6 Fakta Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang yang Bikin Geger Masyarakat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Adanya sebuah kerajaan baru di Indonesia kembali viral di media sosial. Sebelumnya beberapa kolompok yang mengklaim sebagai kerajaan dan membuat heboh masyarakat juga pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, kelompok-kelompok yang mengaku sebagai kerajaan juga disebut-sebut memmiliki cukup banyak pengikut. Mulai dari adanya Kerajaan Ubur-Ubur, Sunda Empire hingga Keraton Agung Sejagat yang sempat menggegerkan masyarakat.

Kini, kembali muncul adanya kerajaan baru di Indonesia yang bikin heboh masyarakat luas. Pasalnya, seorang pria asal Kampung Salangari, RT 02 RW 01, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten mengaku sebagai seorang raja. Pria tersebut juga menyebut dirinya sebagai raja dari Kerajaan Angling Dharma.

Pengakuan pria yang bergelar Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus ini pun sukses membuat heboh masyarakat. Bahkan, adanya Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Banten tersebut juga menjadi viral di media sosial. Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus yang disebut sebagai raja di Kerajaan Angling Dharma Pandeglang ini bahkan mengklaim telah melakukan pembangunan hingga pondok pesantren bagi masyarakat.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, berikut ini beberapa fakta terkait munculnya Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Banten yang bikin geger masyarakat, Rabu (22/9/2021).

1. Klaim aktif membangun rumah dan pondok pesantren.

Aki Jamil, ajudan sang raja di Kerajaan Angling Dharma. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)
Aki Jamil, ajudan sang raja di Kerajaan Angling Dharma. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Seorang pria yang mengaku sebagai raja di Kerajaan Angling Dharma ini berhasil membuat geger masyarakat luas. Bukan hanya mengaku sebagai raja, namun ia juga mengklaim telah membangun puluhan rumah tidak layah huni (RTLH) serta pondok pesantren. Hal ini bahkan diungkapkan langsung oleh Aki Jamil selaku ajudan dari Raja Angling Dharma.

"Pembangunan bedah rumah sudah sejak 2017, kurang lebih hampir 35 rumah yang sudah di bangun. Simbol Angling Dharma, pernah ada kerjaan raja adil dan bijak sana. Bukan hanya pembangunan saja tapi ada juga sosial seperti santuan yatim dan janda," kata Aki Jamil, ajudan sang raja, Rabu (22/9/2021).

2. Aktif sejak tahun 1993.

Kerajaan Angling Dharma (Sumber: Twitter/cetul22
Kerajaan Angling Dharma (Sumber: Twitter/cetul22

Bukan hanya mengklaim sebagai raja dan melakukan pembangunan saja, Aki Jamil juga mengebut jika Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus merupakan keturunan dari Sultan Maulana HAsanudin Banten. Sang Badinda Raja juga telah aktif melakukan pembangunan pondok pesantren sejak 1993 lalu.

"Ada keturunan juga, Sultan di Banten. Baginda itu hanya memberikan fasilitas saja. Karena, nanti juga ada yang mengelolanya. Sudah ada empat pondok pesantren yang dibangun," lanjutnya.

3.Disebut sebagai raja dermawan

Dikutip Liputan6.com dari dream.co.id, Rabu (22/9/2021) Aki Jamil juga menyebut jika Sang Baginda Raja telah membantu 35 rumah warga kurang mampu di Kecamatan Mandalawangi, Pagelaran. Bahkan, Jamil juga menyebut sang Raja merupakan sosok dermawan. Pasalnya dana yang dikeluarkan untuk pembangunan merupakan dana dari Baginda Raja.

" Tidak hanya untuk janda tapi yang punya suami juga tetapi rumahnya yang tidak layak Baginda bangun dengan anggaran tidak dari manapun, tidak dibantu Pemerintah, sumbangan proposal dan lainnya, itu murni (dana) punya Baginda," ujarnya seperti yang dikutip Liputan6.com dari dream.co.id Rabu (22/9/2021).

4. Ada pula murid yang dermawan

Tak hanya mengeluarkan dana pribadi saja, namun Jamil juga menyebutkan ada anggaran untuk berbagai kegiatan sosial yang berasal dari para murid dermawan.

"Ngebangun rumah bukan karena banyak harta. Karena muridnya baginda banyak jadi terkoneksi, ada harta dari muridnya. Kalau udah butuh mah ada baginda itu selalu ada," kata Aki Jamil.

Tak hanya itu saja, Jamil juga menyebut jika dahulu Baginda Raja merupakan sosok santri yang sangat patuh terhadap para gurunya.

5. Miliki 4 istri dan jarang melibatkan warga untuk kegiatan kerajaan

Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus yang disebut sebagai raja dari Kerajaan Angling Dharma sendiri disebut memiliki sifat yang tertutup. Tak hanya itu saja, ia bahkan diketahui memiliki 4 orang istri dan jarang bersosialisasi. Tak hanya itu saja, jika terdapat kegiatan di Kerajaan Angling Dharma, masyarakat sekitar pun tak pernah dilibatkan.

"Dia (Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus) kepribadiannya tidak terlalu berkecimpung dengan masyarakat, masing-masing saja, kalau ada kegiatan kita tidak tahu," kata Masi Kesejahteraan Desa Pandat, Dimas Febrian, Rabu (22/9/2021).

Dimas juga menyebutkan jika cukup banyak kegiatan yang dilakukan di Kerjaan Angling Dharma, seperti perayaan Maulid Nabi, zikir bersama, hingga kesenian tradisional dan Islam. Meski begitu pihak kelurahan belum menemukan adanya kegiatan yang dianggap menyimpang dan melanggar norma serta agama.

"Kesenian, zikiran, muludan juga ikut (merayakan) tapi masing-masing pribadi dia saja sama anak buahnya. Lumayan lama (berdiri) sih sudah sampai 10 tahun lah. Tidak ada kegiatan yang menyimpang, setahu kita tidak ada," ujarnya.

6. Sebutan Baginda Raja datang dari masyarakat

Aki Jamil menyebutkan adanya julukan Baginda Raja bukan atas keinginan sang junjungannya. Akan tetapi julukan tersebut berasal dari masyarakat sekitar.

"Kalau silsilah Baginda itu karena sudah dari sananya bukan keinginan dari Baginda atau gimana, itu sudah gelarnya Baginda, sosok raja yang adil dan bijaksana yang muncul di permukaan bumi ini," kata Aki Jamil.

Tak hanya itu saja, Jamil juga mengungkapkan mengenai arti dari nama Kerajaan Angling Dharma yang membuat heboh masyarakat. Menurutnya, nama Angling Dharma sendiri sebagai bakti kepada Sang Pencipta dan sesama, sehingga kerajaan dapat memberikan manfaat kepada sesama manusia sesuai perintah Tuhan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel