6 Fakta Menarik Tentang Film 3 Srikandi

·Bacaan 4 menit

VIVA – Tahukah kamu tentang 3 Srikandi yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada olahraga Olimpiade? Kisah 3 Srikandi tersebut lantas dibuat film yang menceritakan tentang kisah nyata dari pelatih panahan Donald Pandiangan dalam mendidik 3 atlet perempuan yang akan berlaga di Olimpiade 1988 di Seoul Korea Selatan.

Film ini pertama kali dirilis pada 4 Agustus 2016 yang juga bertepatan dengan momen Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016. Film 3 Srikandi disutradarai oleh Iman Brotoseno dan dibintangi oleh artis ternama seperti Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan, Tara Basro, dan sejumlah pemain pendukung lainnya.

Selain mengangkat perjuangan olahraga pada tahun itu, Imam Brotoseno juga menampilkan latar belakang keluarga masing-masing dari ketiga atlet tersebut yang pada saat itu pemikiran orang tua mereka masih sangat konservatif.

6 Fakta Menarik Tentang Film 3 Srikandi

  1. Film tentang perjuangan

Film 3 Srikandi merupakan film yang mengangkat kisah dari tiga orang atlet panahan wanita berprestasi yang dimiliki Indonesia. Cerita ini berlatar tahun 1988, di mana ketiga atlet yang bernama Nurfitriyana Saiman Lantang (Bunga Citra Lestari), Lilies Handayani (Chelsea Islan), Kusuma Wardhani (Tara Basro), serta orang yang melatih mereka yang bernama Donald Djatunas Pandiangan (Reza Rahadian) sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpade Musim Panas ke 24 di Seoul, Korea Selatan.

Film yang disutradarai oleh Iman Brotoseno ini tentang sebuah perjuangan para atlet yang sedang berjuang untuk merebutkan medali untuk Indonesia. Film 3 Srikandi ini bercerita tentang perjuangan ketiga atlet wanita tersebut menghadapi berbagai masalah kompleks selama persiapan menjelang Olimpiade.

  1. Medali pertama untuk Indonesia

Dengan kerja keras para atlet yang dilatih oleh Donal Djatunas Pandiangan, ketiga atlet tersebut Nurfitriyana Saiman Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani berhasil membawa medali perak pada Olimpiade di Korea Selatan 1988. Medali ini merupakan medali Olimpiade pertama yang berhasil diraih oleh atlet Indonesia. Prestasi yang sangat membanggakan untuk Indonesia.

  1. Dian Sastro mundur dalam proyek Film 3 Srikandi

Dikabarkan bahwa Dian Sastrowardoyo harus mundur dalam proyek film ini karena bentrok dengan jadwal syuting film lainnya. Awalnya, tokoh Nurfitriyana Saiman Lantang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Bahkan ia sempat menjalani sesi latihan fisik, serta latihan panahan bersama Chelsea Islan dan Tara Basro. Akhirnya ia mundur dan digantikan oleh Bunga Citra Lestari (BCL).

  1. Waktu Latihan BCL terbatas

Meski akting BCL sudah tidak diragukan lagi, namun tentu harus berlatih lebih keras karena genre yang satu ini tentang perjuangan atlet olahraga. Mereka harus latihan fisik, serta latihan bagaimana memanah yang benar seperti seorang atlet harus dijalani agar aktingnya terlihat natural.

Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Islan pun melakukan latihan seperti layaknya seorang atlet. Dilatih langsung oleh anak dari almarhum Donald Pandiangan, coach Fathar, mereka melakukan push up, skot jump, dan lari di bawah terik matahari demi peran yang mereka mainkan. Bahkan, Reza Rahadian yang berperan sebagai pelatih di film ini pun ikut melakukan latihan fisik.

BCL harus kerja keras dalam berlatih, pasalnya ia hanya memiliki waktu latihan lima hari karena jadwal yang sudah mepet. Tidak seperti pemeran lainnya yang sudah berlatih dari minggu-minggu sebelumnya, Bunga sempat ragu untuk menyetujui peran ini. Namun, akhirnya ia tetap memberanikan diri untuk tetap terlibat dalam film 3 Srikandi dengan memberikan performa terbaiknya.

  1. Pelatih Donald Pandiangan lebih galak dari peran yang dimainkan Reza Rahardian

Para atlet 3 Srikandi, Nurfitriyana, Lilies, dan Kusuma menyempatkan mengunjungi lokasi syuting di Bumi Perkemahan Cibubur, untuk melihat bagaimana para aktor memerankan diri mereka. Ketiga Srikandi yang asli mengaku penasaran ingin melihat bagaimana Reza Rahadian memerankan Donald Pandiangan yang terkenal galak itu. Tapi mereka bilang bahwa Donald Pandiangan yang asli masih jauh lebih galak dari Reza di film ini.

Ketiga Srikandi ini berhasil menorehkan prestasinya di Olimpiade pada saat itu karena kerja keras dan didikan tegas dari sang pelatih Donald Pandiangan. Meski terbilang galak, namun ia berhasil mendidik dengan baik 3 Srikandi tersebut.

  1. Memiliki masalah yang kompleks dengan keluarga

Nurfitriyana merupakan seorang atlet senior asal Jakarta yang sudah banyak memenangkan piala panahan cabang putri pada saat itu. Permasalahannya adalah ayahnya tidak merestui Yana untuk menjadi seorang atlet panahan. Dengan keras kepala ayahnya selalu membentak dan mengatur Yana seperti yang ia inginkan, yaitu fokus menyelesaikan pendidikannya.

Kusuma merupakan wakil cabang panahan putri asal Ujung Pandang Sulawesi Selatan. Ia tinggal di keluarga sederhana. Pada saat itu Kusuma sudah diterima sebagai PNS di daerahnya namun ia memilih mengikuti Pelatnas dibandingkan menjadi seorang PNS. Lantas ayahnya kecewa dengan keputusannya sehingga sang ayah tidak merestui anaknya pergi mengikuti olimpiade di Korea Selatan.

Lilies adalah atlet perwakilan dari Surabaya Jawa Timur. Orang tuanya juga seorang atlet, namun memilih jalan yang berbeda dan meninggalkan dunia olahraga, mengingat belum adanya dukungan yang besar dari negara pada waktu itu. Ibunya Lilies bersikeras untuk menjodohkan Lilies dengan pengusaha kaya, namun Lilies menolak dan lebih memilih dengan kekasih yang dicintainya.

Ternyata perjuangan para atlet 3 Srikandi ini luar biasa ya. Dengan permasalahan yang timbul, melawan restu orangtua, dan permasalahan lainnya, namun mereka mampu membuktikan bahwa pilihan untuk menjadi seorang atlet patut dibanggakan dan diapresiasi.

Buat kamu yang belum nonton film ini, jangan lupa nonton untuk memberikan semangat berjuang dalam menggapai semua cita-cita kamu. Pastinya nonton di situs atau aplikasi resmi ya, untuk mendukung karya-karya perfilman mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel