6 Hari Berturut-turut, Angka Positif COVID-19 India di Atas 300 Ribu Kasus

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Delhi - Kasus COVID-19 di India bertahan di atas angka 300.000 selama enam hari berturut-turut pada Selasa (27/4).

Hingga saat ini, ada sejumlah negara dan pihak internasional menjanjikan bantuan medis yang mendesak untuk membantu memerangi lonjakan infeksi yang mengejutkan.

Selama 24 jam terakhir, India mencatat 323.144 kasus baru. Rumah sakit di penjuru negeri terus dibanjiri pasien.

Tak heran, ada banyak pasien yang ditolak karena kekurangan tempat tidur dan persediaan oksigen, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (27/4/2021).

India hari ini (27/4) melaporkan 2.771 kematian baru, tetapi para ahli kesehatan percaya penghitungan di luar angka resmi jauh lebih tinggi.

"Harap dicatat bahwa penurunan besar dalam kasus harian sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam dalam pengujian. Ini seharusnya tidak dianggap sebagai indikasi penurunan kasus, melainkan masalah terlalu banyak kasus positif," kata Rijo M John, seorang profesor dan ekonom kesehatan di Institut Manajemen India.

India meminta angkatan bersenjata di negaranya terlibat dalam mengatasi krisis Corona COVID-19.

Kepala Staf Pertahanan Jenderal Bipin Rawat mengatakan pada Senin (26/4) malam bahwa oksigen akan dilepaskan dari cadangan angkatan bersenjata.

Bantuan Asing

Pekerja memuat tabung oksigen di stasiun pengisian di pinggiran Prayagraj, India, pada 23 April 2021. Otoritas India bergegas membawa tangki oksigen ke rumah sakit tempat pasien COVID-19 tercekik di tengah gelombang virus corona terburuk di dunia. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Pekerja memuat tabung oksigen di stasiun pengisian di pinggiran Prayagraj, India, pada 23 April 2021. Otoritas India bergegas membawa tangki oksigen ke rumah sakit tempat pasien COVID-19 tercekik di tengah gelombang virus corona terburuk di dunia. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)

Negara-negara termasuk Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat telah menjanjikan bantuan.

Pengiriman pasokan medis penting dari Inggris, termasuk 100 ventilator dan 95 konsentrator oksigen, tiba di Delhi pada Selasa pagi.

Prancis juga mengirim generator oksigen yang dapat menyediakan oksigen selama setahun untuk 250 tempat tidur, kata kedutaan.

Perdana Menteri Narendra Modi telah mendesak semua warga untuk divaksinasi dan berhati-hati selama beraktivitas di tengah merebaknya kasus COVID-19.

Di beberapa kota terparah di India, jenazah dikremasi di fasilitas darurat di taman dan tempat parkir. Pasien yang sakit kritis berbaring di tempat tidur di luar rumah sakit yang kewalahan menunggu untuk masuk.

Batasi Aktivitas Penerbangan Internasional

Proses pembakaran korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Pemerintah India melakukan kremasi massal untuk jenazah korban COVID-19. (Money SHARMA/AFP)
Proses pembakaran korban yang meninggal karena virus corona COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Senin (26/4/2021). Pemerintah India melakukan kremasi massal untuk jenazah korban COVID-19. (Money SHARMA/AFP)

Australia menghentikan penerbangan penumpang langsung dari India hingga 15 Mei, yang terbaru dari daftar negara yang membatasi perjalanan dari India untuk mencegah varian virus yang lebih ganas memasuki perbatasan mereka.

Tiga pemain kriket Australia mempersingkat musim Liga Premier India untuk pulang di tengah ketidakpastian.

India, rumah bagi sekitar 1,3 miliar orang, sejauh ini telah melaporkan 17,64 juta infeksi COVID-19 dan 197.894 kematian, tetapi para ahli percaya penghitungan tersebut jauh lebih tinggi.

India sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat, dimana AS akan membagikan 60 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca pada sejumlah negara.

"Lobi besar sedang dilakukan pada saat ini untuk mengamankan sebanyak mungkin bagi India," kata seorang pejabat senior India.

Simak video pilihan di bawah ini: