6 Fakta Yuni, Film Indonesia yang Menang di Festival Film Internasional Toronto 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kembali diharumkan oleh sineas dari negeri sendiri. Kali ini, sutradara Kamila Andini mendulang prestasi dengan film terbarunya, Yuni.

Film Yuni berhasil menjadi pemenang dalam Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021, bersaing dengan sejumlah film internasional lainnya.

Tak tanggung-tanggung, pengumuman pemenang ini disampaikan oleh aktor kondang Hollywood yang sempat tampil dalam film Venom, Riz Ahmed.

Sejumlah Fakta

Dari pengumuman ini, tersimpan sejumlah fakta menarik yang meyelimuti film Yuni dan kemenangannya. Apa saja itu? Berikut deretannya.

1. Dibintangi Arawinda Kirana

Arawinda Kirana [Foto: Instagram indonesia_kaya]
Arawinda Kirana [Foto: Instagram indonesia_kaya]

Film Yuni dibintangi oleh Arawinda Kirana, aktris muda yang memiliki latar belakang di dunia teater dan tari sejak kecil. Arawinda Kirana sudah tampil di film antologi Quarantine Tales dan film pendek X&Y.

2. Bahasa Sunda dan Jawa Banten

Film Yuni karya Kamila Andini. (Fourcolours Films / Starvision Plus via Twitter @TIFF_NET)
Film Yuni karya Kamila Andini. (Fourcolours Films / Starvision Plus via Twitter @TIFF_NET)

Sutradara Kamila Andini memilih bahasa Jawa Banten dan Sunda Banten untuk dialog film Yuni lantaran hampir tidak adanya film panjang Indonesia dengan bahasa daerah Banten.

3. Ditunjuk Langsung Oleh Riz Ahmed

Carlton Drake (Riz Ahmed) dan Eddie Brock (Tom Hardy) dalam film Venom (YouTube/ Sony Pictures Entertainment)
Carlton Drake (Riz Ahmed) dan Eddie Brock (Tom Hardy) dalam film Venom (YouTube/ Sony Pictures Entertainment)

Riz Ahmed tak hanya mengumumkan kemenangan film Yuni. Aktor Sound of Metal ini juga menyampaikan bahwa ia memilih sendiri judul film yang dianggap layak menyabet Platform Prize.

4. Sempat Berlaga di Busan International Film Festival

Yuni tak hanya berlaga di Toronto International Film Festival, namun juga sempat berlaga di Busan International Film Festival (BIFF) bersama dua film lain, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas; dan film pendek Laut Memanggilku.

5. Film Ketiga Kamila Andini di TIFF

Dalam pidato kemenangannya tahun ini, Kamila Andini menyebutkan bahwa Yuni merupakan film ketiganya berlaga di TIFF.

"Aku ingat pertama kali di TIFF pada 2015 bersama film pendek saya. Dan sekarang saya kembali ke sini untuk ketiga kalinya menghadirkan pahlawan wanita di sinema dan TIFF, lewat film ketiga saya," ujar Kamila dalam pidato kemenangannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel