6 Gejala Alergi Makanan Laut dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Alergi makanan laut atau seafood merupakan salah satu jenis alergi yang sering dijumpai. Penderita alergi makanan laut akan mengalami beberapa gejala saat mengonsumsi olahan makanan tersebut.

Gejala alergi makanan laut sangat bervariasi. Mulai dari yang ringan hingga berat. Penyebab seseorang alergi makanan laut pun bermacam-macam. Salah satu yang paling umum dikarenakan makanan laut yang mengandung banyak protein. Bagi beberapa orang, makanan jenis ini ternyata dapat memicu reaksi alergi.

Alergi makanan laut merupakan reaksi abnormal atau berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terkandung di dalam makanan laut tertentu. Karena alergi makanan laut ini dapat terjadi pada siapa saja dan kondisinya sangat tidak menyenangkan, maka penting untuk mengenal gejala serta cara mengatasi alergi makanan laut.

Berikut beberapa gejala makanan laut dan cara mengatasinya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (3/2/2020).

Gejala Makanan Laut yang Perlu Dikenali

Seafood

Gejala alergi makanan laut biasanya menyerang setelah beberapa waktu. Namun, dalam beberapa kasus sering kali menyerang dalam kurun waktu beberapa menit. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui gejala makanan laut seperti:

1. Timbul sakit perut, mual, diare atau muntah

2. Rasa menggelitik di dalam mulut

3. Hidung berlendir, sulit bernapas, atau mengeluarkan suara mirip seseorang yang terserang asma (mengi)

4. Kulit gatal, biduran, atau eczema

5. Bengkak pada wajah, bibir, lidah, tenggorokan, telinga, jari-jari, atau tangan

6. Kepala pusing bahkan nyaris pingsan

Pada beberapa kondisi tertentu, reaksi alergi makanan laut bisa sangat serius dan dapat membahayakan nyawa penderitanya, yang disebut sebagai syok anafilaktik. Reaksi alergi ini merupakan kondisi gawat darurat dan harus segera mendapat penangan di rumah sakit.

 

Cara Mengatasi Alergi Makanan Laut

Seafood

Hingga saat ini belum ada obat untuk menghilangkan alergi makanan laut. Namun, untuk reaksi alergi ringan seperti ruam atau gatal, dokter biasanya akan meresepkan kamu obat antihistamin untuk meringankan gejala alerginya.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan orang dengan alergi makanan laut untuk membawa epinefrin karena dikhawatirkan alergi kambuh secara tiba-tiba. Epinefrin merupakan obat pertolongan pertama untuk anafilaksis.

Cara Mencegah Alergi Makanan Laut

Ilustrasi Seafood (Vsl/Shutterstock)

Sebelum terjadi pada kamu, adapun cara mencegah alergi makanan laut. Salah satu caranya dengan menghindari konsumsi makanan laut atau berada di sekitar lokasi yang terdapat makanan laut. Berikut beberapa cara mencegah gejala alergi makanan laut muncul:

Membaca Label Kemasan

Produk makanan atau obat bisa terkontaminasi dengan zat-zat dari makanan laut ketika proses produksi. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membaca label kemasan, apakah produk yang akan dimakan mengandung bahan makanan laut atau tidak.

Mencari Tahu Bahan Makanan

Cara mencegah alergi makanan laut berikutnya dengan menanyakan bahan makanan yang dipesan saat makan di restoran. Pastikan juga, apakah peralatan masak yang digunakan untuk memasak makanan laut sama dengan makanan lainnya atau tidak.

Menjaga Jarak dengan Makanan Laut

Menghindari tempat pengolahan atau penjualan makanan laut bisa membantu mencegah alergi makanan laut. Sebab, sebagian orang yang memiliki alergi makanan laut bisa saja dengan mudah mengalami alergi ketika berada dekat dengan makanan laut. Misalnya saja bersentuhan dengan makanan laut atau menghirup uap masakan makanan laut.