6 Hoaks yang Beredar di WhatsApp dari BBM Langka sampai Ibadah Haji

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com telah melakukan sejumlah penelusuran informasi yang beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp, hasilnya sebagian informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

WhatsApp memang menjadi salah satu aplikasi percakapan yang efektif untuk menyebar informasi. Namun, sebaiknya kita harus hati-hati dan tidak mudah langsung mempercayai kabar berikut agar tidak menjadi korban hoaks.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar lewat WhatssApp hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Video Wasiat Penyebar Uang Seorang yang Mati karena Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19. Video tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Video yang diklaim penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19 dengan durasi 2.32 menit tersebut menampilkan seorang berjaket hitam mengambil sejumlah lembar uang dari kantung, kemudian uang tersebut dilempar ke udara di kawasan pertokoan.

Dalam video seorang tersebut pun bernarasi, berikut transkrip narasinya:

“Today a friend of mine died, he was a rain man and his name is Joe Kosh, he got killed and there was some pieces that remained that he never finished, right here. He was a dude that made good money and got killed for nothing. I am doing this to commemorate him.”

Kemudian pada menit ke 2.08 tayangan tersebut menampilkan seorang mengenakan kaus merah sedang menebar uang ke udara.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Infonya ini seorang yang mati kena CoViD berwasiat agar sisa hartanya disebar di Times Square".

Benarkah klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video penyebaran uang wasiat seorang yang mati karena Covid-19 tidak benar.

Penyebar uang dalam video tersebut adalah teman Joe Kush, rapper Amerika yang meninggal terbunuh bukan karena Covid-19. Penyebaran uang dilakukan untuk mengenang Joe Kush yang suka menyebar uang semasa hidupnya.

2. Pasokan BBM Akan Langka Akibat Kilang Balongan Meledak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan langka akibat Kilang Balongan meledak, informasi tersebut beredar di jejaring sosial WhatsApp.

Berikut informasi BBM akan langka akibat Kilang Balongan meledak:

Benarkah informasi BBM akan langka akibat Kilang Balongan meledak? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi BBM akan langka akibat Kilang Balongan meledak tidak benar.

Pertamina menyatakan, pasokan BBM tetap aman meski Kilang Balongan kebakaran.

3. Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2021 Tanpa Batasan Jamaah

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai terkait pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021. Pesan berantai tersebut ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Pesan berantai tersebut mengklaim bahwa pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini akan berlangsung seperti biasa. Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya:

"UPDATE HAJI 2021 / 1442H

Haji 2021 Akan Berlangsung Seperti Biasa Tanpa Batasan, Raja Saudi Meyakinkan

Berita bagus untuk semua Muslim di seluruh dunia karena Raja Salman memastikan bahwa Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jamaah, demikian konfirmasi dari Reuters.

Berbeda dengan haji pada tahun 2020, ketika hanya beberapa jamaah yang diizinkan untuk melakukannya, pada tahun 2021, raja Saudi telah memberikan izin karena tempat-tempat suci tersebut diarahkan untuk memerangi pandemi yang sedang berlangsung, virus korona.

Raja Salman selanjutnya menyetujui beberapa inisiatif terbaru untuk memberikan perawatan kesehatan yang cepat kepada para peziarah yang datang untuk menunaikan ibadah haji.

Ini termasuk membebaskan biaya tahunan fasilitas akomodasi dari kota, kegiatan komersial di Madinah dan Makkah, tempat haji berlangsung.

Untuk ekspatriat yang bekerja dalam kegiatan apa pun yang terkait dengan Haji dan Umrah, pengumpulan biaya tinggal perpanjangan akan ditunda untuk enam poin berikutnya, yang kemudian dapat dibayarkan dalam hal pembayaran tahunan, kata Saudi Press Agency.

Lisensi bus bagi para pengangkut jemaah juga akan berlaku selama satu tahun tanpa biaya tambahan. Pengumpulan bea cukai akan ditunda tiga bulan yang juga bisa dibayar kemudian dalam empat bulan.

✓Vaksin Coronavirus Wajib Haji Tahun 2021

Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, mendapatkan vaksin Coronavirus adalah wajib untuk haji pada tahun 2021. Sebelumnya diumumkan bahwa vaksin covid juga wajib bagi jamaah umrah.

✓Sanitasi yang EfektifManajemen tempat suci telah memasang teknologi terbaru untuk membersihkan setiap peziarah yang mengunjungi tempat-tempat suci dan memasang teknologi untuk mengidentifikasi orang-orang yang mengalami demam tinggi atau masalah medis apa pun.

✓Tidak Ada Kasus Coronavirus di Masjid al Haram dan Masjid an NabawiDr Abdul Rehman Al Sudais, Presidensi Umum dua masjid suci, saat berbicara dalam simposium mengatakan kepada dunia bahwa Masjid al-Haram dan Masjid an Nabawi adalah satu-satunya tempat di dunia di mana virus corona belum terjangkau.

✓Formulir Aplikasi Haji 2021Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengumumkan aplikasi haji apa pun hingga saat ini. Kami akan memperbarui pembaca kami setelah kami memiliki pembaruan tentang ini.

✓Kapan Haji 2021Tanggal Haji 2021 adalah Sabtu, 17 Juli 2021 dan akan berakhir pada Kamis, 22 Juli 2021.

Sumber:https://theislamicinformation.com/hajj-2021-updates

Info umroh dan haji Alhamdulillah"

Lalu benarkah pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021 akan berjalan normal tanpa batasan jamaah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai yang menyebut pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021 akan berjalan normal tanpa batasan adalah hoaks.

Berikutnya

4. Inggris Turunkan Status Covid-19 Sebab Bisa Disembuhkan Paracetamol dan Pandemi Berakhir

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir

Informasi Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

"File Corona ditutup di Inggris

Klasifikasi UK Povid berubah dari penyakit menular yang parah menjadi penyakit menular biasa…

https://www.gov.uk/guidance/high-consequence-infectious-diseases-hcid

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa penyakit Corona adalah virus yang umum, dan hanya orang yang memiliki masalah lain yang takut akan penyakit itu.

Dan itu bisa dilawan dengan pil Parastamol. Tutup file Corona setelah Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi terlibat dalam konspirasi melawan kemanusiaan, memaksa mereka untuk mengaku dan mengubah pernyataan mereka, dan perintah akan diarahkan ke semua negara untuk dibuka dan tidak perlu ada jarak sosial dan mengarahkan pemulangan hidup normal

Hari ini, organisasi tersebut menyatakan:

Organisasi Kesehatan Dunia mencapai kesimpulan akhir bahwa pembawa virus Covid 19 dianggap orang yang tidak menular kepada orang lain, kecuali dalam kasus gejala, yang terpenting adalah suhu! Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memeriksa yang tidak terinfeksi atau menyimpannya untuk karantina

Dengan demikian, survei nasional dan karantina untuk orang-orang tanpa gejala menjadi tidak berguna dan tidak mempengaruhi penanganan penyakit !!!

Strateginya sekarang adalah mencari orang dengan gejala dan bukan pembawa penyakit!Sekarang pandemi telah berakhir dan konspirasi telah terungkap, dan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa apa yang terjadi beberapa bulan lalu adalah kesalahpahaman."

Benarkah klaim Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi telah berakhir? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Inggris menurunkan status Covid-19 sebab bisa sembuh dengan Paracetamol, pandemi berakhir tidak benar.

Pemerintah Inggris memang menurunkan status Covid-19 dari dari klasifikasi sebagai penyakit menular konsekuensi tinggi (HCID) karena tidak masuk dalam kategori HCID, bukan karena Covid-19 bisa sembuh dengan Paracetamol. Meski Covid-19 tidak masuk dalam kategori HCID, tetapi masih berbahaya, Pemerintah Inggris pun berupaya memutus penularan penyakit tersebut dengan melakukan lockdown pada Januari 2021 karena kasusnya meningkat.

5. Pesan Berantai Menjanjikan Hadiah Ratusan Juta dari Shopee Indonesia

Beredar kembali melalui pesan singkat dan aplikasi percakapan, pesan berantai yang menjanjikan hadiah dari Shopee Indonesia. Pesan berantai tersebut ramai dibagikan lagi belakangan ini.

Dalam pesan berantai tersebut berisi tautan yang mengarahkan pengguna ke sebuah blog. Di dalam blog tersebut terdapat penjelasan mengenai mekanisme pengambilan hadiah yang bernilai ratusan juta berupa uang tunai, motor, hingga mobil.

Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya:

"Selamat Nomor Anda Terpilih Sebagai Pemenang Dari SHOPEE INDONESIA. Dengan Kode Pin (AD25MD47)U/INFO Klik: bit.ly/layananshopee77"

Lalu benarkah Shopee Indonesia sedang mengadakan promo berhadiah ratusan juta rupiah dan diumumkan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Pesan berantai yang menyebut Shopee Indonesia mengadakan promo berhadiah ratusan juta rupiah dan diumumkan melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan adalah hoaks.

6. Informasi Vaksin Covid-19 Paling Aman dari Artikel New York Times

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai artikel terkait peringkat keamanan vaksin covid-19 yang diklaim dari New York Times. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal bulan lalu.

Dalam pesan berantai menyebutkan ada empat vaksin covid-19 asal China yang diklaim paling aman sejauh ini. Selain itu disebutkan pula China sudah mengekspor 500 juta dosis vaksin covid-19 ke seluruh dunia.

Berikut pesan berantai itu selengkapnya:

"Vaksin Covid 19 dari China menduduki 4 ranking teratas vaksin paling aman dari semua vaksin yg sdh beredar. Ini laporan dari NEW YORK TIMES. Jadi Vaksin dari China BUKAN ABAL - ABAL

Report by The New York Times on Feb 5, 2021.In the safety ranking, the top four are all Chinese vaccines:

1. Sinopharm (China)

2. Sinovac (China)

3. Kexing (China)

4. Can Sino (China)

5. AstraZeneca (UK)

6. Pfizer (United States and Germany)

7. Modena (United States) 8. Johnson & Johnson (United States)

9. Novavax (United States)

10. Satellite 5 (Russia) Sinopharm has two vaccines, ranking first and second respectively.

China has exported more than 500 million doses of vaccines to more than 50 countries around the world, and it is estimated that hundreds of millions of people have been vaccinated. And China's vaccine accident rate is lower and safer.

As reported by Western media, many wealthy people in Britain fly to the UAE to vaccinate Chinese national medicine.

https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"

atau dalam Bahasa Indonesia:

"Laporan oleh The New York Times pada 5 Februari 2021.

Dalam peringkat keamanan, empat teratas adalah semua vaksin China:

1. Sinopharm (Cina)

2. Sinovac (Cina)

3. Kexing (Cina)

4. Bisa Sino (China)

5. AstraZeneca (Inggris)

6. Pfizer (Amerika Serikat dan Jerman)

7. Modena (Amerika Serikat)

8. Johnson & Johnson (Amerika Serikat)

9. Novavax (Amerika Serikat)

10. Satelit 5 (Rusia) Sinopharm memiliki dua vaksin, peringkat pertama dan kedua masing-masing.

China telah mengekspor lebih dari 500 juta dosis vaksin ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, dan diperkirakan ratusan juta orang telah divaksinasi. Dan tingkat kecelakaan vaksin China lebih rendah dan lebih aman. Seperti dilansir media Barat, banyak orang kaya di Inggris terbang ke UEA untuk memvaksinasi pengobatan nasional Tiongkok.

https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"

Lalu benarkah isi pesan berantai terkait peringkat keamanan vaksin covid-19 merupakan artikel dari New York Times? Simak Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, pesan berantai terkait peringkat keamanan vaksin covid-19 yang disebut merupakan artikel dari New York Times adalah tidak benar.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut