6 Fakta Terkait Viral Video Ibu Arteria Dahlan Dimaki Wanita di Bandara Soetta

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Viral di sosial media video politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan nampak terlibat keributan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dalam video yang diunggah Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni di Instagram @ahmadsahroni88 itu, Sahroni menyebut Ibu dari Arteria Dahlan dimaki oleh seorang perempuan yang mengaku anak dari Jenderal TNI bintang 3.

Saat itu, Arteria mengaku mendengar perempuan yang memaki ibunya tersebut menghubungi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

"Kemudian setelah itu dia minta tolong nyebut-nyebut nama, nama PDIP ada telepon yang neleponnya PDIP Prasetyo DPRD," ujar Arteria Dahlan saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/11/2021).

Arteria pun tak tinggal diam. Ia mengaku telah membuat laporan kepada Danpuspom TNI untuk mengusut wanita tersebut.

"Saya sudah minta Danpuspom untuk bergerak untuk memberikan sanksi tegas," kata Arteria.

Berikut 6 fakta terkait viral video keributan politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan dengan seorang wanita di Bandara Soekarno-Hatta dihimpun Liputan6.com:

1. Ibunda Arteria Dahlan Dimaki, Video Viral di Sosial Media

Arteria Dahlan Ribut dengan Wanita Ngaku Anak Jenderal. Instagram @ahmadsahroni88 ©2021 Merdeka.com
Arteria Dahlan Ribut dengan Wanita Ngaku Anak Jenderal. Instagram @ahmadsahroni88 ©2021 Merdeka.com

Video Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan terlibat keributan di Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni di Instagram @ahmadsahroni88 itu, Sahroni menyebut Ibu dari Arteria Dahlan dimaki oleh seorang perempuan yang mengaku anak dari Jenderal TNI bintang 3.

Dalam video nampak seorang wanita berbaju warna krem meneriaki Arteria dan Ibunya karena menghalangi jalan.

"Gimana nggak dihalangin lo di depan gue, sama barang-barang lo segitu banyaknya," kata wanita tersebut.

Kemudian wanita itu memaki menggunakan kata “gila” ke arah Ibu yang berada di samping Arteria Dahlan.

Arteria lantas bertanya siapa ayah Jenderal TNI bintang 3 dari wanita yang memaki ibunya. Ia mengaku siap memperpanjang keributan tersebut.

"Kalau mau diperpanjang kita perpanjang nggak apa-apa, bintang 3 yang mana nggak apa, kita kan cuma rakyat biasa," ujar Arteria.

"Enggak masalah, kenapa rupanya?" jawab wanita itu.

"Bintang 3 siapa? Bintang 3 kamu siapa?" tanya Arteria lagi.

"Bapak gue ya tunggu aja," timpal wanita tersebut.

Pada video kedua yang diunggah Sahroni, nampak wanita berbaju krem meninggalkan terminal II Soetta menggunakan mobil dinas TNI berwarna hijau.

2. Ancam Arteria Dahlan, Sebut Wanita Hubungi Prasetyo DPRD

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi memberikan keterangan sebelum meninggalkan Gedung KPK, Rabu (23/1). Kedatangan Prasetyo Edi Marsudi untuk menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi memberikan keterangan sebelum meninggalkan Gedung KPK, Rabu (23/1). Kedatangan Prasetyo Edi Marsudi untuk menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Politikus PDIP Arteria Dahlan mengaku mendengar perempuan yang memaki ibunya di Bandara Soekarno Hatta menghubungi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Arteria menceritakan, perempuan tersebut menelepon Prasetyo setelah mengenali dirinya sebagai anggota DPR Fraksi PDIP.

Perempuan yang mengancam Arteria itu, sampai minta bantuan kepada Prasetyo karena sama-sama politikus PDIP.

"Kemudian setelah itu dia minta tolong nyebut-nyebut nama, nama PDIP ada telepon yang neleponnya PDIP Prasetyo DPRD," ujar Arteria Dahlan saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/11/2021).

Arteria pun dihubungi Prasetyo supaya tidak melanjutkan masalah ini. Namun dia justru mengingatkan Prasetyo tidak perlu membela perempuan tersebut.

"Pras ni orang gak bener lu jangan bela-bela ya," katanya.

Arteria Dahlan mengatakan Prasetyo mengaku tak ingin membela sang perempuan. Prasetyo pun mengakui jika perempuan tersebut anak jenderal bintang satu.

Mendengar pernyataan perempuan itu betul-betul anak jenderal, Arteria mengaku tidak takut.

"Dulu (saat masih mahasiswa) gak punya duit gak punya jaringan aja berani apalagi sekarang," katanya.

3. Polisi Lakukan Mediasi

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya (tengah) didampingi anggota Masinton Pasaribu (kiri), Arteria Dahlan (kedua kanan) memberikan keterangan pers terkait Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Senin (20/9). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya (tengah) didampingi anggota Masinton Pasaribu (kiri), Arteria Dahlan (kedua kanan) memberikan keterangan pers terkait Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Senin (20/9). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Polres Bandara Soekarno Hatta tengah melakukan mediasi terkait adu mulut antara anggota DPR RI Arteria Dahlan dengan perempuan yang mengaku sebagai anak bintang tiga TNI. Video mulut keduanya viral di media sosial.

"Untuk sementara masih dimediasi," ujar Kasubag Humas Polres Bandara Soekarno Hatta AKP Prayogo saat dihubungi.

Menurut dia, tujuan mediasi tersebut agar kedua pihak berdamai dan adu mulut ini tidak berlanjut ke proses hukum.

"Untuk mencari jalan yang terbaik kedua belah pihak," kata Prayogo.

4. Arteria Dahlan dan Wanita di Bandara Saling Lapor

Anggota DPR Arteria Dahlan mendatangi Desa Gondai untuk meminta eksekusi lahan dihentikan demi petani plasma. (Liputan6.com/M Syukur)
Anggota DPR Arteria Dahlan mendatangi Desa Gondai untuk meminta eksekusi lahan dihentikan demi petani plasma. (Liputan6.com/M Syukur)

Pada video yang viral di media sosial, ibu Arteria Dahlan dimarahi dan dimaki oleh seorang wanita yang lebih muda. Wanita itu juga mengaku sebagai anak jenderal TNI.

Usai kejadian tersebut, menurut Prayogo, baik Arteria Dahlan dan seorang perempuan yang juga penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta, saling lapor ke Polresta Bandara Soekarno Hatta.

"Semua pelaporan diterima ya. (Mereka) saling lapor," ungkap Prayogo.

Makanya, untuk sementara soal adu mulut tersebut, polisi tengah mengusahakan mediasi. "Untuk sementara masih dimediasi," katanya.

5. Arteria Dahlan Lapor ke Danpuspom TNI

Anggota Pansus Hak Angket KPK, Arteria Dahlan (kanan) memberi keterangan pers di Jakarta, Senin (20/9). Pansus Hak Angket KPK membeberkan temuan terkait pengadaan alat berat yang diduga dilakukan Ketua KPK Agus Rahardjo. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Anggota Pansus Hak Angket KPK, Arteria Dahlan (kanan) memberi keterangan pers di Jakarta, Senin (20/9). Pansus Hak Angket KPK membeberkan temuan terkait pengadaan alat berat yang diduga dilakukan Ketua KPK Agus Rahardjo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Arteria pun mengaku telah membuat laporan kepada Danpuspom TNI untuk mengusut wanita mengaku anak jenderal yang memaki Ibunya di Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya sudah minta Danpuspom untuk bergerak untuk memberikan sanksi tegas," kata Arteria.

6. Arteria Sebut Wanita di Bandara Mengaku Kenal Megawati

Pelapor kasus pembelian lahan RS Sumber Waras ke KPK Amir Hamzah (kanan) memberikan pendapatnya disaksikan Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan (tengah) dan Aktivis Iwan Piliang dalam diskusi di Jakarta, Kamis (8/10/2015).  (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pelapor kasus pembelian lahan RS Sumber Waras ke KPK Amir Hamzah (kanan) memberikan pendapatnya disaksikan Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan (tengah) dan Aktivis Iwan Piliang dalam diskusi di Jakarta, Kamis (8/10/2015). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Arteria mengungkap perempuan yang memaki dia dan orangtuanya di Bandara sempat mengaku kenal dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Arteria diancam perempuan tersebut namanya akan rusak karena ribut-ribut tersebut.

Dia menceritakan, ancaman itu diucapkan perempuan yang mengaku anak jenderal setelah tahu Arteria merupakan anggota DPR dari PDIP.

Perempuan tersebut lantas mengaku kenal para ketua umum partai bahkan sampai membawa nama Megawati.

"Setelah itu, dia tahu gua anggota DPR. Dia ngomong lagi, gua kenal ketum-ketum partai. Kenal Bu Mega," kata Arteria.

"Awas lu ya mati lu, gua habisin nama lu. Nama lu rusak. Gua rusakin nama lu. Dia kayak gitu bicaranya," kata Arteria menirukan ancaman sang perempuan.

Arteria pun santai menghadapi ancaman tersebut. Dia memilih untuk menyelesaikan urusan ini di kantor polisi.

"Saya bilang, iya tidak apa-apa, gua kan begitu saja mbak, gua santai-santai saja. Tapi kita (urus) di kantor polisi," jelas Arteria.

(Muhammad Fikram Hakim Suladi)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel