6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Para Ibu agar Cuan di Tahun 2021

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Pengelolaan keuangan keluarga menjadi salah satu tantangan tersendiri yang dihadapi oleh para ibu, khususnya di masa pandemi COVID-19. Setidaknya 7 dari 10 ibu mengaku kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga, dan hanya 1 dari 10 ibu yang benar-benar melakukan pencatatan keuangan selama masa pandemi.

Fakta ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh OVO, platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia, kepada 367 responden di Jabodetabek dan sekitarnya.

Konsultan Perencana Keuangan Prita Ghozie, membenarkan hasil survei yang dilakukan oleh OVO. Berdasarkan pengalamannya sebagai konsultan perencana keuangan, di tengah situasi pandemi, banyak kliennya yang mengeluhkan kesulitan pengelolaan keuangan.

“Sebetulnya, sebagai pengelola keuangan rumah tangga, para ibu tidak perlu panik dalam mengelola keuangan," ujar Prita.

Lalu bagaiamana mengelola keuangan agar tetap cuan di tahun depan?

1. Menyusun rencana keuangan dan displin

Ilustrasi perencanaan keuangan | unsplash.com/@kylejglenn
Ilustrasi perencanaan keuangan | unsplash.com/@kylejglenn

Prita menyampaikan, yang terpenting dan harus dilakukan adalah menyusun rencana menabung dan rencana belanja. Berikutnya adalah disiplin dalam menjalankan rencana tersebut, karena dalam rumah tangga, seorang ibu itu bisa diibaratkan sebagai nakhoda yang harus mengelola arus keuangan keluarga. Dengan melakukan pengelolaan keuangan termasuk sudah memiliki proteksi yang jelas bagi keluarga.

2. Menyiapkan dana darurat

Salah satu hal yang terpenting untuk dilakukan dalam menghadapi situasi tak menentu seperti pandemi saat ini adalah dengan menyiapkan dana darurat. Sayangnya, hanya setengah dari para ibu yang menjadi responden survei mengakui bahwa mereka tidak memiliki dana darurat.

Padahal di saat yang bersamaan, ibu yang memiliki dana darurat, lebih dari setengahnya mengungkapkan bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya dana tersebut karena dapat digunakan untuk menutupi pengeluaran harian selama pandemi.

3. Asuransi dan Investasi

Selain dana darurat, dana untuk asuransi dan investasi juga sepatutnya menjadi hal utama yang disiapkan dalam menghadapi masa pandemi. Tapi ternyata hanya 3 dari 10 ibu yang mengalokasikan dana untuk asuransi, dan hanya 8 persen ibu yang menganggap investasi sebagai prioritas dalam pengelolaan keuangan keluarga.

4. Skala prioritas

Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Kat Yukawa.
Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Kat Yukawa.

Model ternama Jennifer Bachdim, istri dari pesepakbola Irfan Bachdim, mengungkapkan terbiasa dengan skala prioritas akhirnya ia dan suami selalu bisa menyeimbangkan antara kebutuhan dengan keinginan.

“Jadi kalau ada pemasukan dari pekerjaan yang kami lakukan, kami langsung amankan untuk pos-pos dana yang memang menjadi kebutuhan harian, bulanan dan tahunan. Yang keluar dan yang masuk pun kami catat baik-baik. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang, saya bersyukur sebelumnya sudah menyiapkan dana darurat untuk hal-hal tidak terduga, sehingga perasaan menjadi lebih tenang apabila sewaktu-waktu harus mengeluarkan dana untuk hal tersebut,” ungkap Jennifer.

“Kami menyarankan agar mulai menginvestasikan penghasilan tambahan mereka untuk tujuan masa depan ke pilihan aset investasi jangka panjang seperti instrumen pasar modal," tambah Prita.

5. Bisnis

Prita menambahkan, saat ini semangat berbisnis semakin kuat menular di antara kalangan ibu-ibu. “Ini hal yang positif sekali dan solusi cerdas yang bisa dilakukan oleh para ibu, karena dengan semangat berbisnis, para ibu bisa memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan yang disukainya, seperti memasak, atau membuat karya kerajinan yang banyak diperlukan oleh masyarakat saat ini. Saya sangat percaya bahwa satu perempuan cerdas akan melahirkan satu generasi cerdas.”

6. Menggunakan aplikasi dompet digital

Prita menggunakan aplikasi dompet digital karena dapat membantu pengelolaan keuangan, karena ibu rumah tangga jadi bisa melihat kembali belanja apa saja yang telah dilakukan, selain itu menggunakan dompet digital dapat membantu mengurangi risiko tertular virus karena transaksi yang minim kontak dan cashless.

#changemaker