6 Cara Mengutip dari Jurnal yang Benar, Pahami yang Internasional

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Paham cara mengutip dari jurnal merupakan kemampuan dasar pembuatan karya ilmiah. Cara mengutip dari jurnal bisa dilakukan dengan enam macam gaya. Mulai dari langsung, tidak langsung, disertai nama penulis, tanpa nama penulis, dengan dua sumber berbeda, dan khusus internasional.

Karya ilmiah yang baik adalah memuat informasi yang bisa dipahami dengan mudah. Informasi yang dimaksud bukan hanya pernyataan dari seorang peneliti atau penulisnya. Melainkan dari kutipan jurnalnya juga, maka cara mengutip dari jurnal tak boleh dianggap remeh.

Informasi kutipan jurnal yang sesuai sumber aslinya memiliki beberapa manfaat. Sudah pasti memberikan kemudahan peneliti selanjutnya untuk mencari sumber serupa. Lalu memudahkan pembaca menjadikannya sumber rujukan untuk mencari informasi tambahannya.

Berikut Liputan6.com ulas cara mengutip dari jurnal dari berbagai sumber, Kamis (1/4/2021).

Cara Mengutip dari Jurnal Secara Langsung

Ilustrasi laptop | Burst dari Pexels
Ilustrasi laptop | Burst dari Pexels

Cara mengutip dari jurnal secara langsung merupakan salah satu jenis kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya. Meliputi bagian ejaan maupun bahasanya.

Kutipan langsung dari cara mengutip dari jurnal ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya jenis kutipan langsung kurang dari 4 baris dan kutipan langsung lebih dari 4 baris.

Cara mengutip dari jurnal secara langsung yang kurang dari 4 baris, rujukan ditulis di antara tanda kurung. Kemudian di awali dengan nama akhir seperti yang dalam daftar pustaka, tanda koma, tahun terbitan, titik dua spasi, dan diakhiri dengan nomor halaman.

Contoh cara mengutip dari jurnal secara langsung:

"Hormon leptin yaitu hormon yang mengontrol nafsu makan akan berkurang sehingga membuat nafsu makan meningkat." (Haryono, 2003:78)

Untuk cara mengutip dari jurnal secara langsung dengan lebih dari 4 baris sedikit berbeda. Penulisan dipisahkan dengan jarak 3 spasi dari teks, jarak antar baris kutipan ialah 1 spasi, kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian diberi keterangan sumber.

Kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan (Azahari, 2005: 38).

Cara Mengutip dari Jurnal Secara Tidak Langsung

Ilustrasi anak dan laptop | August de Richelieu dari Pexels
Ilustrasi anak dan laptop | August de Richelieu dari Pexels

Cara mengutip dari jurnal tidak langsung merupakan kutipan yang tidak sama persis dengan tulisan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip, kemudian menulisnya kembali menggunakan bahasa sendiri.

Untuk cara mengutip dari jurnal secara tidak langsung, kutipan diintegrasikan dengan teks, jarak antar baris kutipan ialah spasi ganda, kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian ditulis sumber kutipan.

Contoh cara mengutip dari jurnal secara tidak langsung:

Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.

Cara Mengutip dari Jurnal dengan Nama Penulis

Ilustrasi laptop | Vlada Karpovich dari Pexels
Ilustrasi laptop | Vlada Karpovich dari Pexels

Dalam mengutip jurnal yang diperuntukkan untuk pembahasan dengan nama penulis sedikit berbeda. Cara mengutip dari jurnal untuk pembahasan dengan memasukkan nama penulisnya, biasa diikuti tahun juga.

Kutipan yang diambil lebih direkomendasikan untuk diubah sedikit, meski begitu harus mempertahankan maknanya. Cara mengutip dari jurnal dengan nama penulis ini bisa di mulai dengan kalimat kutipan yang diikuti dengan tanda kurung.

Dalam tanda kurung tersebut berisi informasi nama penulis dan tahun publikasi jurnalnya. Contoh cara mengutip dari jurnal dengan nama:

Dalam sebuah karya ilmiah jenis penelitian, Budaya Lama merupakan sesuatu yang harus dilakukan (Suranto Hermanto, 2010). Sehingga…

Cara Mengutip dari Jurnal Tanpa Nama Penulis

Ilustrasi laptop | picjumbo.com dari Pexels
Ilustrasi laptop | picjumbo.com dari Pexels

Bila ingin mengutip dari jurnal tanpa nama, perhatikan kaidahnya. Meski bisa dikutip tanpa nama, jangan asal-asalan mengutip, ya. Cara mengutip dari jurnal tanpa nama biasanya murni berisi kutipan kalimat secara utuh.

Selain itu, cara mengutip dari jurnal tanpa nama penulisnya, bisa menambahkan keterangan di dalam tanda kurung. Dalam tanda kurung ini diberi penjelasan judul jurnal dan tahun publikasinya.

Contoh cara mengutip dari jurnal tanpa nama penulis:

Budaya konsolidasi suatu bangsa dan negara secara signifikan sudah mempengaruhi jalannya pemerintahan dalam sebuah negara. (Globalisasi dan Dampak Buruknya, 2014).

Cara Mengutip dari Jurnal dengan Dua Sumber Berbeda

Ilustrasi laptop | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi laptop | Andrea Piacquadio dari Pexels

Kaidah cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber berbeda bisa diterapkan juga. Akan ada saatnya dalam sebuah karya tulis memuat sebuah pembahasan yang berasal dari dua sumber, khususnya jurnal yang berbeda.

Bukan data kutipan dari jurnal yang berdiri sendiri-sendiri. Biasanya cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber berbeda akan saling melengkapi satu sama lain. Data primer yang dikutip bisa jadi sama.

Maka cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber berbeda bisa di mulai memperharikan penulisnya. Tuliskan dua nama penulis yang dipisahkan dengan tanda ampersand (&).

Contoh cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber berbeda:

Budaya konsolidasi suatu bangsa dan negara secara signifikan sudah mempengaruhi jalannya pemerintahan dalam sebuah negara. (Salim & Baim, 2017).

Cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber bukan hanya dengan tanda ampersand. Biasanya penulisan dua sumber jurnal ilmiah bisa dengan kata “dan”.

Contoh cara mengutip dari jurnal dengan dua sumber berbeda:

Budaya konsolidasi suatu bangsa dan negara secara signifikan sudah mempengaruhi jalannya pemerintahan dalam sebuah negara. (Salim dan Baim, 2017).

Cara mengutip dari jurnal Internasional

Ilustrasi smartphone dan laptop | Oleg Magni dari Pexels
Ilustrasi smartphone dan laptop | Oleg Magni dari Pexels

Gaya MLA

Moderen Language Association (MLA) merupakan gaya mengutip yang dirancang sederhana untuk mempermudah penulis dalam mengutip jurnal. Biasanya dalam penulisan gaya ini nama penulis ditulis lengkap dengan nama belakang ditulis di bagian depan. Adapun ciri-ciri lainnya dalam menulis kutipan dengan gaya MLA ialah sebagai berikut:

1. Meletakkan tahun terbit di akhir

2. Kutipan pada halaman cukup menuliskan kata akhir dan nomor halaman kutipan

3. Jika mengutip sumber online harus menampilkan tanggal, bulan, dan tahun diakses

Gaya APA

American Psyhological Association (APA) merupakan salah satu bentuk kutipan yang dikeluarkan oleh organisasi APA khususnya untuk bidang psikologi dan sosial. Adapun beberapa ciri kutipan dengan gaya APA ialah sebagai berikut:

1. Daftar Pustaka diurutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis atau judul jika tidak ada penulis

2. Nama depan penulis ditulis sebagai inisial

3. Jika ada penulis yang sama dalam daftar pustaka ditulis berurutan dari tahun paling lama

4. Bisa ditambahkan huruf a, b, c setelah tahun

Gaya Chicago

Berbeda dengan gaya APA dan MLA, gaya chicago memiliki ciri khas yaitu penempatan nomor pada bagian akhir kutipan dan catatan kaki pada bagian bawah halaman yang memuat kutipan. Di mana setiap akhir bab akan ditempatkan seluruh daftar referensi dalam bab.