6 Fakta Menarik Qyara Maharani Putri, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 kemerdekaan Republik Indonesia 2021 ini, menjadi lebih istimewa bagi Qyara Maharani Putri (17).

Pasalnya, Qyara Maharani Putri dipercaya menjadi pembawa Bendera Merah Putih dalam upacara penurunan.

Tak hanya Qyara, tiga orang lainnya dari tim Indonesia Tumbuh yang bertugas untuk menurunkan bendera adalah M Bimantara Widyanto sebagai Komandan Kelompok 8. Bimantara sendiri mewakili Provinsi Sumatera Barat.

Kemudian, ada Haafiz Habibullah sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Timur dan Zaidaan Kamal Anwar sebagai pengerek bendera. Zaidaan mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, Qyara merupakan anggota Paskibraka dari Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, perempuan yang lahir di Jakarta, 18 Desember 2004 silam tersebut sedang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Garut.

Terpilihnya Paskibraka wakil Jawa Barat sebagai Pembawa Baki merupakan kali kedua dalam lima tahun terakhir.

Meski demikian, sang ayah mengaku terpilihnya Qyara merupakan kejutan, terlebih seleksi Paskibraka yang dilalui putrinya itu terbilang sulit dan ketat, mulai dari tingkat daerah, wilayah hingga akhirnya lolos di tingkat nasional.

Berikut beberapa fakta menarik tentang sosok Qyara Maharani Putri, sang Pembawa Baki di Upacara Penurunan Bendera 17 Agustus 2021 dihimpun Liputan6.com:

1. Berasal dari Garut

Qyara Maharani Putri, Paskibraka Nasional tahun 2021 asal Garut, Jawa Barat didaulat menjadi pembawa baki dalam penurunan sang saka merah putih HUT ke-76 RI. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Qyara Maharani Putri, Paskibraka Nasional tahun 2021 asal Garut, Jawa Barat didaulat menjadi pembawa baki dalam penurunan sang saka merah putih HUT ke-76 RI. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Qyara Maharani Putri kelahiran Jakarta, 18 Desember 2004, diketahui berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Putri dari pasangan Syofyano dan Rosanty saat ini tercatat sebagai Siswi Kelas XI di SMA Negeri 1 Garut, Jawa Barat.

Muda dan belia, wanita pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera HUT RI Selasa, 17 Agustus 2021, baru berusia 17 tahun.

2. Tak Malu Dengan Pekerjaan Orangtua

Qyara Maharani Putri, siswi kelas XI SMA 1 Garut, Jawa Barat, terpilih sebagai Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2021 pada peringatan HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2021, sore hari (Foto: Instagram PPI Garut)
Qyara Maharani Putri, siswi kelas XI SMA 1 Garut, Jawa Barat, terpilih sebagai Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2021 pada peringatan HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, 17 Agustus 2021, sore hari (Foto: Instagram PPI Garut)

Orangtua Qyara Maharani Putri, yakni pasangan Syofyano dan Rosanty merupakan penjual beras di kota dodol, Garut.

Sang ayah, Syofyano menilai Qyara memiliki sifat sederhana dan tak malu dengan pekerjaan orangtuanya.

"Dia itu anak rumahan, dia juga enggak malu membantu kami berjualan beras, bahkan kadang ikut antar beras ke konsumen," ujar Syofyano, Senin 16 Agustus 2021.

3. Bercita-cita Jadi Pramugari

Ilustrasi dalam pesawat. (dok. Suhyeon Choi/Unsplash.com)
Ilustrasi dalam pesawat. (dok. Suhyeon Choi/Unsplash.com)

Qyara ternyata memiliki hobi berenang. Tidak hanya itu, Qyara Maharani Putri juga diketahui bercita-cita menjadi seorang pramugari.

4. Pembawa Baki Kedua dari Jawa Barat

Profil singkat Qyara/dok. Instagram Qyara Maharani Putri
Profil singkat Qyara/dok. Instagram Qyara Maharani Putri

Dalam lima tahun terakhir, Qyara Maharani Putri tercatat sebagai wakil kedua dari Jawa Barat yang terpilih sebagai Pembawa Baki.

Tiga tahun lalu atau tepatnya HUT ke-73 RI, Paskibraka wakil Jawa Barat yang mengemban mandat sebagai Pembawa Baki adalah Tarrisa Maharani Dewi.

Kala itu, Tarrisa bertugas pada Upacara Pengibaran Sang Merah Putih.

5. Alami Jatuh dan Sepatu Jebol

Qyara Maharani Putri (17), siswi kelas XI SMA 1 Garut, Jawa Barat yang satu ini sukses menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional 2021 pada peringatan HUT ke 76 RI di Istana. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Qyara Maharani Putri (17), siswi kelas XI SMA 1 Garut, Jawa Barat yang satu ini sukses menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional 2021 pada peringatan HUT ke 76 RI di Istana. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Kepada awak media Syofyano menceritakan bahwa usaha sang anak sampai menjadi Paskibraka Nasional bukanlah hal mudah.

Prestasi Qyara dalam perayaan HUT ke-76 RI tahun ini memang sepadan dengan perjuangan yang ia lalui selama ini.

Dimulai latihan fisik, mental hingga kesiapan logistik yang menopang dalam setiap seleksi yang dilalui.

”Ia sempat terjatuh saat sedang berlari dan seleksi tingkat provinsi sepatunya pernah rusak dan jebol," ujar sang ayah mengenang perjuangan putrinya itu.

6. Jalani Seleksi Panjang dari Tingkat SMA

Qyara Maharani Putri, Paskibraka Nasional tahun 2021 asal Garut, Jawa Barat didaulat menjadi pembawa baki dalam penurunan sang saka merah putih HUT ke-76 RI. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Qyara Maharani Putri, Paskibraka Nasional tahun 2021 asal Garut, Jawa Barat didaulat menjadi pembawa baki dalam penurunan sang saka merah putih HUT ke-76 RI. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Perjalanan panjang ditempuh Qyara guna menjadi anggota Paskibraka Nasional 2021. Dia tekun mengikuti seleksi demi seleksi hingga tiba di Istana.

Mula-mula Qyara Maharani Putri mengikuti seleksi di tingkat sekolah. Lalu dia bergegas mendaftar agar bisa ikut seleksi tingkat Kabupaten Garut usai mendengar bahwa tahun ini ada pendaftaran ke tingkat nasional.

Usaha Qyara tak sia-sia. Dia lolos di tingkat Kabupaten Kota. Bahkan, dia diikutsertakan seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Langkah Qyara terus melaju karena lolos tingkat Provinsi, dan diikutsertakan seleksi tingkat nasional. Setelah mengikuti seleksi yang begitu panjang dan ketat, Qyara akhirnya dinyatakan lolos sebagai paskibraka Nasional 2021 dan berhasil menjadi Pembawa Baki.

(Cindy Violeta Layan)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel