6 Efek Tidur Pagi Bagi Ibu Hamil

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kehamilan merupakan salah satu masa membahagiakan, meski demikian tak sedikit gangguan yang dialami. Salah satunya berupa susah tidur, terutama saat hamil tua.

Setiap ibu yang sudah memasuki trimester akhir sering mengalami kesulitan tidur lantaran tidak nyaman karena perut yang semakin membesar.

Menurut studi yang dirilis oleh Pakistan Journal of Medical Science, gangguan tidur seperti insomnia memang umum terjadi pada ibu hamil. Sulit tidur di malam hari kemudian membuat ibu jadi mengantuk pada pagi harinya.

Tidur pagi untuk ibu hamil tidak masalah jika dilakukan selama beberapa jam di pagi hari dan tidak berlebihan. Apalagi jika malam sebelumnya tidak cukup tidur.

Efek kurang tidur bagi ibu hamil
Studi dari American Journal of Obstetric and Gynecology menyebutkan bahwa ibu hamil yang hanya tidur selama 6 jam atau kurang, lebih berisiko melahirkan caesar.

Selain itu, penelitian lainnya juga menjelaskan bahwa kurang tidur pada ibu hamil bisa berujung pada komplikasi, berupa hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga preeklampsia.

Sementara, jika ibu hamil memiliki waktu tidur yang kurang, akan memiliki dampak bagi janin. Hal ini dapat menyebabkan hipoksia atau kurangnya kadar oksigen dalam jaringan tubuhnya.

Akibat insomnia, tidak sedikit ibu yang mengantuk di pagi hari lantaran kurang tidur. Lalu, bagaimana efek tidur pagi saat hamil?

1. Lemas, Lesu dan Tidak Bugar
Tidur kembali di pagi hari memang terasa seperti godaan yang berat. Namun, tidur di waktu tersebut dapat menimbulkan rasa letih dan lesu. Serta tidak bugar yang berkepanjangan hingga seharian.

2. Sakit Kepala
Dalam penelitian disebutkan bahwa tidur di pagi hari dapat menyebabkan penumpukan cairan serebrospinal. Ketika tidur, cairan ini akan menumpuk di bagian kepala sehingga membuat ibu hamil merasakan sakit kepala saat terbagun dan hendak beraktivitas.

3. Terganggunya Sistem Metabolisme
Tidur pagi menyebabkan ibu menunda sarapan bahkan tidak sarapan sama sekali, ini menyebabkan pola makan tidak teratur. Akibatnya, metabolisme ikut terganggu dan kebutuhan nutrisi saat hamil pun tidak tercukupi.

Suplai makanan ke janin dapat terganggu jika terlalu banyak tidur. Sehingga, jika ingin mengganti waktu tidur semalam yang kurang, tidak disarankan tidur berlama-lama di pagi hari.

4. Risiko Kegemukan
Melansir WebMD, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa mengakibatkan kenaikan berat badan. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9 atau 10 jam setiap malam, 21 persen lebih mungkin menjadi lebih gemuk selama periode enam tahun dibandingkan dengan orang yang tidur antara 7 dan 8 jam.

Hubungan antara tidur dan kegemukan atau obesitas ini bahkan tetap sama ketika asupan makanan dan olahraga diperhitungkan.

5. Diabetes
Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur terlalu lama atau tidak cukup tidur setiap malam dapat meningkatkan risiko diabetes. Berdasarkan temuan baru yang diterbitkan dalam Diabetologia edisi Juli 2020, durasi tidur yang lama menempatkan seseorang pada risiko tinggi akan kematian dini.

6. Kesehatan Jantung Terganggu
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lama sekitar 9 jam di pagi hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sekitar 38 persen. Untuk info selengkapnya klik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel