6 Ciri-Ciri Asam Urat yang Jarang Disadari dan Cara Pencegahannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mungkin, kerap kali tidak disadari Anda merasakan beberapa ciri-ciri asam urat. Salah satunya seperti sendi yang terasa sakit dan sulit digerakkan. Sayangnya, ciri-ciri asam urat ini banyak disepelekan, karena kondisi tersebut cepat atau lambat dianggap dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya.

Berdasar keterangan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, penyebab asam urat bisa saja terjadi akibat adanya peradangan di sendi. Peradangan tersebut bisa disebabkan karena ada penumpukan kristal monosodium urat pada sendi serta jaringan yang berada di sekitarnya. Pada beberapa kasus, kristal asam urat juga dapat terbentuk dan menumpuk di area organ ginjal.

Jika dilihat lebih jauh mengenai apa sebenarnya penyebab asam urat, tentu bisa sangat beragam. Akan tetapi, salah satu penyebab asam urat yang paling umum dikenali karena konsumsi makanan yang memiliki kadar purin tinggi, seperti jeroan atau mungkin makanan laut. Maka dari itu, banyak yang menyarankan untuk menjauhi makanan penyebab asam urat tersebut.

Kemudian, penyebab asam urat juga bisa dikarenakan ada gangguan pada organ ginjal. Hal tersebut menyebabkan asam urat tidak mampu terbuang melalui urine. Sebenarnya, kadar asam urat yang umum dapat dibilang tinggi jika sudah melebihi 6 mg/dl. Beda halnya pada pria, di mana kadar asam urat baru perlu diwaspadai jika sudah lebih dari 7 mg/dl.

Sayangnya, ciri-ciri asam urat tinggi yang muncul tersebut, bisa menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, hal ini tidak bisa disepelekan. Berikut Liputan6.com telah melansir Klikdokter mengenai apa saja ciri-ciri asam urat serta cara pencegahannya yang perlu dipahami, Kamis (14/1/2021).

1. Nyeri sendi berulang

Ilustrasi Asam Urat Credit: pexels.com/Matthias
Ilustrasi Asam Urat Credit: pexels.com/Matthias

Ciri-ciri asam urat ini bisa terjadi baik pada bagian sendi kecil maupun sendi besar. Biasanya, sendi yang paling sering terkena nyeri ini ada pada bagian pangkal jempol kaki. Sendi tersebut dijuluki “podagra gout”, karena merupakan salah satu sendi yang terdampak cukup besar ketika terjadi serangan asam urat.

2. Sendi panas dan terbakar

Ilustrasi Asam Urat Credit: pexels.com/JimdeRamos
Ilustrasi Asam Urat Credit: pexels.com/JimdeRamos

Selanjutnya, ciri-ciri asam urat bisa menimbulkan rasa panas dan terbakar. Ketika terjadi peningkatan asam urat, maka bisa saja muncul sensasi panas seperti terbakar terutama pada area sendi. Timbulnya rasa tidak nyaman berupa panas atau bahkan terbakar tersebut, disebabkan oleh aliran darah yang terhambat karena terjadi penumpukan asam urat.

3. Bengkak dan nyeri persendian

Ilustrasi Gejala asam urat  (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Gejala asam urat (Sumber: Pixabay)

Biasanya, ciri-ciri asam urat ini akan terlihat di beberapa bagian tubuh yang mengalami asam urat tinggi. Jika sudah mulai muncul ciri-ciri asam urat ini, maka ada baiknya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter agar dilakukan tindak pengobatan lebih lanjut.

4. Muncul tofus

Nyeri Sendi pada Lutut Belum Tentu Asam Urat!
Nyeri Sendi pada Lutut Belum Tentu Asam Urat!

Tofus merupakan endapan kristal urat yang bisa dijumpai pada bagian permukaan kulit dan memiliki bentuk berupa benjolan. Namun, selain ciri-ciri asam urat tersebut, penderita asam urat tinggi juga berpotensi mengalami endapan kristal urat pada organ ginjal bahkan hal ini yang bisa menyebabkan batu ginjal.

5. Muncul kemerahan pada area sendi

Ilustrasi Memakai High Heels Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Memakai High Heels Credit: pexels.com/pixabay

Ciri-ciri asam urat berupa bengkak yang terjadi akibat karena asam urat, bisa menjadi salah satu penyebab mengapa muncul tanda kemerahan di sekitar area tubuh yang bengkak tersebut. Maka, jika Anda merasa mengalami ciri-ciri asam urat berupa bengkak, coba perhatikan apakah tangan dan kaki muncul kemerahan atau tidak.

6. Bentuk sendi berubah

Ilustrasi sendi nyeri (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi sendi nyeri (Sumber: Pixabay)

Apabila asam urat tidak ditangani dengan tepat, maka sangat berpotensi dapat mengubah bentuk sendi bahkan menghambat fungsi sendi yang terdampak. Selain itu, adanya perubahan bentuk sendi tersebut juga dapat menganggu aspek estetika, hingga pada akhirnya akan berpotensi menurunkan kepercayaan diri penderita asam urat tinggi.

Itulah mengapa, dengan memahami berbagai ciri-ciri asam urat di atas, setidaknya bisa lebih waspada terhadap gejalanya lebih awal. Apabila ada salah satu ciri-ciri asam urat yang muncul, maka ada baiknya segera ke dokter agar dapat dilakukan tindak pengobatan yang tepat. Melalui penanganan yang lebih dini, setidaknya akan mencegah asam urat dan dampaknya semakin parah.

Cara Mencegah Asam Urat

Ilustrasi makanan sehat  (Dok.Unsplash)
Ilustrasi makanan sehat (Dok.Unsplash)

Sebenarnya, penyakit asam urat cukup sulit dikenali apabila keluhannya belum terjadi. Pasalnya, sangat sulit untuk menilai kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh seseorang apabila tidak dilakukan langkah pemeriksaan darah.

Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan upaya pencegahan agar penyebab asam urat tinggi tidak menyerang. Ada beberapa cara mencegah asam urat yang bisa dilakukan, antara lain:

- Konsumsi makanan rendah lemak dan protein.

- Banyak konsumsi minum air putih, minimal 2 liter per hari.

- Lebih baik hindari konsumsi makanan tinggi purin penyebab asam urat seperti jeroan, daging merah, seafood.

- Jangan konsumsi minuman dengan kandungan alkohol.

- Batasi konsumsi minuman dengan gula berlebihan.

- Kontrol berat badan supaya tetap pada rentang ideal.

- Rutin dan teratur olahraga.