

Kamu juga bisa mengganti cairan tubuh dengan mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air. Seperti buah pir, jeruk, semangka, dan lain sebagainya.

2. Eksfoliasi bibir secara rutin

Bibir kering dan pecah-pecah ditandai dengan menumpuknya sel kulit mati. Karena itu, kamu perlu melakukan eksfoliasi dengan menggunakan scrub untuk mengembalikan kelembapan bibir.

Lakukanlah eksfoliasi satu hingga dua kali dalam seminggu. kamu bisa membuat scrub dengan bahan yang ada di rumah seperti madu, minyak kelapa, dan gula pasir. Namun perlu diingat, oleskan scrub menggunakan jari secara perlahan. Sebab, menggosoknya terlalu keras dapat menyebabkan pendarahan dan nyeri pada bibir.

3. Gunakan pelembap bibir

Ilustrasi bibir. (unsplash.com/Lydz Leow).
Ilustrasi bibir. (unsplash.com/Lydz Leow).

Setelah melakukan eksfoliasi pada bibir, carilah pelembap bibir yang menghidrasi dan dikemas dengan ceamide atau minyak alami. Pasalnya, kedua bahan ini tidak menutrisi bibir, tetapi juga bisa memberikan kilau kemerahan yang sehat.

Jika kamu berencana menghabiskan hari di bawah sinar matahari, gunakan lip balm dengan tabir surya. Ini akan membantu mencegah bibir kembali kering dan pecah-pecah akibat paparan sinar matahari.

4. Gunakan masker bibir

ilustrasi bibir | unsplash.com/@febrisym
ilustrasi bibir | unsplash.com/@febrisym

Agar mendapatkan hasil yang optimal, gunakanlah masker bibir yang dikemas dengan bahan pelembap seperti asam hialuronat, shea butter dan vitamin E. Masker bibir dapat membantu mendapatkan bibir yang lembap, kenyal, dan merah alami.

Untuk menggunakannya, letakkan masker bibir dan diamkan selama 10 menit. Kemudian lepaskan dan biarkan sisa serum meresap ke dalam kulit agar bibir lebih halus.

5. Letakkan humidifier di ruangan

Ilustrasi bibir. (dok. Unsplash.com/Zach Guinta @zach_guinta)
Ilustrasi bibir. (dok. Unsplash.com/Zach Guinta @zach_guinta)

Udara kering bisa menghilangkan kelembapan dari kulit dan bibir. Karena itu, pertimbangkan untuk memasukkan humidifier ke dalam ruangan selama bulan Ramadan untuk menambahkan kelembapan yang dibutuhkan ke udara.

6. Hindari menjilat bibir

Ilustrasi bibir kering. (dok. unsplash.com)
Ilustrasi bibir kering. (dok. unsplash.com)

Saat puasa, banyak orang yang cenderung menjilat bibir untuk menghilangkan kekeringan. Padahal hal ini justru bisa membuat bibir semakin kering. Air liur tidak hanya mengandung asam yang dapat mengiritasi bibir, tetapi juga dapat menghilangkan minyak alami yang ada pada kulit.

Ketika kamu menjilat bibir, air liur akan menguap dengan cepat yang membuat bibir menjadi lebih kering daripada sebelumnya. Sebagai alternatifnya, aplikasikan pelembap secara berkala guna mencegah bibir kering dan pecah-pecah.

Penulis: Hilda Irach