6 Hal yang Harus Dipahami Orangtua Soal Google Classroom

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Hampir seluruh dunia masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk Indonesia. Platform online seperti Google Classroom dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi COVID-19.

Selain murid dan guru, orangtua sepatutnya juga memahami penggunaan Google Classroom. Hal ini memungkinkan orangtua untuk membantu anak dalam menjalani pembelajaran jarak jauh sekaligus mendampingi anak saat sekolah.

Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya orangtua harus memahami enam hal berikut ini soal Google Classroom.

1. Sumber online yang gratis bagi murid dan guru

Melalui Google Classroom, murid dan guru berkomunikasi secara online terkait pemberian materi, tugas, hingga ujian. Murid dan guru juga dapat saling bertukar pesan melalui kelas virtual ini.

2. Bisa digunakan oleh berbagai macam perangkat keras

Ilustrasi Sekolah Secara Online Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sekolah Secara Online Credit: pexels.com/pixabay

Google Classroom dimungkinkan untuk bisa diakses menggunakan perangkat keras apapun dan koneksi internet manapun. Sehingga murid tidak harus menggunakan laptop atau komputer untuk mengakses Google Classroom, melainkan bisa menggunakan smartphone.

3. Punya beberapa risiko

Karena merupakan platform online, semua data dan informasi pribadi bisa diakses oleh siapapun serta kontak potensial yang bisa disalahgunakan. Sehingga peran orangtua dalam hal pengawasan ini menjadi begitu penting, jangan sampai anak memasukkan data pribadi yang nantinya disalahgunakan.

4. Google bisa menghimpun data murid

Penggunaan Google Classroom bisa didukung dengan aplikasi lainnya, seperti YouTube untuk menunjang pembelajaran jarak jauh. Google mampu menghimpun data tentang situs mana saja yang diakses oleh anak sebagai materi pembejaran. Tak hanya itu, Tools atau fitur apa saja yang diakses oleh anak juga bisa terdata oleh Google.

5. Kemungkinan menyontek

Hal ini menjadi yang sulit untuk dicegah karena semua kegiatan dilakukan secara online. Terutama ketika sedang quiz maupun ujian akhir. Namun, guru bisa mengatur akses sumber internet lain agar tidak bisa diakses oleh anak saat membuka formulir quiz. Sehingga meminimalisir timbulnya kecurangan saat ujian.

6. Pengaturan data pribadi

Untuk menghindari penyalahgunaan data, orangtua bisa mengatur Privacy Settings pada akun pribadi anak. Terutama saat mengakses Google Classroom. Hal ini memungkinkan data anak tetap aman saat mengakses situs yang terkait dengan pembelajaran jarak jauh.

Simak video berikut ini

#Elevate Women