6 Film Indonesia Peraih Citra Terbanyak Sepanjang Sejarah, Terbaru Penyalin Cahaya Borong 12 Piala

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Malam Anugerah Piala Citra atau FFI 2021 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/11/2021) menjadi sejarah baru dalam sinema Indonesia. Mayoritas pemenang anak muda atau baru sekali menggenggam Piala Citra.

Selain itu, ada Penyalin Cahaya yang melakukan aksi borong selusin Piala Citra termasuk Film Terbaik. Pencapaian ini sekaligus memperbarui rekor yang ditoreh Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menghimpun 6 film Indonesia peraih Piala Citra terbanyak sepanjang sejarah. Siapa tahu satu atau beberapa di antaranya favorit Anda.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Penyalin Cahaya (12)

Poster film Penyalin Cahaya. (Foto: Instagram @penyalincahaya)
Poster film Penyalin Cahaya. (Foto: Instagram @penyalincahaya)

Karya sineas Wregas Bhanuteja ini menempatkan Shenina Cinnamon sebagai Suryani, siswi pintar yang menjadi korban kekerasan seksual. Tak tinggal diam, ia berupaya mengusut dalang di balik perbuatan bejat ini.

Penyalin Cahaya bikin gempar lantaran menyamai rekor Perempuan Tanah Jahanam dengan 17 nominasi di FFI. Dari yang 17 ini, Penyalin Cahaya membawa pulang selusin Piala Citra termasuk Film dan Sutradara Terbaik.

2. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (10)

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Instagram/moulysurya)
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Instagram/moulysurya)

Mbak Marlina benar-benar ugal-ugalan. Di layar lebar, ia memenggal kepala pria pelaku pelecehan seksual. Di karpet merah FFI, karya sineas Mouly Surya memanen 14 nominasi Piala Citra.

Malam puncak FFI 2018 menjadi saksi kesaktian Mbak Marlina, yang menyapu 10 piala sekaligus menobatkan diri sebagai film peraih Citra terbanyak, mengalahkan Ibunda karya sutradara legendaris Teguh Karya.

3. Ibunda (9)

Poster film Ibunda. (Foto: Dok. Nusantara Film/ IMDb)
Poster film Ibunda. (Foto: Dok. Nusantara Film/ IMDb)

Ibunda mahakarya sang maestro Teguh Karya. Ini salah film Indonesia terbaik di era klasik. Dirilis pada 1986, Ibunda kebanjiran kritik positif. Film ini disebut bentuk kepekaan seorang sineas di level paripurna, dalam merespons isu yang bergulir di masyarakat majemuk.

Ibunda menang 9 Piala Citra termasuk Film dan Sutradara Terbaik. Aktris Tuti Indra Malaon yang tampil effortless namun memesona menang Pemeran Utama Wanita Terbaik. Ditonton sekarang pun, konten Ibunda tetap relevan sekaligus menohok. Abadi.

4. Tjoet Nja’ Dhien (8)

Poster film Tjoet Nja Dhien. (Foto: IMDb/ Kanta Indah Film)
Poster film Tjoet Nja Dhien. (Foto: IMDb/ Kanta Indah Film)

Eros Djarot bagai arsitek yang membangun ulang dunia pahlawan asal Tanah Rencong, Tjoet Nja Dhien. Film ini adalah mahakarya Eros Djarot yang tak terulang lagi hingga kini.

Ia meraih 3 Piala Citra untuk Sutradara, Penulis Skenario, dan Cerita Asli Terbaik. Christine Hakim mengukuhkan diri sebagai diva layar perak, dengan meraih Piala Citra keenam. Film ini menang delapan Piala Citra termasuk Film Terbaik.

5. Pacar Ketinggalan Kereta (8)

Poster film Pacar Ketinggalan Kereta. (Foto: Dok. Perfini Film/ IMDb)
Poster film Pacar Ketinggalan Kereta. (Foto: Dok. Perfini Film/ IMDb)

Pacar Ketinggalan Kereta film bertabur bintang dari aktor hingga superstar. Karya Teguh Karya ini mempertemukan aktor watak Rachmat Hidayat dengan aktris teater Tuti Indra Malaon. Keduanya menang Piala Citra lewat film ini.

Di sisi lain, ada idola remaja era itu yakni Onky Alexander dan Ayu Azhari. Konfigurasi pemain yang ciamik plus naskah jempolan mengantar Pacar Ketinggalan Kereta meraih delapan Piala Citra termasuk Film Terbaik.

6. Kucumbu Tubuh Indahku (8)

Kucumbu Tubuh Indahku (Instagram/ fourcoloursfilms)
Kucumbu Tubuh Indahku (Instagram/ fourcoloursfilms)

Ironis. Karya Garin Nugroho ini melenggang di Venice Independent Film Critic hingga Asia Pacific Film Awards, tapi malah ditolak sejumlah kalangan di negerinya sendiri. Ini terkait semburat isu LGBT dalam naskahnya.

Tapi toh, penolakan ini tak membuat Kucumbu Tubuh Indahku kehilangan apresiasi dari kritikus dan pencinta sinema. Meraih 12 nominasi Piala Citra, Kucumbu Tubuh Indahku memetik kemenangan di delapan kategori termasuk Film Terbaik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel