6 Fakta Gempa Ishinomaki Jepang Menurut Pantauan BMKG

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Jepang pada 20 Maret 2021 sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

'Peringatan tsunami' dikeluarkan, mengimbau orang-orang untuk tidak mendekat ke pesisir pantai, the Asahi Shimbun melaporkan.

Kerumunan sejumlah orang yang mengevakuasi diri di Ishinomaki sempat dilaporkan. Terdengar beberapa teriakan "segera lari, akan ada tsunami," lanjut surat kabar Jepang itu.

Ishinomaki hanya berjarak sekitar 100 km dari Fukushima --di mana gempa mematikan pernah terjadi satu dekade lalu yang juga memicu tsunami dan menyebabkan bencana nuklir terburuk di negara itu dalam catatan.

Otoritas Indonesia turut memantau perkembangan bencana itu. KBRI Tokyo melaporkan tengah aktif memantau situasi WNI di sana.

Atas perhatian yang sama, BMKG Indonesia turut menaruh perhatian.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dalam keterangannya yang diterima Liputan6.com pada Sabtu (21/3/2021), mencatat 6 fakta terkait gempa di Ishinomaki tersebut:

(1) Gempa ini dalam informasi pendahuluan (preliminary information) berkekuatan/magnitudo M7,2 selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkekuatan/magnitudo M7,0.

(2) Episenter gempa ini terletak pada koordinat 141,41° Bujur Timur dan 38,53° Lintang Utara tepatnya di laut pada jarak 27 km timur laut Kota Ishinomaki, Jepang, dengan kedalaman dangkal, yaitu 44 kilometer.

(3) Gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa sesar naik (thrust fault) yang berasosiasi dengan sumber gempa megathrust pada subduksi Lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah Jepang.

(4) Dampak gempa ini di Miyagi Prefecture guncangannya mencapai skala intensitas VI-VII MMI, tetapi karena struktur bangunan di wilayah tersebut dibangun berdasarkan standar bangunan tahan gempa maka hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan.

(5) Meskipun sebelumnya gempa ini dinyatakan berpotensi tsunami akan tetapi catatan pada tide gauge di Ofunato Station pada Prefektur Iwate menunjukkan tidak terjadi adanya anomali tinggi muka laut, yang artinya tidak terjadi tsunami.

(6) Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir karena gempa Ishinomaki, Jepang ini tidak berdampak di Indonesia.

KBRI Pantau Kondisi WNI

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menjelaskan, "Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo melakukan pemantauan kondisi warga negara Indonesia di Prefektur Miyagi dan beberapa wilayah yang juga merasakan gempa."

"KBRI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan WNI di wilayah tersebut untuk memonitor kondisi WNI. Sampai saat ini KBRI masih mengumpulkan informasi baik melalui liputan awal media Jepang maupun informasi dari masyarakat," ujar Heri Akmadi.

Lebih lanjut Heri Akhmadi menghimbau kepada WNI yang bermukim di Jepang khususnya di Prefektur Miyagi agar segera melapor kepada KBRI Tokyo melalui layanan telepon hotline jika dalam keadaan darurat terkait gempa.

"Kepada WNI yang berada dalam kondisi darurat agar melapor ke hotline KBRI Tokyo. Tetap tenang dan ikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat," lanjut Heri Akhmadi.

KBRI Tokyo hingga kini belum mendapat informasi seputar adanya korban jiwa dari WNI dan kerugian materiil terkait gempa. Jumlah total WNI yang bermukim di Prefektur Miyagi ada 984 orang.

Adapun Hotline KBRI Tokyo yang bisa dihubungi +81 90-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.