6 Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja dengan Bijak

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kecemasan sangat umum terjadi di masa praremaja dan remaja. Di masa tersebut, remaja mengalami perubahan yang cepat, baik secara fisik maupun mental.

Tak jarang mereka juga dihadapkan pada situasi yang menantang, asing, dan penuh tekanan dari lingkungan. Apalagi dengan maraknya media sosial. Informasi yang begitu cepat berdampak pada kejiwaan remaja.

Perasaan cemas biasanya disertai rasa gugup, tegang, gemetar, mual, dan berkeringat. Itu semua muncul karena remaja mengalami perubahan emosi, fisik dan sosial, yang terjadi bersamaan dengan perubahan cara berpikir mereka.

Itulah mengapa, peran orang tua sangat penting untuk mengatasi kecemasan di kalangan remaja. Kehadiran orang tua bisa menjadi penyemangat untuk anak melewati masa remaja ke dewasan dengan baik.

Pastikan mereka memahami kalau mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Kedua orang tuanya akan selalu ada untuk membantunya.

Berikut cara mengatasi kecemasan pada remaja, dinukil dari Klikdokter, Selasa (26/10/2021).

Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja

Ilustrasi gangguan kecemasan. | unsplash.com/@priscilladupreez
Ilustrasi gangguan kecemasan. | unsplash.com/@priscilladupreez

1. Cari Tahu Sumber Kecemasan

Satu di antara cara untuk membantu anak mengelola perasaan cemas adalah berbicara dengan mereka tentang kekhawatirannya. Saat dia mulai terbuka, pastikan Anda bisa menjadi pendengar yang baik.

Ciri pendengar yang baik adalah tidak memutus atau menyela saat anak sedang bercerita. Hindari mencela atau menyalahkan pikiran negatif anak.

Dengarkan dulu semua ceritanya, sampai selesai. Kemudian, barulah proses cerita tersebut dan sampaikan pendapat dari sudut pandang Anda.

2. Bantu Mengelola Rasa Cemasnya

Cara mengatasi gangguan kecemasan pada remaja berikutnya adalah dengan membantu mengelola perasaan negatif tersebut. Misalnya, anak memiliki kecemasan saat tampil di depan orang lain.

Sebagai langkah awal, Anda dapat mendorong anak berlatih tampil di depan keluarga inti terlebih dahulu. Tumbuhkan rasa percaya dirinya. Mereka secara perlahan dapat mengatasi kecemasan tampil di depan banyak orang.

Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja

Ilustrasi menasihat anak. (Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay)
Ilustrasi menasihat anak. (Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay)

3. Tunjukkan Cara Mengelola Stres

Melansir dari Verywell, anak adalah cermin yang akan mengikuti apa yang orang tua lakukan. Oleh karena itu, bantu anak mengelola kecemasannya dengan memberikan contoh cara mengelola stres dan kecemasan yang baik.

Jangan tunjukkan perilaku gelisah, emosional, dan ekspresi negatif lainnya. Ingat, anak adalah peniru yang baik.

4. Ajari Menggunakan Media Sosial dengan Benar

Remaja sekarang ini sudah canggih dalam urusan digital, termasuk bermain media sosial. Namun, terkadang, sumber kecemasan remaja justru bersumber dari media sosial.

Untuk menghindari efek negatif tersebut, orang tua dapat mengedukasi remaja soal penggunaan media sosial. Jelaskan untuk menggunakan media sosial sewajarnya dan batasi waktunya. Ingatkan pula bahwa apa yang ditampilkan di sana tidak semuanya benar.

Ajari juga anak remaja Anda untuk berhati-hati dalam memberikan pendapat di media sosial.

Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja

Ilustrasi ibu dan anak laki-lakinya. (Photo by Some Tale on Unsplash)
Ilustrasi ibu dan anak laki-lakinya. (Photo by Some Tale on Unsplash)

5. Lakukan Aktivitas Bersama

Lakukan kegiatan sederhana, seperti bermain, berolahraga, berlibur, atau memasak. Menghabiskan waktu bersama anak dapat membuat mereka merasa dicintai sekaligus membangun citra yang baik soal keluarga.

6. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Dorong gaya hidup yang sehat dengan makan-minum yang sehat, tidur cukup, dan rutin beraktivitas fisik. Mengapa hal ini penting? Faktanya, gaya hidup sehat dapat menghindarkan Anda dari stres dan kecemasan berlebihan.

Sumber: Klikdokter.com (Published: 1/7/2021)

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel