6 Fakta Menarik Bergabungnya Asnawi Mangkualam ke Ansan Greeners: Bawa Nama ASEAN di K-League

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Asnawi Mangkualam resmi diperkenalkan oleh klub barunya, Ansan Greeners FC. Sederet fakta menarik mengiringi bergabungnya bek Timnas Indonesia itu ke klub Korea Selatan tersebut, termasuk menjadi pemain pertama yang masuk kuota ASEAN.

Ansan Greeners FC meresmikan kedatangan Asnawi Mangkualam pada Kamis (18/2/2021) setelah sang pemain menuntaskan masa isolasi mandiri selama dua pekan di Negeri Ginseng. Ia diikat dengan kontrak setahun dengan opsi perpanjangan semusim.

Meski Asnawi Mangkualam bukanlah pemain Asia Tenggara pertama di K-League (kompetisi sepak bola Korea Selatan), bek kanan berusia 21 tahun itu tercatat sebagai yang pertama yang didaftarkan sebagai pemain ASEAN. Sebab, regulasi ini baru diperkenalkan pada 2020.

Selain itu, Asnawi Mangkualam akan mencetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di Korea Selatan saat diperkenalkan oleh Ansan Greeners FC. Predikat itu menjadi dua sisi yang harus dihadapi Asnawi Mangkualam.

Karier Asnawi Mangkualam di Korea Selatan bakal menjadi barometer kemampuan para pemain Asia Tenggara yang selama ini dikenal Kim Gil-sik mulai bisa diperhitungkan.

"Secara pribadi, saya menginginkan Asnawi mematahkan stigma negatif tentang sepak bola Asia Tenggara. Sebab, sudut pandang saya telah berubah sejak beberapa tahun terakhir setelah menghadapi timnas kelompok umur asal ASEAN," kata Kim Gil-sik seperti dikutip Sportal Korea, Sabtu (13/2/2021).

"Pada masa lalu, selisih tiga sampai empat gol menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi, K-League sekarang bisa menjadi tempat impian buat pemain Asia Tenggara. Jika Asnawi meperlihatkan penampilan yang bagus, sepak bola Asia Tengara akan diakui pada masa mendatang," tegas Kim Gil-sik.

Selain jadi barometer kekuatan sepak bola Asia Tenggara, apa saja fakta-fakta yang mengiringi bergabungnya Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners FC?

Gaji Lebih Kecil

Pemain PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). PSM Makassar akan berhadapan dengan Persita Tangerang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). PSM Makassar akan berhadapan dengan Persita Tangerang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Asnawi Mangkualam mengorbankan nilai kontraknya demi bermain untuk Ansan Greeners FC. Pemain kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu bakal menerima gaji yang lebih kecil ketimbang di PSM.

"Proses berjalan lancar dan kami sepakat bujet dari Ansan Grenners lebih rendah dari kontrak Asnawi Mangkualam di Indonesia," imbuh Gabriel Budi, agen Asnawi.

"Karena kesempatan ini tidak datang dua kali dan momen ini sangat bagus untuk prospek karier Asnawi Mangkualam," tutur agen yang juga menaungi banyak pemain beken di Indonesia ini.

Buktikan Bahwa Indonesia Tidak Bisa Dianggap Remeh

Pemain Timnas Indonesia U-22, Asnawi Mangkualam, bersama Osvaldo Haay merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal
Pemain Timnas Indonesia U-22, Asnawi Mangkualam, bersama Osvaldo Haay merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal

Asnawi menyambut antusias langkah kariernya di Korea Selatan. Apalagi, dia sadar selama ini para pemain Indonesia masih mendapatkan perlakuan tidak baik, yakni dipandang sebelah mata oleh pemain-pemain asing.

"Motivasi saya pasti ada karena ingin berprestasi di sini. Kita juga tidak bisa memungkiri pesepak bola Indonesia memang sangat diremehkan di luar negeri, terutama Asia," kata Asnawi Mangkualam dalam konferensi pers virtual yang digelar PSSI Pers.

"Apalagi di negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Pesepak bola Indonesia di sana kabarnya sangat diremehkan," tegas Asnawi.

Batu Loncatan ke Eropa

Pemain Indonesia, Asnawi Mangkualam dan Rahmat Irianto menangis saat melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga AFC di SUGBK, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Indonesia menang 1-0 atas UEA. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Indonesia, Asnawi Mangkualam dan Rahmat Irianto menangis saat melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga AFC di SUGBK, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Indonesia menang 1-0 atas UEA. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Asnawi Mangkualam menjadikan Ansan Greeners FC sebagai batu loncatan dalam kariernya. Menurut Asnawi, dirinya memiliki mimpi dan target yang lebih besar lagi pada masa depan.

"Rencana saya bergabung dengan Ansan Greeners FC pada tahun ini adalah dengan menjadikannya sebagai batu loncatan. Saya ingin menembus skuad utama," kata Ansawi Mangkualam.

"Kemudian pada tahun berikutnya saya ingin bermain di K-League 1. Lalu setelah itu mungkin saya bertekad untuk bermain di Eropa," tegas Asnawi.

Andil Shin Tae-yong

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengamati anak asuhnya saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengamati anak asuhnya saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kepindahan Asnawi Mangkualam ke Korea Selatan juga berkat andil dari Shin Tae-yong. Manajer pelatih Timnas Indonesia ini mempromosikan kelebihannya ke Ansan Greeners.

"Ansan Greeners tentunya perlu referensi tentang Asnawi Mangkualam. Dari pihak mereka menghubungi coach Shin Tae-yong. Referensi dari coach Shin sangat positif," ucap Gabriel Budi.

"Dan, terima kasih Tuhan. Asnawu Mangkualam menjadi pemain Indonesia pertama di kompetisi profesional Korea Selatan. Ini baru perjalanan awal. Terus kerja keras dan bawa bangga Indonesia," ujarnya mengakhiri percakapan.

Video