6 dari 10 Orang Mengaku Sulit Mengatur Keuangan selama Ramadan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tahun ini adalah tahun kedua masyarakat Indonesia menjalani ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi Corona. Bukan hanya pandemi saja, Ramadan ternyata juga mengubah kebiasaan dan perilaku masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari hasil survei perilaku keuangan masyarakat yang dilakukan OVO terhadap masyarakat Indonesia.

Tujuannya adalah mengetahui perilaku masyarakat Indonesia dalam pengelolaan keuangan di bulan Ramadan, khususnya selama masa pandemi ini. Dalam survei tersebut, terdapat beberapa penemuan mengejutkan.

Salah satunya, 6 dari 10 orang di Indonesia cenderung mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadan, terlebih karena pandemi. Pasalnya, kebutuhan di bulan Ramadan cenderung lebih banyak ditambah lagi kebutuhan di tengah pandemi yang juga meningkat.

Nah, apa lagi perilaku masyarakat Indonesia di bulan Ramadan di tengah pandemi Corona? Berikut ulasan selengkapnya.

Survei Perilaku Masyarakat di Bulan Ramadan

Ilustrasi keuangan | pexels.com/@pixabay
Ilustrasi keuangan | pexels.com/@pixabay

Selain banyak yang mengaku kesulitan mengatur keuangannya, ternyata cukup banyak orang yang menggunakan dana darurat selama pandemi Corona dan Ramadan berlangsung. Apa lagi hasil survei lainnya?

  1. 52% orang menggunakan dana darurat (yang ditarik dari tabungan / investasi) gunamemenuhi kebutuhan saat Ramadan.

  2. 4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat Ramadan.

  3. 43% orang menggunakan seluruh THR-nya untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.

  4. Hanya 4 dari 10 orang yang menyimpan THRnya untuk tabungan jangka panjang.

  5. 50% orang akan tetap memberi THR meskipun tidak dapat bertemu saudara dankerabat. THR tersebut akan dibagikan melalui transfer.

  6. Tidak mendapat THR menjadi kekhawatiran terbanyak yang dipilih responden terkaitRamadhan dan Idul Fitri tahun ini.

  7. Mayoritas responden memilih untuk menyalurkan THR sebagai hadiah untuk orang lain,kebutuhan sehari-hari, ditabung dan berinvestasi.

Tips Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan

ilustrasi mengatur keuangan | pexels.com/@goumbik
ilustrasi mengatur keuangan | pexels.com/@goumbik

Menurut Perencana Keuangan Lolita Setyawati CFP, ada banyak kesalahan yang dilakukan banyak orang saat Ramadan. Antara lain tidak membuat perencanaan dan tidak mencatat pengeluaran, hingga tidak disiplin dalam membagi prioritas keuangan.

“Dari survei menunjukkan mayoritas masyarakat sulit mengatur pengelolaan keuangan. Kesalahan yang sering kali dilakukan saat Ramadan, antara lain tidak membuat perencanaan/anggaran dan tidak mencatat pengeluaran; mudah tergoda “keinginan”; menggunakan sumber dana yang tidak sesuai peruntukkan (misal: Dana Darurat); berhutang demi gaya hidup Ramadan; dan tidak membuat skala prioritas. Sementara saat Ramadan, kita mempunyai beberapa kebutuhan tambahan ataupun pengeluaran khas Ramadan, seperti biaya mudik, zakat, memberikan THR pada yang bekerja dengan kita, memberikan bingkisan baik keluarga maupun kerabat. Banyak faktor yang membuat pengelolaan keuangan melenceng dan harus disiplin membagi antara pospenting, cukup penting dan tidak penting.”

Untuk itu, Lolita memberikan tips agar Sahabat Fimela dapat mengatur keuangan selama Ramadan dengan lebih baik. Apa saja?

1. Buatlah daftar prioritas sesuai kebutuhan

2. Siapkan dana ekstra untuk kebutuhan tambahan

3. Belanja di awal atau dicicil sebelum bulan Ramadan

4. Buatlah menu sahur dan buka puasa untuk menghindari pembelanjaan makanan yang impulsif

Bagaimana? Sudah sehatkan keuanganmu di bulan Ramadan ini?

#elevate women