6 Ciri-ciri Usus Buntu, Kenali Penyebab dan Pengobatannya

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri usus buntu penting untuk kamu ketahui sejak dini. Pasalnya, jika kamu mengabaikan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan masalah kesehatan kamu yang lainnya. Usus buntu merupakan organ dengan bentuk seperti kantong kecil dengan ukuran sekitar 5 cm hingga 10 cm, terhubung ke usus besar.

Penyakit usus buntu atau apendisitis, adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu atau apendiks. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan di usus. Kamu perlu untuk mengenali gejala atau ciri-ciri usus buntu tersebut segera mungkin agar mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dan memperkecil risiko komplikasi.

Jika terlambat diketahui, tentunya akan menyebabkan kondisi yang lebih buruk, yakni pecahnya usus buntu yang berakibat infeksi berat. Oleh sebab itu gejala atau ciri-ciri usus buntu tak boleh diabaikan. Pasalnya beberapa gejala atau ciri-ciri usus buntu ini cukup sering ditemukan pada gejala penyakit lainnya.

Semua kalangan usia bisa mengalaminya. Hanya saja, yang paling sering dan berisiko adalah mereka yang berusia 18-35 tahun. Begitu juga sangat jarang ditemui pada anak usia di bawah 2 tahun. Seseorang yang mengidap penyakit usus buntu akan merasa nyeri di perut sebelah kanan bagian bawah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ciri-ciri usus buntu yang perlu diperhatikan sejak dini, Jumat (6/11/2020).

Ciri-ciri Usus Buntu

Ilustrasi usus buntu
Ilustrasi usus buntu

Ciri-ciri usus buntu ini harus kamu ketahui sejak dini dan tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, jika ciri-ciri tersebut diabaikan akan berakibat terhadap kondisi kesehatan kamu yang semakin buruk. Ada beberapa orang yang hanya mengalami ciri-ciri usus buntu tertentu saja (atipikal). Jadi, penetapan diagnosis tetap membutuhkan bantuan dokter.

1. Sakit Perut Bagian Kanan Bawah

Ciri-ciri usus buntu yang pertama yakni sakit perut bagian kanan bawah. Ciri-ciri tersebut merupakan ciri-ciri yang sering dirasakan oleh penderita usus buntu. Apabila kamu sering merasakan ciri-ciri tersebut, kamu sebaiknya langsung konsultasi ke dokter agar segera mendapatkan penanganan.

Usus buntu biasanya diawali dengan gejala nyeri atau kram pada perut yang terjadi secara mendadak. Akan tetapi kebanyakan orang lebih sering mengalami sakit perut yang intens dibanding dengan kram perut.

Ciri-ciri usus buntu satu ini terjadi karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Hal tersebut terjadi akibat adanya iritasi lapisan dinding perut, sehingga kamu mengalami nyeri di bagian perut. Namun, perlu diketahui bahwa lokasi munculnya ciri-ciri usus buntu ini berbeda tiap orang. Bergantung dengan usia dan area usus buntu mana yang mengalami masalah.

2. Mual dan Muntah

Ciri-ciri usus buntu berikutnya yakni mual dan muntah bahkan menyebabkan nafsu makan menjadi menurun. Ciri-ciri usus buntu satu ini tak boleh diabaikan. Jika kamu merasakan mual dan muntah hingga nafsu makan kamu menurun kamu harus segera konsultasikan ke dokter.

Munculnya ciri-ciri usus buntu ini kemungkinan besar disebabkan oleh peradangan pada saluran cerna dan sistem saraf. Rasa tidak nyaman pada perut ini, tentunya dapat menurunkan nafsu makan secara drastis. Awalnya, ciri ini mungkin terlihat seperti penyakit lainnya yang lebih ringan, namun jika hal ini tidak berhenti hingga lebih dari 12 jam, Anda harus pergi ke dokter secepatnya.

3. Demam

Ciri-ciri usus buntu berikutnya yang tak boleh diabaikan yakni demam ringan yang dimana demam berkisar antara 37 sampai 38 derajat Celcius. Bila semakin parah, demam bisa mencapai 38 derajat Celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung.

Demam ini merupakan reaksi alami sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi guna mengurangi jumlah bakteri jahat yang akan menyerang.

Ciri-ciri Usus Buntu

(Ilustrasi) Pendarahan Usus | via: Liputan6.com
(Ilustrasi) Pendarahan Usus | via: Liputan6.com

4. Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri usus buntu selanjutnya yakni penderita sering buang air kecil. Usus buntu terletak di bawah panggul, sehingga posisinya bisa dibilang dekat dengan kandung kemih. ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih.

Meradangnya kandung kemih saat usus buntu terjadi, membuat penderita jadi lebih sering buang air kecil. Bila digambarkan lebih tepat, desakan buang air kecil jadi lebih sering, tapi urine yang dikeluarkan sedikit.

5. Sembelit atau Diare

Ciri-ciri usus buntu berikutnya yang tak boleh diabaikan yakni menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Sakit perut yang parah biasanya bersamaan dengan diare. Kotoran yang dikeluarkan biasanya juga mengandung lendir.

Selain itu, ciri-ciri usus buntu yang berhubungan dengan gangguan pencernaan menyertai adalah susah buang angin alias kentut dan sakit pinggang. Kondisi ini tentu membuat perut semakin tidak nyaman karena mungkin merasakan perut jadi penuh. Bila kamu salah satu orang yang mengalami kesulitan untuk buang angin, kemungkinan besar penyumbatan pada usus sudah terjadi sebagian atau menyeluruh.

6. Nyeri Lepas Tekan

Ciri-ciri usus buntu berikutnya yakni nyeri lepas tekan. Ciri-ciri usus buntuk satu ini merupakan Salah satu dari sekian banyak tanda-tanda usus buntu yang dapat dilihat melalui pemeriksaan.

Maksud dari nyeri lepas tekan adalah ketika menekan perut memang terasa sakit, namun ketika tekanan tersebut dilepas, seketika akan terasa lebih sakit. Tekanan untuk mengecek gejala ini sebaiknya dilakukan oleh dokter dan tidak dilakukan sendiri karena dikhawatirkan akan memperberat kondisi yang ada.

Penyebab Usus Buntu

Ilustrasi usus (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi usus (sumber: iStockphoto)

Selain ciri-ciri usus buntu yang harus diketahui, kamu juga perlu untuk mengetahui penyebab dari usus buntu tersebut. Mengenali penyebab usus buntu ini penting sekali dilakukan. Pasalnya, tak ada cara lain selain operasi pengangkatan untuk penyembuhannya. Jadi, daripada harus mengalaminya dulu dan dioperasi, lebih baik hindari penyebabnya sejak dini.

1. Makanan Pedas

Penyebab usus buntu yang pertama yakni makanan pedas. Biji cabai yang tidak hancur memang dapat menyumbat usus dalam jangka waktu panjang, dan akhirnya menjadi penyebab usus buntu. Meski begitu, makanan pedas bukanlah masalah utamanya.

Makan makanan pedas seperti cabai, paprika pedas, atau saus sambal dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Beberapa orang akan merasakan sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai mual.

2. Makanan Dibakar

Penyebab usus buntu berikutnya yakni makanan yang dibakar. Hal ini akan membuat makanan tersebut mengandung zat karsinogen yang dapat memicu terjadinya radang usus buntu bahkan hingga kanker. Untuk menghindari risiko ini lebih baik segera mengurangi konsumsinya.

3. Polusi Udara

Polusi udara merupakan penyebab usus buntu berikutnya yang perlu diketahui. Polusi udara yang dihirup di jalan raya bisa menjadi penyebab usus buntu. Hal ini dipaparkan oleh sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dimuat dalam Enviromental Health Perspectives. Diungkap bahwa polusi udara dan ozon yang dihasilkan oleh kegiatan manusia sehari-hari. Hal ini pun dapat meningkatkan resiko orang terkena apendisitis atau penyakit usus buntu.

4. Makanan Rendah Serat

Penyebab usus buntu berikutnya yakni mengonsumsi makanan rendah serat. Sering mengonsumsi makanan yang rendah serat dapat meningkatkan risiko radang usus buntu. Menurut penelitian, terhadap hampir dua ribu orang anak di Yunani, mereka mengalami radang usus buntu karena asupan serat yang diterimanya rendah.

Dalam studi kasus lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki persentase asupan serat lebih dari 50% memiliki risiko 30% lebih rendah terkena radang usus buntu, dibandingkan dengan anak yang jarang makan serat.

Penyebab Usus Buntu

Ilustrasi masalah pada usus (sumber: iStock)
Ilustrasi masalah pada usus (sumber: iStock)

5. Menahan Kentut

Penyebab usus buntu berikutnya yakni menahan kentut. Menahan kentut kerap dilakukan seseorang ketika tengah berada di tempat umum atau sedang berkumpul bersama teman atau keluarga. Menahan kentut merupakan penyebab usus buntu berikutnya yang tak boleh diabaikan.

Orang yang sering menahan kentut, membuat gas akan tertahan pada saluran pencernaan usus. Hingga membuat apendiks menjadi bengkak dan meradang. Hal ini bisa mengakibatkan dinding usus menjadi tipis dan akan lebih rentan terjadi peradangan dan pembengkakan pada rongga usus buntu.

6. Makan Gorengan dan Jajan Sembarangan

Penyebab usus buntu selanjutnya yakni sering makan gorengan atau jajan sembarangan. Sering mengonsumsi makanan yang digoreng juga merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi tubuh. Segala macam makanan yang digoreng mempunyai zat karsinogen yang berbahaya bagi tubuh.

Fakta menyebutkan bahwa mengonsumsi daging kalengan atau berbagai jenis daging instan yang dijual di pasaran tidak baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Sama seperti makanan yang digoreng atau dibakar, daging kalengan ini menyimpan zat karsinogen yang mampu memicu terjadinya radang pada usus buntu.

Jajanan yang biasa dijual bebas di pinggir-pinggir jalan tidak terjaga kebersihannya, sehingga rentan tercampur oleh debu, polusi juga bakteri yang tersebar bebas.

Bakteri yang menempel pada jajanan tersebut bisa menjadi penyebab usus buntu, karena memicu terjadinya peradangan dan pembengkakan pada rongga usus buntu. Maka dari itu, perlu menghindari konsumsi makanan atau jajanan yang tidak higienis.

7. Penyumbatan

Penyebab usus buntu berikutnya yakni adanya penyumbatan. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker.

Penyumbatan ini kemudian dapat menjadi rumah baru bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini lama kelamaan dapat mengakibatkan usus buntu jadi meradang, bengkak, dan dipenuhi dengan nanah.

Penyumbatan ini pun bisa bersifat sebagian atau seluruh menutupi saluran usus buntu. Bila penyumbatan menutup keseluruhan rongga usus buntu, ini perlu dioperasi.

8. Genetik

Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian sebagai penyebab usus buntu akut. Sebanyak 56 persen penyebab usus buntu merujuk pada faktor genetik.

Pengobatan Usus Buntu

Selain memahami ciri-ciri usus buntu dan penyebab, pengobatan yang dilakukan untuk penyakit usus buntu ini yakni dengan operasi usus buntu. Pengobatan untuk mengatasi usus buntu ini terdiri dari dua jenis, yakni :

1. Laparoskopi apendektomi

Sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan mengangkat usus buntu. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus usus buntu yang ringan. Kebanyakan orang lebih memilih melakukan prosedur ini karena masa pemulihannya cenderung lebih cepat.

2. Apendektomi terbuka

Sebuah operasi yang memotong perut kanan bawah untuk mengangkat usus sekaligus membersihkan rongga perut. Berbeda dari prosedur laparaskopi, prosedur satu ini diperuntukan jika usus buntu sudah pecah atau infeksinya sudah menyebar. Apendektomi terbuka membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama karena menyebakan luka terbuka.

Selama perawatan, pasien akan diberikan cairan dan antibiotik lewat pembuluh darah intravena. Beberapa pasien mungkin akan diresepkan obat pereda nyeri jika dibutuhkan.

Komplikasi Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Komplikasi tersebut antara lain:

1. Abses

Komplikasi usus buntu yang pertama yakni abses atau terbentuknya kantong berisi nanah. Komplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi pada usus buntu. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik.

2. Peritonitis

Komplikasi usus buntu berikutnya yakni Peritonitis. Peritonitis adalah infeksi pada lapisan dalam perut atau peritoneum. Peritonitis terjadi saat usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut. Penanganan kasus ini dilakukan dengan pemberian antibiotik dan tindakan bedah terbuka secepatnya, untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut. Peritonitis ditandai dengan nyeri seluruh perut yang hebat dan terus menerus, demam, serta detak jantung yang cepat.