6 Ciri-ciri Diabetes di Usia Muda, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyakit diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga pada remaja di usia muda. Ini adalah kondisi dimana hormon insulin mengalami gangguan dalam mengendalikan kadar gula darah tubuh dan dapat membahayakan kesehatan.

Diabetes adalah salah satu penyakit jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam tubuh. Meningkatnya kadar gula darah ini disebabkan karena berbagai faktor, dan salah satunya adalah karena pola hidup yang tidak sehat serta konsumsi makanan yang tidak teratur.

Pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat menyerap insulin dengan baik. Sehingga insulin yang dihasilkan tersisa terlalu banyak dalam darah dan menyebabkan diabetes. Meskipun begini, banyak masyarakat yang masih menganggap jika diabetes hanya menyerang orang tua.

Semakin cepat mengetahui ciri-ciri diabetes di usia muda dapat meminimalisir terjadinya komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. Memulai hidup sehat, pola makan yang baik dan rutin berolahraga adalah cara terbaik menghindari munculnya komplikasi akibat diabetes. Berikut ini rangkuman oleh Liputan6.com dari berbagai sumber tentang ciri-ciri diabetes, penyebab hingga cara mengatasinya, Jum’at (26/03/2021).

Ciri – ciri Diabetes di Usia Muda

Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/Drise
Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/Drise

Dengan mengetahui ciri-ciri dari penyakit diabetes ini, kita dapat bertindak cepat dalam mengatasinya. Berikut ini adalah ciri-ciri diabetes pada usia muda yang harus diwaspadai.

1. Sering kehausan atau Dehidrasi

Ciri-ciri diabetes yang pertama adalah mempunyai gejala mudah dehidrasi atau kehausan, padahal sudah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebih. Hal ini terjadi karena kadar gula yang berlebih dalam darah akan menyerap air secara terus-menerus yang mengakibatkan kondisi polidipsia atau kehausan secara berlebihan.

2. Terlalu sering buang air kecil

Ciri-ciri diabetes selanjutnya adalah mempunyai gejala yang sering buang air kecil, meskipun wajar adanya jika kondisi ini terjadi karena banyak mengkonsumsi air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh atau karena merasakan haus yang berlebih. Namun, ciri-ciri ini harus diwaspadai apabila Anda sering buang air kecil terlebih waktu malam hari yang melebihi kadar normalnya seseorang mengeksresikan air seni dalam setiap harinya hanya dua liter.

3. Selalu merasa lapar

Ciri-ciri diabetes yang berikutnya adalah selalu merasa lapar. Hal ini terjadi karena produksi insulin yang berkurang secara drastis dapat mengakibatkan sulitnya memasukkan gula ke sel yang berakibat otot dan organ melemah sehingga tubuh kehilangan energi.

Akibat kekurangan energi tersebut maka otak akan mengirimkan sinyal rasa lapar agar tubuh segera mendapatkan asupan energi melalui makanan. Kondisi timbulnya rasa lapar itu disebut juga dengan poliphagia.

4. Terjadi penurunan berat badan secara drastis

Ciri-ciri diabetes yang lainnya adalah penurunan berat badan secara drastis. Meski penderita diabetes mempunyai gejala yang mudah lapar dan telah banyak mengkonsumsi makanan namun tetap mengalami penurunan berat badan yang tidak normal, ini adalah faktor utama dari diabetes.

Hal tersebut terjadi karena gangguan metabolisme pada glukosa yang mengakibatkan tubuh akan melakukan alternatif lain untuk mendapatkan energi dengan pembakaran pada otot dan lemak hingga orang terlihat kurus.

5. Kelelahan

Dari melihat ciri-ciri diabetes diatas yang membuat orang mudah lapar dan haus belum tentu akan terhindar dari kelelahan. Penurunan berat badan yang diakibatkan oleh pembakaran otot dan lemak secara abnormal ini akan membuat tubuh penderita diabetes merasa kelelahan walau tidak banyak melakukan aktivitas.

6. Gangguan penglihatan

Terjadinya dehidrasi yang ekstrem akibat tingginya gula darah akan berakibat pada pandangan yang kabur karena cairan dalam lensa mata juga ikut diserap tubuh. Jika sudah terjadi pada gangguan penglihatan ini maka segera untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika tidak ditangani secara cepat maka risiko kehilangan penglihatan total akan terjadi.

Penyebab Diabetes di Usia Muda

Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/pixabay

Setidaknya ada faktor yang menyebabkan anak remaja bisa mengalami diabetes, hal terdsebut juga harus diketahui oleh orang tua. Berikut penjelasannya.

1. Faktor Genetik

Faktor utama diabetes adalah faktor genetik atau riwayat keturunan. Perlu diketahui, faktor ini bukan hanya garis keturunan orangtua secara langsung. Maksudnya, jika kedua orangtua Anda tidak memiliki riwayat penyakit diabetes, tetapi kakek atau nenek Anda memiliki riwayat diabetes, seseorang berpotensi mengembangkan penyakit ini.

2. Makanan

Selain faktor genetik, diabetes juga bisa dipicu pola hidup tidak sehat, terutama kebiasaan makan yang buruk. Kebiasaan mengonsumsi junk food, minuman bersoda, minuman-makanan mengandung gula, atau makanan berkarbohidrat tinggi, tanpa diimbangi konsumsi makanan tinggi serat yang terdapat di buah maupun sayuran.

3. Malas berolahraga

Penyebab diabetes yang terakgir adalah malas untuk berolahraga. Hal ini, karena kebanyakan anak muda sekarang malas untuk bergerak, sehingga akan menyebabkan risiko tinggi terkena diabetes. Karena dengan bergerak akan membantu membakar lemak pada tubuh.

Cara Mengatasi Diabetes di Usia Muda

Ilustrasi Diabetes.  | pexels.com/@alexandermils
Ilustrasi Diabetes. | pexels.com/@alexandermils

Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengontrol kadar gula dalam darah agar dapat mendekati normal. Pengobatan ini juga bertujuan untuk mengatasi ciri-ciri diabetes di usia myda serta mencegah terjadinya komplikasi diabetes.Berikut adalah cara paling utama untuk mnegatasi gejala diabetes.

1. Pemberian insulin

Ketika Anda mengetahui curi-ciri diabetes pada diri ataupun orang lain secepatnya segera untuk memberikan insulin agar tidak berakibat fatal kedepannya.

2. Konsumsi makanan sehat

Mengubah pola makan merupakan cara pertama yang bisa kamu lakukan di usia muda bila tidak ingin mengalami diabetes. Bila selama ini kamu sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi, mengandung kadar gula tinggi, dan serba diproses.

Pilih makanan yang rendah lemak dan kalori, serta tinggi serat. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan yang merupakan sumber vitamin dan serat yang baik untuk tubuh. Selain itu, dapatkan asupan protein yang baik dari makanan, seperti telur, tahu, tempe, dan daging tanpa lemak. Untuk asupan karbohidrat, kamu bisa mengganti nasi putih dengan karbohidrat lain yang lebih sehat, contohnya nasi merah, jagung, atau ubi jalar.

3. Menurunkan berat badan berlebih

Bila kamu memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menghilangkan 7 persen dari berat badan kamu dapat membantu mencegah diabetes. Untuk menjaga berat badan tetap ideal, fokuslah pada perubahan kebiasaan makan dan olahraga secara permanen. Motivasi diri kamu sendiri dengan mengingat manfaat menurunkan berat badan, seperti jantung yang lebih sehat, energi lebih kuat, dan kepercayaan diri meningkat.

4. Cukup tidur

kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, lho. Hal ini karena kurang tidur kemungkinan akan memberikan respon stres pada tubuh, sehingga terjadi pelepasan hormon stres yaitu kortisol dan norepinephrine, yang berkaitan dengan resistensi insulin. Jadi, meskipun di usia muda, kamu masih memiliki energi dan semangat yang tinggi untuk menjalani segudang aktivitas, tetapi sebaiknya kurangilah begadang dan pastikan kebutuhan istirahat kamu terpenuhi dengan baik.

5. Batasi minuman beralkohol dan merokok

Di usia muda, kamu juga perlu membatasi minuman beralkohol dan merokok demi mencegah diabetes. Hal ini karena kandungan nikotin pada rokok dapat merusak sel pankreas yang berfungsi memproduksi insulin, sehingga akhirnya meningkatkan risiko kamu terkena diabetes.

Itulah beberapa ciri-ciri diabetes, penyebab hingga cara mengatasinya. Jika memang Anda ataupun anak Anda merasakan dari beberapa ciri-ciri diabetes diatas, sebaiknya cepat konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.