6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, Simak Faktanya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks yang beredar dalam sepekan beragam bentuknya, ini perlu diwaspadai karena dapat merugikan. Sebab itu sebelum mempercayai informasi yang didapat sebaiknya kita memastikannya terlebih dahulu.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar di media sosial dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks sepekan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Video Mayat Korban Covid-19 Bergerak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mayat korban Covid-19 bergerak. Klaim tersebut diunggah akun Facebook James Bowi, pada 30 Juni 2021.

Klaim video mayat korban Covid-19 bergerak yang diunggah menampilkan sejumlah benda menyerupai tubuh manusia yang ditutup dengan kain putih dan terlihat bergerak.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"WASPADA TERHADAP SERANGAN AKTING PLANDEMI - part 5

Mayat korban kopit nya kok bisa gerak gerak ?"

Benarkah klaim video mayat korban Covid-19 bergerak? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim video mayat korban Covid-19 bergerak tidak benar.

Video itu direkam saat demonstrasi oleh mahasiswa Ikhwanul Muslimin di Universitas Al-Azhar, beredar sejak 2013. Para mahasiswa memprotes militer di depan gedung administrasi perguruan tinggi di Kairo, Mesir.

2. Video Ini Seorang Tentara Menyerang Sopir Truk

Sebuah video yang diklaim seorang tentara menyerang sopir truk beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Geovie Shi pada 27 Juni 2021.

Dalam video tersebut tampak seorang pria mendatangi sebuah truk. Ia kemudian memanjat dan memukul sopir yang ada di dalam truk. Pria yang memukul sopir tersebut kemudian dikaitkan dengan seorang tentara.

"TENTARA K*P*R*T

Tentara tidak tahu adat. Arogan sekali menyerang sopir truk, memukuli sopir tsb dijalan padat bahkan sampai memecahkan kaca depan truk. Memalukan TNI saja. Semoga segera ditangkap!!" tulis akun Facebook Geovie Shi.

Benarkah pria dalam video tersebut adalah seorang tentara? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim seorang tentara menyerang sopir truk ternyata tidak benar. Faktanya, pria yang menyerang sopir truk adalah seorang pelaut. Pelaku kini sudah diamankan dan ditahan polisi.

3. Pemuda dalam Foto Ini Bukan Ketua BEM UI

Sebuah foto pemuda yang diklaim sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Heri Tanjung pada 30 Juni 2021.

Dalam foto tersebut, tampak seorang pemuda yang diklaim sebagai Ketua BEM UI. Pemuda tersebut tampak mengenakan kemeja batik berwarna biru.

Pemuda tersebut terlihat tengah berfoto dengan Said Didu dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Pemuda tersebut kemudian dikaitkan dengan sosok Ketua BEM UI.

"Jejak digital itu mmng mnyakitkan !!

Sekarang anda tau kan siapa ktua bem ui ?

Trnyata kadal buntung !!" tulis akun Facebook Heri Tanjung.

Benarkah pemuda dalam foto tersebut merupakan Ketua BEM UI? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto pemuda yang diklaim sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ternyata tidak benar. Faktanya, pemuda dalam foto tersebut bukan Ketua BEM UI.

Berikutnya

4. Video Penangkapan Covid-19 yang Dimasukkan ke Botol

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video menangkap Covid-19 dan dimasukkan ke dalam botol. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Fahd Bazry, pada 28 Juni 2021.

Klaim video menagkap Covid-19 dan dimasukan ke dalam botol yang diunggah menampilkan seorang yang sedang terbaring di tempat tidur medis dan terdapat botol infus di sebelahnya, kemudian dikelilingi sejumlah orang.

Salah satu orang yang mengenakan penutup kepala putih sedang melakukan gerakan seperti sedang menangkap sesuatu dan mengarahkannya ke dakam botol.

Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

"cuman di INDONESIA covid 19 bisa di tangkap dan di masukan kedalam botol

warga +62 mah bebas"

Benarkah klaim video menagkap Covid-19 dan dimasukan ke botol? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6,com, klaim video menangkap Covid-19 dan dimasukkan ke botol tidak benar.

Video tersebut dibuat dan disebar sejak 2018 sebelum Covid-19 muncul, video tersebut dibuat untuk menghibur seorang yang kakinya cedera.

5. Insentif Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 Dihentikan Pemerintah Pusat

Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai terkait insentif tenaga kesehatan selama pandemi covid-19 yang dihentikan oleh Pemerintah Pusat. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.

Dalam pesan berantai yang beredar terdapat potongan gambar dari sebuah artikel dengan judul "Insentif Nakes dari Pusat Dihentikan". Selain itu terdapat juga tulisan "Bakal Ditanggung Pemda Disesuaikan Kekuatan APBD".

Selain itu pesan berantai juga disertai narasi "semoga tdk melemahkan semangat sahabat2 nakes Indonesia"

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim insentif tenaga kesehatan selama pandemi covid-19 dihentikan oleh Pemerintah Pusat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai yang mengklaim insentif tenaga kesehatan selama pandemi covid-19 dihentikan oleh Pemerintah Pusat adalah tidak benar.

6. Daftar Obat dari RS Yang Bisa Digunakan Sendiri oleh Pasien Covid-19

Beredar di media sosial postingan berisi daftar obat dari Rumah Sakit (RS) yang bisa digunakan oleh pasien covid-19. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Tati Virgo. Dia mengunggahnya di Facebook pada 26 Juni 2021.

Berikut daftar obat tersebut:

Ia juga menambahkan narasi: "Ini obat nya cari di apotek"

Lalu benarkah postingan berisi daftar obat dari RS yang bisa digunakan oleh pasien covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan berisi daftar obat dari RS yang bisa digunakan oleh pasien covid-19 adalah tidak benar. Faktanya obat yang disebutkan dalam postingan tidak boleh sembarangan dikonsumsi dan harus dalam pengawasan dokter.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

chatbot cekfakta
chatbot cekfakta
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel