6 Hoaks yang Beredar dalam Sepekan, Simak Faktanya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks masih terus beredar di media sosial dengan isi yang beragam, infrormasi palsu tersebut juga dikemas dengan berbagai bentuk seperti teks, foto hingga video.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan:

1. Bupati Sukoharjo Izinkan Penyelenggaraan Hajatan saat PPKM Darurat Level 4

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Bupati Sukoharjo, Etik Suryani sudah mengizinkan penyelenggaraan hajatan saat PPKM Darurat level 4. Postingan itu ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Wiras Geffa Pro. Dia mengunggahnya di Facebook pada 24 Agustus 2021.

Dalam postingannya terdapat potongan layar artikel dari Solopos.com dengan judul:

"BUPATI SUKOHARJO: Penyelenggara Hajatan disukoharjo Sudah Diperbolehkan, Termasuk Acara Hiburannya dengan menerapkan protokol kesehatan"

Selain itu ia menambahkan narasi "Ndang rame meneh yooo.. Ben Ra Poso trs."

Lalu benarkah postingan yang menyebut Bupati Sukoharjo sudah mengizinkan penyelenggaraan hajatan selama PPKM Darurat level 4? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut Bupati Sukoharjo sudah mengizinkan penyelenggaraan hajatan selama PPKM Darurat level 4 adalah tidak benar.

2. KPK Buka Lowongan Penyuluh Antikorupsi untuk Napi Koruptor di Atas Rp 1 Miliar

Beredar di media sosial postingan lowongan pekerjaan sebagai penyuluh antikorupsi bagi napi koruptor di atas Rp 1 miliar dari KPK. Postingan ini ramai dibagikan sejak tengah pekan kemarin.

Salah satu akun yang mengunggahnya bernama Aden Untung. Dia mempostingnya di Facebook pada 25 Agustus 2021.

Dalam postingannya terdapat gambar dengan logo KPK dengan narasi sebagai berikut:

"Lowongan

Penyuluh Antikorupsi

Syarat:

1. Pernah korupsi di atas Rp 1 Miliyar2. Berkelakuan baik3. Hampir rampung jalani masa hukuman4. Lulus Tes Psikologi

Kirimkan berkas lamaran kepada:

Wawan Wardiana

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jln. Kuningan Persada Kav-4, Jakarta 12950"

Selain itu akun tersebut menambahkan narasi:

"Benarkah ini dari KPK.?

Kalau benar maka Indonesia diambang kehancuran.. kehancuran moral.."

Lalu benarkah KPK membuka lowongan penyuluh antikorupsi bagi napi koruptor di atas Rp 1 miliar? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

3. Penyedap Rasa Ajinomoto Mengandung Tulang Babi

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi penyedap rasa Ajinomoto mengandung tulang babi, informasi tersebut diunggah akun Facebook Zul Karna IN, pada 4 Agustus 2021.

Unggahan informasi penyedap rasa Ajinomoto mengandung tulang babi tersebut berupa foto kemasan Ajinomoto pada tulisan "UMAMI SEASONING" diberi tanda.

Kemudian tangkapan layar tulisan berbahasa Inggris yang mengulas tentang UMAMI.

Lalu unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Umami: Campuran tulang BABI..? Silahkan mikir sendiri az...."

Benarkah informasi penyedap rasa Ajinomoto mengandung tulang babi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi umami kandungan tulang babi dalam penyedap rasa Ajinomoto tidak benar.

LPPOM MUI telah memastikan kehalalan penyedap rasa Ajinomoto.

4. SPBU Pertamina Tidak Melayani Pengisian Pertalite Bagi Sepeda Motor 2 Tak Mulai 22 Agustus 2021

Kabar tentang SBPU Pertamina tidak lagi melayani pengisian BBM jenis Pertalite bagi sepeda motor 2 tak mulai 22 Agustus 2021 beredar di media sosial.

Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak 22 Agustus 2021. Berikut isi pengumuman tersebut:

Jakarta, 22 Agustus 2021

No. 119/Q23030/2021-S3

Perihal: Edaran

Dengan terhormat,

Seluruh Pengecer

PENGUMUMAN

MULAI TANGGAL 22 AGUSTUS 2021 SEMUA SPBU TIDAK MELAYANI PENGISIAN PERTALITE UNTUK 2 TAK

Benarkah SBPU Pertamina tidak lagi melayani pengisian BBM jenis Pertalite bagi sepeda motor 2 tak mulai 22 Agustus 2021? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang SBPU Pertamina tidak lagi melayani pengisian BBM jenis Pertalite bagi sepeda motor 2 tak mulai 22 Agustus 2021 ternyata tidak benar alias hoaks.

5. Lagu Kebyar-Kebyar Berkumandang Saat Penutupan Olimpiade Tokyo

Sebuah video yang diklaim lagu Kebyar-Kebyar berkumandang saat upacara penutupan Olimpiade Tokyo beredar di media sosial. Video itu disebarkan oleh akun Agung Subagiyono pada 18 Agustus 2021 lalu

Video berdurasi 3 menit 29 detik ini juga disertakan narasi dari akun Agung Subagiyono yang berbunyi:

“Masya Allah. Clossing Ceremony Olympiade Tokyo.Lagu Indonesia "Gebyar Gebyar" ciptaan Alm. *Gomloh* dikumandangkan oleh Penyanyi kenamaan Spanyol, dan di backing vocal oleh mahasiswa² Indonesia yg sdg kuliah di Spanyol. Saat lagu itu berkumandang.. sungguh mendpt applous yg luar biasa dr seluruh atlit sedunia yg hadir di Tokyo. Saat ini lagu "Gebyar Gebyar" sudah viral di bbrpnegara. *_Penyanyi tsb minta ke Panitya Olympiade Tokyo, agar memberikan "royalti" lagu tsb ke kelg (alm) Gombloh_*. _Hal ini direspon cepat oleh Panitia Olympiade yg di back up oleh Pemerintah Jepang_, *yg langsung menyerahkan royalti tsb ke keluarga (alm) Gombloh senilai 250 jt rupiah, melalui kedubes Jepang di Infonesia.*Gombloh, yg telah begitu dikagumi di luar negeri dg karya² nya mengharumkan nama Indonesia. Semoga ini benar adanya.”

Lalu, benarkah video tersebut merupakan lagu Kebyar-Kebyar yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Spanyol pada penutupan Olimpiade Tokyo 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim lagu Kebyar-Kebyar berkumandang saat upacara penutupan Olimpiade Tokyo adalah informasi yang salah.

Faktanya, lagu Kebyar-Kebyar dalam video tersebut dinyanyikan oleh Band Arkarna dalam acara acara Mega Konser Dunia yang ditayangkan oleh stasiun televisi RCTI pada 18 Agustus 2015. Video itu tidak ada kaitannya dengan penutupan Olimpiade Tokyo.

6. Batik Air Jemput WNI di Afghanistan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Batik Air menjemput Warga Nasional Indonesia (WNI) di Afghanistan. Informasi tersebut diunggah akun Facebook Dhaffa Lutfim pada 20 Agustus 2021.

Unggahan informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan, diberi keterangan sebagai berikut:

"Puji Tuhan, Alhamdulilah pemerintah kita sudah mulai evakuasi WNI di Afghanistan 🇦🇫😍💪👍".

Unggahan tersebut berupa tautaan unggahan akun Twitter @tweetmiliter, pada 18 Agustus 2021 yang memberi keterangan sebagari berikut:

"Dan akhirnya pemerintah Indonesia pun mengirimkan A320neo milik Batik Air untuk mengevakuasi WNI di Afghanistan"

Keterangan akun Twitter @tweetmiliter merupakan bagian dari unggahannya yang berupa unggahan akun Twitter @indoflyer, pada 18 Agustus 2021.

Unggahan tersebut berupa jadwa penerbangan untuk maskapai Batik Batik Air dengan keberangkatan pukul 1:40 am dan kedatangan 9:00am.

Tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"A320neo Batik Air PK-BDF akan terbang ke Kabul Afghanistan 19 Agustus 2021 untuk menjemput WNI yang ada di sana"

Benarkah informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Batik Air menjemput WNI di Afghanistan tidak benar.

Maskapai Lion Air Group pun telah menepis kabar akan melakukan penjemputan WNI di Kabul, Afghanistan pasca kota tersebut dikuasai Taliban.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel