6 Cara Merawat Aglonema, Tanaman Hias yang Lagi Hits

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi ini, banyak masyarakat yang menekuni hobi berkebun. Banyak orang yang kini mulai mengoleksi tanaman-tanaman hias. Selain dapat menghilangkan kejenuhan, keberadaan tanaman di rumah juga membuat udara jadi lebih segar.

Dari sekian tanaman hias yang naik daun, salah satunya adalah aglonema. Aglonema, juga sering disebut 'Chinese evergreens', berasal dari daerah tropis dan sub tropis di Asia. Daya tariknya terletak pada warna daunnya yang bervariasi, mulai dari daun hijau pekat, keperak-perakan, dan merah yang memikat.

Tanaman aglaonema atau aglonema berasal dan tumbuh liar di hutan hujan Asia Tenggara, serta banyak ditemukan di Indonesia, Thailand dan Malaysia. Kabarnya, nama Aglaonema diambil dari Bahasa Yunani Kuno yang berarti ‘tanaman mengkilap.

Di Indonesia, aglaonema kerap disebut sebagai ‘sri rejeki’. Sesuai namanya, tanaman ini dipercaya bisa memberikan energi positif dan mendatangkan rezeki. Tanaman hias aglaonema punya karakteristik yang mudah tumbuh. Meski begitu, Anda harus merawatnya dengan benar agar proses perkembangan dan pertumbuhannya bisa maksimal.

Dilansir dari laman Joy Us Garden, 2 November 2020, setidaknya ada enam cara merawat tanaman aglaonema yang bisa Anda praktikkan di rumah.

1. Gunakan tanah organik

Tanah organik sangat disarankan sebagai media tanam aglonema. Alasannya, tanah organik bisa membuat aglaonema cepat tumbuh subur dan sehat. Selain itu, cek rutin kualitas tanahnya. Kalau kondisi tanah telah menggumpal, kering, atau terlalu basah, gantilah dengan tanah yang baru. Tanah pot yang berbasis gambut dengan perlit ekstra adalah pilihan yang dianjurkan.

2. Jangan terlalu sering disiram

Tanaman hias mudah sekali tumbuh, sehingga Anda pun tak perlu menyiramnya terlalu sering. Yang terpenting pastikan ketersediaan nutrisi dan airnya cukup selama musim kering, dengan menyiram aglonema setiap dua sampai tiga kali dalam sepekan.

Namun jika musim penghujan atau musim dingin tiba, Anda harus mengurangi asupan air dengan hanya menyiramnya setiap satu hingga dua kali dalam sepekan. Selain itu, pakailah air bersih untuk menyiram bagian tanaman dan basahi daunnya untuk membersihkannya dari debu hingga bakteri.

3. Jauhkan paparan sinar matahari langsung

Ilustrasi tanaman hias (unsplash.com/Margarita Terekhova)
Ilustrasi tanaman hias (unsplash.com/Margarita Terekhova)

Aglaonema memang tergolong tanaman hias yang tidak manja, kendati demikian tanaman ini lebih baik jika tumbuh di tempat yang tidak mendapat paparan sinar matahari langsung. Kontak matahari secara langsung bisa membuat warna daun aglaonema berubah menjadi kuning dan layu.

4. Hindari suhu rendah atau dingin

Aglaonema ternyata punya toleransi yang rendah terhadap suhu yang dingin. Tanaman hias ini tidak suka tumbuh dalam suhu udara di bawah 16 derajat Celsius.

Jadi, usahakan untuk memberikan kenyamanan dan kelembapan udara yang baik meskipun tanaman aglaonema ditempatkan di dalam ruangan.

5. Pemangkasan dan penyebaran bibit baru

Ilustrasi Aglaonema | dallavita.com
Ilustrasi Aglaonema | dallavita.com

Jika aglonema berhasil tumbuh dan berkembang biak sehingga dapat menghasilkan banyak daun, Anda perlu melakukan repotting atau mengganti potnya sesuai ukuran aglonema. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang rendah, sehingga batangnya akan muncul secara bertahap. Repotting ini perlu dilakukan setiap 2 sampai 3 tahun.

Setelah di-repotting, Anda bisa melakukan pemangkasan dan penyebaran bibit baru pada pot-pot lainnya. Anda dapat membuang daun yang berwarna hijau tua yang mati saat muncul dengan mengikuti batang dedaunan hingga ke pangkal tanaman. Hindari memangkas daun yang sedang tumbuh dengan cara yang sama.

Cobalah untuk tidak mencabut bagian yang sedang tumbuh dari pangkal tanaman, karena berisiko mengalami kerusakan pada tanaman itu sendiri. Setelah itu, aglonema yang sudah muncul tunas-tunas baru, dapat ditanam di pot-pot yang lain agar dapat kembali berkembang biak di pot lainnya.

6. Basmi hama secara rutin

Cara merawat aglonema yang terakhir adalah memastikan kondisi daun dan batang bebas dari hama yang dapat mengganggu dan merusak pertumbuhan aglonema. Hama yang dimaksud seperti laba-laba, tungau, kutu, hingga ulat bulu.

Untuk membasmi atau mengusir hama-hama tersebut, semprotkan sedikit pestisida ke tanaman aglaonema. Lakukan proses ini secara rutin, untuk memastikan hama benar-benar hilang atau musnah.

Hari harimau sedunia diperingati setiap 29 Juli (Liputan6.com/Abdillah)
Hari harimau sedunia diperingati setiap 29 Juli (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan video pilihan di bawah ini: