6 Ciri-ciri Mata Minus yang Sering Disepelekan, Ketahui Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Mata Minus merupakan kelainan mata yang sering dialami oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia. Ciri-ciri mata minus ditandai dengan penglihatan yang buram atau tampak kabur saat melihat objek jarak jauh. Sedangkan dalam dunia medis, mata minus disebut dengan rabun jauh atau miopi.

Gangguan penglihatan ini bisa terjadi ketika bentuk bola mata atau kornea menyebabkan kurang tepatnya cahaya yang masuk ke mata. Akibatnya, bayangan objek terfokus di depan retina dan tidak tepat pada retina mata. Ciri-ciri mata minus ini dapat terjadi pada anak-anak usia 6-14 tahun hingga orang dewasa.

Bila sudah demikian, umumnya membutuh alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak untuk memperbaikinya. Namun, bagi mereka yang tidak pernah punya masalah penglihatan mungkin sulit untuk sadar ketika fungsi matanya mulai berkurang. Hal ini bisa terjadi karena tidak mengerti, atau bahkan tidak terbiasa membedakan penglihatan seperti apa yang normal dan yang tidak.

Di samping pandangan yang kabur saat melihat jauh, ada pula sejumlah ciri-ciri mata minus lain yang sering disepelekan dan dapat berakibat fatal jika dibiarkan. Berikut penjelasannya telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (16/5/2021).

Ciri-ciri Mata Minus

Ilustrasi/Krakenimages.com
Ilustrasi/Krakenimages.com

1. Sering Memicingkan Mata

Ciri-ciri mata minus yang pertama adalah sering memicingkan mata. Hal ini, biasanya terjadi secara tiba-tiba dengan penderita yang mulai memicingkan mata agar bisa fokus dan melihat objek dengan jelas. Bahkan sering kali disertai dengan memajukan wajah atau mendekatkan objek tersebut pada mata penderita.

2. Mata Sering Mudah Lelah

Ciri-ciri mata minus yang selanjutnya adalah mata sering mudah lelah. Hal ini terjadi akibat mata yang dipaksa untuk selalu fokus melihat benda jauh agar terlihat jelas. Selain mata mudah lelah, juga sering mengalami kemerahan dan pusing jika terlalu lama memaksa mata untuk selalu fokus.

3. Kesulitan Melihat Jelas di Malam Hari

Ciri-ciri mata minus yang berikutnya adalah kesulitan melihat jelas ketika di malam hari. Anda seringkali tidak bisa melihat dengan jelas, khususnya saat mengemudi. Untuk kasus ini, Anda mungkin terkena night myopia (rabun senja), yaitu kondisi di mana rabun jauh hanya terjadi saat gelap atau malam hari saja. Biasanya tajamnya daya lihat bagi penderita night myopia juga tergantung dari seberapa terang ruangan atau lingkungan di sekitarnya.

4. Sering Pusing atau sakit Kepala

Ciri-ciri mata minus yang selanjutnya adalah sering mengalami sakit kepala. Hal ini terjadi saat penderita memaksa untuk terus-menerus agar dapat melihat jelas suatu benda yang memiliki jarak jauh.

5. Mengedip Terlalu Sering

Ciri-ciri mata minus yang berikutnya adalah mengedipkan mata terlalu sering. Hal ini sering terjadi pada Anda yang tidak sadar sering mengedipkan mata saat melihat objek jauh. Jika sudah seperti ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Sering Menggosok Mata

Ciri-ciri mata minus yang lainnya adalah sering menggosok mata. Dalam kasusu ini biasanya mata terasa pedas, perih, atau capek saat melihat objek yang jauh.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mata Minus

Ilustrasi main hp ponsel di tempat tidur. (Photo by Boudewijn Huysmans on Unsplash)
Ilustrasi main hp ponsel di tempat tidur. (Photo by Boudewijn Huysmans on Unsplash)

Jika Anda sudah mengetahui ciri-ciri mata minus sebaiknya hindari hal-hal berikut ini untuk menurunkan resiko mata minus. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mata minus, diantaranya :

1.Terlalu sering menatap layar gadget dengan jarak dekat

Menatap layar gadget sudah menjadi gaya hidup orang saat ini. Kebiasaan buruk kerap kali dilakukan pada saat menatap layar gadget seperti sambil tiduran ataupun jarak pandang mata yang terlalu dekat karena asyik menonton konten di gadget. Kebiasaan buruk ini meningkatkan resiko pada mata minus Anda.

2. Menatap layar gadget dengan lampu redup atau gelap

Jika terus menerus menatap layar gadget secara gelap - gelapan, mata akan terpapar sinar biru yang sangat kuat dari gadget dan pupil di mata akan melebar dan otot mata akan bekerja ekstra untuk fokus di tempat gelap yang lambat laun akan membuat mata minus Anda bertambah.

3. Faktor genetik

Mata minus seringkali diturunkan secara genetik dari keluarga. Jika salah satu ataupun kedua orang tua memiliki mata minus maka anaknya memiliki resiko lebih tinggi untuk memiliki mata minus juga, akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak tidak memiliki mata minus karena berbagai faktor lain seperti kebiasaan anak maupun nutrisi anak sejak lahir.

4. Faktor Lingkungan

Seringkali kebiasaan berpengaruh terhadap kesehatan kita. Orang yang memiliki kebiasaan beraktivitas lebih banyak di dalam ruangan sehingga jarak pandangnya pendek terus menerus dapat meningkatkan resiko mata minus.

Cara Mengatasi Mata Minus

Ilustrasi pakai kacamata. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi pakai kacamata. Credit: pexels.com/pixabay

Apabila mengalami ciri-ciri mata minus, Anda perlu memeriksakan kondisi mata ke dokter mata. Dokter spesialis mata akan memberikan beberapa pilihan penanganan mata minus untuk mengatasi kondisi Anda, atau setidaknya membantu Anda untuk melihat objek yang jauh dengan lebih jelas.Sederet langkah penanganan mata minus bisa meliputi:

1. Kacamata

Kacamata menjadi pilihan bagi sebagian besar penderita rabun jauh. Ukuran lensa kacamata yang diresepkan oleh dokter akan tergantung pada keparahan rabun jauh yang dialami oleh penderita.Terkadang ada penderita mata minus ringan mungkin hanya perlu mengenakan kacamata sesekali atau saat melakukan aktivitas tertentu. Tapi ada juga pengidap rabun jauh tingkat menengah hingga berat, yang mesti menggunakan kacamata sepanjang waktu.

2. Lensa kontak

Bagi sebagian orang, penggunaan lensa kontak memberikan penglihatan yang lebih jelas dan lebih bebas dibandingkan menggunakan kacamata. Tetapi merawat lensa kontak harus lebih hati-hati dibanding kacamata. Lensa kontak akan ditempelkan langsung di bola mata. Ini berarti, kemungkinan mata untuk teriritasi atau terkena infeksi akan lebih besar. Pengguna lensa kontak harus memastikan bahwa lensa kontak yang digunakan benar-benar bersih serta tidak sobek.

3. Prosedur dengan laser

Tindakan seperti LASIK (laser in situ keratomileusis) bisa jadi pilihan bagi penderita rabun jauh dewasa. Sinar laser akan ditembakkan untuk mengoreksi kecembungan kornea mata dengan cara membuang sedikit jaringan mata.

4. Operasi refraktif

Bagi mereka yang menderita rabun jauh parah dan kornea matanya terlalu tipis untuk menjalani operasi dengan laser, bisa menjalani operasi refraktif. Dokter akan menanam lensa kecil dengan koreksi optikal yang tepat di mata supaya pembiasan cahaya jatuh di retina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel