6 Fakta Penyumbatan Pembuluh Darah Otak Pak Ogah: Dari BPJS Mati Hingga Ngamuk di Rumah Sakit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Abdul Hamid atau yang lebih dikenal sebagai pemeran Pak Ogah dalam serial legendaris Si Unyil dikabarkan mengidap penyakit parah yakni penyumbatan pembuluh darah otak.

Kabar ini mulanya terdengar dari komentar warganet berakun @mputokehbgt pada foto lawas yang diunggah di akun Instagram @pakogah_real, pertengahan Juni 2018.

Baru-baru ini, ia mengaku mengunjungi kediaman Abdul Hamid dan mendapati pemeran Pak Ogah mengidap penyumbatan pembuluh darah otak. Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 faktanya untuk Anda.

1. Berawal dari Komentar Warganet

Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)
Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)

Akun @mputokehbgt menjelaskan Pak Ogah mengalami penyakit penyumbatan pembuluh darah pada otak kiri dan kanan. Akibatnya, ia tak dapat berbicara lancar. Ini diperparah dengan kondisi finansial sang aktor.

Kondisi keuangan beliau saat ini juga untuk membiayai pengobatan beliau sangatlah minim,” ujarnya. Akun ini mengajak masyarakat berdonasi lewat sebuah rekening atau menyalurkan bantuan langsung di rumahnya, di Bekasi.

2. Dua Penyumbatan di Otak

Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)
Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)

Viral di medsos dan ramai diberitakan media, istri Pak Ogah, Yuyun Widayanti buka suara bahwa kondisi suaminya merosot tiga bulan terakhir. Ia membenarkan kabar penyumbatan pembuluh darah otak.

“Bukan diperiksa, bolak-balik lagi ke rumah sakit. Ada penyumbatan di otak. Biasanya kalau kiri ya kiri tapi kalau ini dua-duanya,” terang Yuyun kepada para jurnalis, di Bekasi, Selasa (25/5/2021).

3. Diajak Ngobrol Enggak Nyambung

Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)
Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)

Penyumbatan di pembuluh darah otak ini rupanya berdampak fatal. Pak Ogah tidak konek saat diajak bicara. "Apa yang ditanya pun enggak nyambung, enggak konek otaknya,” Yuyun membeberkan.

Lebih lanjut, ia menyebut sang suami punya riwayat kesehatan yang kurang baik yakni hipertensi dan mag. “Darah tinggi sama mag. Itu yang sering (membuatnya) dirawat (di rumah sakit),” ia menyambung.

4. Tragedi BPJS Mati

Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)
Pak Ogah. (Foto: Instagram @pakogah_real)

Merosotnya kondisi kesehatan Abdul Hamid membuat Yuyun Widayanti khawatir. Ia merekomendasikan suami menjalani perawatan intensif di rumah sakit tapi terganjal sejumlah hal.

Salah satunya, faktor ekonomi. “Saya paksa ke rumah sakit. Pas di rumah sakit harus dirawat tapi dia enggak mau soalnya enggak ada uang. BPJS mati. Kalau bayar mahal,” papar Yuyun, panjang.

5. Ngamuk di Rumah Sakit

Abdul Hamid alias Pak Ogah sangat kehilangan dengan kepergian Pak Raden. [Foto: Sapto Purnomo/Liputan6.com]
Abdul Hamid alias Pak Ogah sangat kehilangan dengan kepergian Pak Raden. [Foto: Sapto Purnomo/Liputan6.com]

Pak Ogah berkukuh tak mau dirawat di rumah sakit. Merespons ini, tim dokter menyarankan keluarga pasien membuat surat perjanjian kemudian memberinya sejumlah obat.

Pernah, Pak Ogah ngamuk kala dirawat di rumah sakit dan ngotot mau pulang. “Selama di rumah sakit itu dia sering ngamuk dan semua dicopotin. (Dia bilang) ini enggak bagus, ini enggak bagus,” Yuyun mengenang.

6. Semangat Kerja Pak Ogah

Tanpa Pak Raden, karakter seperti Pak Ogah tak akan pernah ada. (via Liputan6.com)
Tanpa Pak Raden, karakter seperti Pak Ogah tak akan pernah ada. (via Liputan6.com)

Meski punya sejumlah riwayat penyakit, Abdul Hamid dikenal pekerja keras. Ia aktif mengisi suara di program Laptop Si Unyil di salah satu stasiun televisi swasta. Kini ia tak bisa bicara. Kondisi ini, ditambah pandemi Covid-19, membuatnya stres.

“Sekarang ini suaranya enggak ada, penghasilan pun enggak ada, tambah stres dia. Makanya minta pulang terus ke rumah (dari rumah sakit),” Yuyun menerangkan. “Sejak Covid (tawaran kerja) jadi sepi,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel