6 Hal yang Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga imunitas adalah hal yang wajib dilakukan di masa pandemi. Sistem imun dalam tubuh akan melawan organisme patogen yang bisa datang dalam bentuk virus, bakteri, jamur, atau parasit.

Salah satu langkah terbaik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda adalah dengan mengikuti pedoman kesehatan umum yang baik.

Merangkum laman Harvard, Sabtu (17/9/2021), berikut 6 cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh:

1. Berolahraga Secara Teratur

Rutin berolahraga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3–5 kali seminggu dapat meningkatkan reaksi kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Pilihlah olahraga yang sesuai kemampuan Anda dan mudah dilakukan selama masa pandemi, seperti berjalan kaki, joging, atau bersepeda di sekitar rumah.

Jika ingin menghindari kerumunan, Anda juga bisa berolahraga di dalam rumah, misalnya melakukan senam aerobik, yoga, atau stretching.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Utamakan makanan yang mengandung protein, vitamin, mineral dan antioksidan. Contohnya seperti buah, sayuran, ikan, telur, susu, biji-bijian, dan makanan lain, seperti seafood, keju, dan yoghurt.

3. Berjemur

Cara meningkatkan daya tahan tubuh berikutnya adalah berjemur. Menurut penelitian, orang yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D adalah mereka yang terlalu sering berada di ruangan tertutup serta tinggal di kota dengan banyak gedung tinggi, sehingga terhalang dari sinar matahari.

Seperti mengutip Klikdokter, para ahli menyarankan untuk berjemur setidaknya 5–10 menit sebanyak 2–3 kali dalam seminggu. Kebiasaan ini dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Waktu berjemur yang aman dan sehat yaitu sebelum pukul 10 pagi.

4. Istirahat yang Cukup

Kualitas tidur sangat erat kaitannya dengan daya tahan tubuh. Tidur yang cukup dapat menjaga, bahkan memperkuat daya tahan tubuh.

Pastikan untuk mencukupi waktu tidur sesuai dengan usia Anda. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari, sementara remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 8–10 jam per hari.

5. Meminimalisisasi Stres

Stres merupakan reaksi tubuh terhadap perubahan yang dapat berasal dari lingkungan, tubuh, dan pikiran yang membutuhkan penyesuaian Reaksi tubuh atas perubahan tersebut dapat berupa reaksi fisik, mental, dan emosional.

Mengutip Simply Psychology, stres dapat menimbulkan efek negatif terhadap sistem imunitas tubuh apabila tidak dikelola dengan baik. Akibatnya, dapat terjadi infeksi kronis, penyakit inflamasi autoimun kronis, atau kanker. Stres kronis juga dapat menghambat komunikasi antara sel imun dan sistem saraf.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengelolah stress agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan yaitu:

  • bersikap atau berpandangan positif

  • menerima bahwa terdapat beberapa hal yang tidak dapat dikontrol secara pribadi

  • berolahraga secara teratur

  • mengonsumsi makanan sehat

  • mengelola waktu secara efektif

  • mengisi waktu luang dengan melakukan hobi.

6. Vaksinasi COVID-19

Penyuntikkan vaksin COVID-19 dilakukan sebanyak dua kali untuk mengoptimalkan antibodi yang dibentuk oleh tubuh dengan waktu atau jarak yang sudah ditentukan.

Jika seseorang terlambat atau mendahului dari jadwal vaksinasi, hal ini bisa menyebabkan vaksin menjadi tidak optimal. Hal ini terbukti dari hasil uji klinis pada vaksin Sinovac, dimana hari ke-28 merupakan angka titer antibodi tertinggi yang nantinya akan menurun setelah 7-10 hari kemudian.

Reporter: Lianna Leticia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel