6 Fakta Robohnya Gedung SMAN 96 Jakarta yang Melukai 4 Pekerja

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bangunan milik SMAN 96 Jakarta Barat di Jalan Jati Raya, Kapuk, Cengkareng, roboh. Robohnya gedung terjadi saat tengah dilakukan proses renovasi, Rabu, 17 November 2021 siang.

Kapolsek Cengkareng AKP Endah Pusparini membenarkan kejadian itu dan pihaknya langsung menurunkan petugas ke lokasi.

"Betul. Sementara dalam penanganan petugas," kata dia dalam keterangannya, Rabu, 17 November 2021.

Dilaporkan ada empat pekerja yang terluka akibat kejadian tersebut. Keempatnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, Jakarta Barat untuk penanganan medis.

Dugaan sementara, penyebab robohnya gedung SMAN 96 tersebut akibat kesalahan konstruksi.

Berikut fakta-fakta terkait robohnya gedung SMAN 96 Jakarta yang dihimpun Liputan6.com:

1. Roboh Akibat Kesalahan Konstruksi

Plt Kasi Ops Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Sjukri Bahanan mengatakan, robohnya SMAN 96 Jakarta lantaran sedang direnovasi diduga adanya kesalahan konstruksi.

"Diduga terjadi kesalahan konstruksi pada bangunan yang dikerjakan," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 November 2021.

Guna memastikan apa penyebab bangunan tersebut roboh, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Tri Baskoro Bintang Wijaya memastikan pihaknya mengusut tuntas penyebab runtuhnya gedung SMAN 96. Ia mengaku masih mendata saksi yang akan dimintai keterangan.

"Belum ada yang kami periksa. Kami baru kumpulkan dan akan kami periksa di Polsek," ujar Tri.

2. 4 Pekerja Terluka

Sjukri menerangkan, pihaknya mengerahkan 20 personel untuk membantu proses evakusi. Ia menyebut, empat orang pekerja menjadi korban, yakni Adi, Ferdi, Purwadi, dan Miskat.

"Seluruhnya adalah pekerja bangunan," ujar dia.

Sjukri mengatakan, proses pencarian terhadap para korban telah dihentikan. Berdasarkan keterangan dari kontraktor, tidak adalagi pekerja yang tertimbun material robohnya SMAN 96 Jakarta.

"Empat orang sudah berada di RSUD Cengkareng," jelas dia.

3. BPK Diminta Audit Pembangunan SMAN 96 Jakarta

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DKI mengaudit anggaran pembangunan SMAN 96 Cengkareng, Jakarta Barat yang roboh saat proses renovasi.

"Kami mau cross check siapa kontraktornya, polisi harus masuk di sini, BPK juga harus masuk biar mengaudit," kata Ima di Jakarta, Rabu, 17 November kemarin.

Politikus PDIP itu juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memeriksa dan mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang.

"Kami di Komisi E menyampaikan ke mereka (Dinas Pendidikan) bahwa sekolah-sekolah ini kalau misalnya rehab berat sekalian rehab total, jadi benar-benar tidak tambal sulam," ucap Ima, seperti dikutip dari Antara.

Ima menyebut renovasi di SMAN 96 Jakarta tersebut diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 33 miliar pada 2021.

"SMAN 96 itu anggaran 2021 total Rp 33 miliar," ungkap Ima.

4. Wagub Minta Kepastian Robohnya Bangunan SMAN 96

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku akan meminta kepastian penyebab ambruknya bangunan SMAN 96 Jakarta yang tengah direnovasi.

Pada, Rabu, 17 November 2021, bangunan sekolah yang terletak di Jalan Jati Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat itu roboh.

"Nanti dicek ya kenapa ada roboh. Apakah strukturnya ada yang salah tidak kuat atau karena sudah umurnya saya belum tahu. Nanti saya kira dinas terkait yang nanti akan mengecek nanti akan saya minta kepastian apa penyebab utamanya," ujar Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu.

Dia berharap, ke depan tak ada lagi sekolah-sekolah di Jakarta yang mengalami hal serupa. Apalagi kala sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Harapan kita jangan sampai ada sekolah yang roboh apalagi nanti digunakan buat sekolah ada anak-anak di situ. Ini penting sekali kami minta semua yang mengerjakan, para kontraktor, agar kerjakan sesuai dengan spesifikasi yang ada," ujar Riza.

Berkenaan dengan kabar bahwa bangunan sekolah ini berdiri di atas saluran air sehingga fondasinya labil, pria yang kerap disapa Ariza ini mengaku camat setempat telah menindaklanjuti kabar tersebut.

5. 7 Saksi Diperiksa

Guna mengusut tuntas robohnya gedung SMAN 96, pada hari ini, polisi memeriksa tujuh saksi.

"Saksi ada tujuh, supervisor, pengawas lapangan, dan mandor, serta pekerja yang ada di sana," tutur Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).

Menurut dia, pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan kecelakaan kerja. Adapun soal pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi akan menyusul sesuai perkembangan penyidikan.

"Kemarin kita lidik laka kerja dulu, kalau tipikor belum kami lakukan lidik karena masih pengumpulan bahan keterangan, kami sudah melakukan pemeriksaan saksi terkait laka kerjanya, bangunan robohnya. Hari ini Labfor turun mau cek bangunan," jelas Fahmi.

6. Korban Masih dalam Pemulihan

Lantas, bagaiman kondisi para pekerja saat ini? Hingga Kamis (18/11/2021), para korban masih menjalani perawatan medis. Pemeriksaan nantinya menyusul sesuai perkembangan kesehatan korban.

"Korban belum dilakukan pemeriksaan karena masih dalam pemulihan, sesuai petunjuk dari Kasat berikan waktu untuk pemulihan sampai senin karena semalam korban luka ringan sudah pulang dan harus istirahat dahulu," Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri menandaskan.

Muhammad Fikram Hakim Suladi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel