6 Hit Afgan yang Ulang Tahun ke-32, Nomor 2 Berisi Doa Agar Mantan Pacar Dapat Balasan Setimpal

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Afgan Syahreza kini jadi salah satu solis pria papan atas Tanah Air. Pernah menggelar konser tunggal di Jakarta Covention Center dengan dukungan orkestrasi Erwin Gutama, Afgan pun resmi jadi divo.

Berkarier sejak 2008, Afgan yang berkali dikabarkan pacaran dengan Rossa, telah melahirkan banyak hit besar. Genre musiknya pun makin kaya. Ia tak lagi berkutat pada pop mellow dengan lirik berdarah-darah.

Kamis (27/5/2021), Afgan ulang tahun ke-32. Tak lagi muda, tapi belasan tahun berkarier musikalitasnya pantang menua. Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 hit besar Afgan teriring ucapan panjang umur, sehat, dan bahagia.

1. Terima Kasih Cinta

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Dekade 2000-an, gelar Pangeran Pop Indonesia disematkan pada Glenn Fredly setelah album Selamat Pagi Dunia! rilisan Sony Music meledak. Pada 2008, pendatang baru bernama Afgan dengan album Confession No. 1 (diproduksi WannaBe dan titip edar via Sony Music) hadir.

Single “Terima Kasih Cinta” jadi hit. Lewat karya Mario Kacang, yang kini jadi personel 3 Composer, Afgan seolah mengirim “tanda bahaya” bahwa pangeran pop lainnya telah lahir. Waktu yang akan menguji mampukah Afgan mencetak hit lain?

2. Sadis

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Pertanyaan di atas dijawab beberapa pekan kemudian. “Sadis” karya Bebi Romeo jadi hit besar, melampaui “Terima kasih Cinta” yang membuka jalan Afgan. Ada banyak faktor yang membuat tembang supergalau ini sukses. Pertama, lagunya enak. Kedua, judulnya nyentrik.

Ketiga, lirik yang menampilkan sakit hati dipermainkan pacar hingga mendoakan mantan kena karma alias balasan setimpal. Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti. Soal gosip pacaran dengan Eva Celia yang jadi model video klip “Sadis,” itu hanya bonus.

3. Bukan Cinta Biasa

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Kesuksesan “Sadis” membuat hubungan Afgan dan Bebi Romeo menghangat. Saat Afgan dilirik untuk menyanyikan lagu tema film Bukan Cinta Biasa, Bebi menulis lagu berjudul sama dengan filmnya. Lagi-lagi, “Bukan Cinta Biasa” sukses di pasar.

Afgan yang tampil singkat di film ini lantas disebut punya hubungan khusus dengan Olivia Jensen. Tanpa gosip macam ini pun, Bukan Cinta Biasa sudah jadi fenomena, kok. Ditonton 500 ribu orang lebih, film ini dibuatkan sekuel berjudul Masih Bukan Cinta Biasa.

4. Bawalah Cintaku

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Setahun setelah fenomena Bukan Cinta Biasa, Afgan merilis album The One dengan lagu unggulan “Cinta 2 Hati.” Tahun yang sama, ia membintangi film Cinta 2 Hati bareng Olivia Jensen lagi. Sayang, ini tak disambut hangat. Yang jadi hit justru “Bawalah Cintaku.”

Karya Bebi Romeo ini terasa menyengat di kuping sejak bait pertama diembuskan Afgan yakni: Sumpah tak ada lagi kesempatanku untuk bisa bersamamu. Lagu ini jadi soundtrack sinetron berating tinggi, Antara Cinta dan Dusta (Indosiar). Ada yang masih ingat?

5. Dia Dia Dia

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Yang kerap dipertanyakan publik saat penyanyi sukses dengan album debut, mampukah sang artis melahirkan album kedua yang sama suksesnya. Ini dijawab Afgan lewat The One. Selain hit “Bawalah Cintaku,” ia menyodorkan nomor rancak “Dia Dia Dia.”

Karya Bembi Noor ini pembuktian bahwa Afgan tak hanya piawai di nomor balada. “Dia Dia Dia” yang bertempo sedang, lalu “Panah Asmara” memperlihatkan rentang vokal Afgan yang ternyata lebar. Tak salah ia jadi idola berikutnya.

6. Jodoh Pasti Bertemu

Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)
Afgan. (Foto: Dok. Instagram @afgan__)

Masih bersama Bembi Noor, Afgan merilis “Jodoh Pasti Bertemu” yang jadi soundtrack Madre. Madre diangkat dari novel karya Dee Lestari, dibintangi Vino G. Bastian dan Laura Basuki. Jangan tanya soal penjiwaan karena Afgan tahu betul balada ini harus diapakan.

Racun lagu ini ada di tanjakan bagian refrain: Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu. Jika aku memang tercipta untukmu, ku 'kan memilikimu. Hit ini diambil dari album L1ve to Love, Love to L1ve yang menandai pindahnya Afgan ke Trinity Optima.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel