6 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Melakukan Perjalanan Panjang dengan Pesawat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bepergian dengan pesawat adalah salah satu cara tercepat untuk pergi ke wilayah lain. Meski cuma duduk di pesawat tapi perjalanan udara dapat menguras energi Anda. Lalu,bikin kulit kering dan membuat berbagai bagian tubuh terasa berbeda atau aneh.

"Hal ini karena tekanan, suhu, tingkat oksigen di kabin berfluktuasi, dan tingkat kelembapannya lebih rendah daripada di dataran,” kata Matthew Goldman MD, dokter keluarga Klinik Cleveland Florida.

Melansir Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa hal yang dapat terjadi pada tubuh Anda saat melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan moda transportasi pesawat.

1. Dehidrasi

Selama penerbangan 3 jam, orang biasanya kehilangan 1,5 liter air. Ini disebabkan oleh kabin pesawat yang memiliki tingkat kelembapan yang sangat rendah.

Sekitar 50 persen udara yang bersirkulasi di dalam kabin ditarik dari luar, dan pada ketinggian yang tinggi, udara hampir tidak memiliki kelembapan sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan tenggorokan, hidung, dan kulit Anda terasa kering, jelas Goldman.

Para peneliti bahkan juga mengatakan bahwa dehidrasi ringan yang mungkin terjadi dalam penerbangan juga dapat mempengaruhi suasana hati Anda.

2. Masalah kulit

Bepergian dengan pesawat juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada kulit Anda. Pertama-tama, kurangnya kelembapan dapat membuat kulit Anda kering, dan stres yang Anda alami saat berada di pesawat dapat meningkatkan kemerahan serta munculnya jerawat.

3. Kaki membengkak

Kurangnya ruang gerak saat berada di pesawat menyebabkan stagnasi aliran darah di kaki,. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan dan bahkan pembekuan.

Pembengkakan kaki bukanlah masalah serius jika hanya berlangsung sebentar, namun jika Anda ingin meredakannya, cobalah berjalan kaki singkat setiap sekitar satu jam.

4. Tekanan pada telinga Anda

Penerbangan panjang dapat menyebabkan sakit telinga yang parah, kehilangan pendengaran, dan gangguan pendengaran.

Hal ini dikarenakan saat tekanan di kabin berubah, tekanan udara di dalam telinga bagian dalam Anda mencoba menyesuaikan dengannya. Itulah sebabnya telinga Anda dapat menyesuaikan dengan berdengung.

Ketidakseimbangan itu juga dapat menyebabkan mabuk perjalanan. Itu terjadi ketika otak Anda menerima pesan yang bertentangan tentang gerakan dan posisi tubuh Anda di udara yang dikirim dari telinga bagian dalam, mata, reseptor kulit, dan sensor otot dan sendi Anda.

5. Paparan kuman

Maskapai penerbangan komersial memiliki sistem penyaringan canggih yang menghilangkan sebagian besar bakteri, jamur, dan virus dari udara. Namun, apa yang lebih mungkin membuat Anda sakit adalah kedekatan dengan begitu banyak manusia lain dan kuman mereka.

“Kami dapat menangkap sesuatu dari penumpang lain yang batuk, bersin, atau bahkan hanya bernapas di dekatnya,” kata Goldman.

Meja baki, gesper sabuk pengaman, dan permukaan lain yang sering disentuh juga dapat ditumbuhi kuman.

6. Selara makan berubah

Kemungkinan Anda menggambarkan makanan di pesawat tidak leza. Itu bukan karena makanan pesawat tidak berasa, hanya saja saat Anda berada di ketinggian 10.000 di atas permukaan air, perubahan tekanan kabin mengurangi sensitivitas indera perasa.

Kemampuan Anda untuk mencicipi makanan manis dan gurih berkurang sekitar 30 persen. Tapi tetap saja, seseorang dapat menikmati makanan mereka di pesawat dengan hidrasi yang tepat.

Reporter: Lianna Leticia

Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala

Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (Liputan6.com/Niman)
Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel