6 Hoaks Sepekan, dari Dana Bansos sampai Vaksin Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Peredaran hoaks terus bertambah dan beragam isinya, kondisi ini dapat menyesatkan jika kita tidak jeli dalam mempercayai informasi.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang berdar di media sosial, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan:

1. Pertamina Bagikan Cek Dana Bansos Rp 150 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Pertamina bagikan cek dana bansos sebesar Rp 150 juta. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi Pertamina bagikan cek dana bansos sebesar Rp 150 juta mencantumkan tautan yang menggiring penerima pesan untuk membukannya.

Berikut informasi Pertamina bagikan cek dana bansos sebesar Rp 150 juta:

“Ass…

Selamat Anda M-dapatkan

Dana Bantuan Bansos

Dari My pertamina pusat

Bantuan Cek 150jt

PIN(da25e77)

Verifikasi Kode:

www.danabansosper-tamina.cf”

Benarkah informasi Pertamina bagikan cek dana bansos sebesar Rp 150 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

2. Whatsapp Bagikan Kuota 50 GB Dalam Rangka Ulang Tahun

Beredar melalui aplikasi percakapan dan media sosial pesan berantai terkait Whatsapp yang membagikan kuota internet sebesar 50 Gb dalam rangka ulang tahun. Pesan berantai itu tersebar sejak pekan lalu.

Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

"Coba lihat ini, 50GB (Semua Jaringan) berlaku selama 90 hari dalam Perayaan Ulang Tahun WhatsApp.

Saya Telah Menerima Milik Saya. Cepat sebelum Habis

br5201310.xyz/50gb/tb.php?t=1633345662"

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim Whatsapp membagikan kuota internet sebesar 50 GB dalam rangka ulang tahun? Simak hasil penelusurannya di sini.

3. Joe Biden Disuntik Vaksin Booster Palsu

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 Oktober 2021.

Unggahan klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Joe Biden berupa tangkapan layar yang berisi tautan artikel berjudul "fake biden receives fake booster on national television" yang dimuat situs best news here.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Vaksin Presiden Biden yang Ditayangkan Media Nasional, TERBUKTI PALSU.

Dugaan kita Tidak Salah lagi. Semua Presiden telah melakukan Drama."

Benarkah klaim penyuntikan vaksin booster palsu pada Joe Biden? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

4. Vaksin Covid-19 Sebabkan Darah Kental dan Memperpendek Umur

Klaim tentang vaksin Covid-19 dapat menyebabkan darah kental dan memperpendek umur beredar di media sosial. Klaim tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi WhatsApp pada 7 Oktober 2021.

Dalam pesan tersebut menampilkan foto dua kantong darah. Kantor pertama tertulis sebagai darah yang belum divaksin dan kantong kedua diklaim darah yang sudah divaksin.

"Mohon ma'af sebelumnya, Saya hanya sampaikan ala adanya bukan menakut nakin... Dampak nya vaksin akan menjadi kental "DARAH" menyebabkan mudah datang penyakit dan perpendek masa umur," demikian narasi dalam pesan tersebut.

Benarkah vaksin Covid-19 dapat menyebabkan darah menjadi kental dan memperpendek umur? Simak hasil penelusurannya di sini.

5. Tukul Arwana Meninggal Dunia pada 6 Oktober 2021

Beredar informasi kabar artis Tukul Arwana meninggal dunia. Hal ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 6 Oktober 2021.

Akun tersebut mengunggah sebuah artikel berjudul "InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Kabar Duka datang dari Tukul Arwana, Dokter sudah Berusaha namun Tuhanlah yang Menentukan".

Artikel tersebut menampilkan foto suasana pemakaman jenazah di tempat makam umum (TPU). Foto tersebut dikaitkan dengan kabar meninggalnya Tukul Arwana.

Unggahan ini telah mendapatkan 34 komentar, 247 disukai, dan dibagikan 5 kali oleh warganet.

Benarkah kabar Tukul Arwana meninggal dunia? Simak hasil penelusurannya di sini.

6. Vaksin Covid-19 Bahaya dan Tidak Aman Bagi Kesehatan

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim vaksin covid-19 tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan. Positingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya ada di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 11 Juni 2021.

Berikut isi postingannya:

“Sebetulnya lebih aman engga divaksin, saya ngrasain sendiri sebelum dan setelah divaksin daya tahan tubuh sprti hilang separuhnya, kirain cuma saya doang 😢 Saya pake vaksin pfizer, Kesimpulannya semua vaksin engga aman/bahaya bagi kesehatan kita”

Lalu benarkah postingan yang menyebut vaksin covid-19 berbahaya dan tidak aman bagi kesehatan? Simak penelusurannya di sini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel