6 Hoaks yang Beredar Sepekan, Simak Faktanya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam, kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak menjadi korbannya. Sebab itu, kita perlu selektif ketikan menerima informasi.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral yang beredar dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Foto Masjid Meledak Saat Salat Jumat, 50 Jemaah Meninggal Dunia

Sebuah foto yang diklaim masjid mengalami ledakan dan menyebabkan 50 anggota jemaah meninggal dunia beredar di media sosial.

Foto tersebut disebarkan situs biarglowing.blogspot.com dengan judul artikel "Innalillahi, Masjid Meledak Saat Waktu Sholat Jumat, Sebanyak 50 Jamaah Meninggal Dunia, Semoga Husnul Khotimah Aamiin".

Dalam foto tersebut, tampak bagian kubah sebuah masjid terbakar. Beberapa warga terlihat di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, terlihat juga asap hitam mengepul di lokasi kebakaran.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa masjid meledak saat salat hingga mengakibatkan 50 anggota jemaah meninggal dunia.

Benarkah foto tersebut menggambarkan masjid meledak dan mengakibatkan 50 anggota jemaah meninggal dunia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

2. WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa dan 500 Ribu Orang di AS Tewas karena Vaksin

Belakangan ini beredar informasi megenai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia karena divaksin.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 25 Oktober 2021. Dalam unggahnnya terdapat foto Reiner Fuellmich dan disertakan narasi sebagai berikut.

"INNALILLAHI....‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN".

Lalu, benarkah WHO mengakui Virus COVID-19 seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang di Amerika Serikat yang meninggal karena vaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

3. Kecelakaan LRT Jabodebek Telan Korban Jiwa

Beredar di media sosial postingan terkait kecelakaan LRT Jabodebek yang diklaim memakan korban jiwa. Postingan ini ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Postingan tersebut berisi ucapan teks belasungkawa kepada tiga korban kecelakaan LRT Jabodetabek. Dalam postingan juga disebutkan jabatan masing-masing korban.

Berikut narasi dalam postingan itu:

“Turut berduka untuk kecelakaan LRT Jabodetabek yang meninggal:

Masinis 1 org

Instruktur/Penyelia 1 Org

Balai Uji Sertifikasi 1 Org

Semuanya di kabin”

Lalu benarkah postingan yang mengklaim kecelakaan LRT Jabodetabek mengakibatkan korban jiwa? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

4. Informasi Promo Handphone dari JNE

Beredar informasi mengenai promo handphone dari perusahaan ekspedisi JNE. Informasi ini disebar oleh salah satu akun Facebook pada 22 Oktober 2021 lalu. Informasi tersebut disertakan foto bungkusan paket dan ditambahkan narasi sebagai berikut.

"Assalamualaikum,Mohon ijin teman facebook yang saya tandai dipostingan saya.

Selamat Sore teman"Nih lagi ada EVENT PROMO JNE Handphone Vivo V19 RAM8/ROM128 Seharga Rp1,000,000jt dan masih banyak Hp lainnya Awalnya sih saya ragu dan kurang percaya setelah saya coba untuk ikutan promonya dan mengikuti beberapa langkah"dari ADMIN SMARTPHONE NYA ternyata beneran amanah barang pesanan saya Vivo V19 sampai dalam waktu kurang lebih 2 hari ,Buat teman teman yang mau tau/ikutaan promonyaa hubungi langsung Wa adminnya 0895410240166 bilang aja mau daftar event promonya," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan salah satu akun Facebook telah 15 kali direspons dan mendapat 23 komentar dari warganet.

Benarkah ekspedisi JNE mengadakan promo handphone dengan harga terjangkau? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

5. Video PM India Kolaps Usai Sebut Islam adalah Racun

Beredar informasi terkait perdana Menteri India mengatakan "islam adalah racun" dalam pidatonya. Informasi dalam bentuk video ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 Oktober 2021.

Video yang berdurasi 58 detik itu juga memiliki narasi dalam video yang bertuliskan:

"perdana Menteri India dlm pidatonya mengatakan “islam adalah racun” Seketika itu juga Allah cabut ruhnya! Takbir!!"

Video tersebut sudah 1,9 ribu kali ditonton, 212 kali disukai dan mendapat 79 komentar dari warganet.

Lalu, benarkah Perdana Menteri India mengatakan "islam adalah racun" pada video tersebut? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

6. Video Rahim Buatan Ini Bisa Melahirkan Anak Tanpa Harus Mengandung

Cek Fakta Liputan6.com mendapati sebuah klaim video rahim buatan asal Tiongkok agar wanita tidak perlu mengandung untuk melahirkan anak.

Informasi klaim video rahim buatan asal Tiongkok agar wanita tidak perlu mengandung untuk melahirkan anak tersebut beredar lewat aplikasi percakapan Whatsapp.

Dalam video berdurasi 2 menit 4 detik tersebut, terdapat seorang laki-laki yang berbicara menggunakan bahasa Tiongkok dan disertai visualisasi teknologi rahim buatan.

Berikut keterangan yang tertera bersama dengan video:

"Tiongkok buat rahim buatan, kedepan tdk perlu wanita untuk hamil lg.Wanita atau pria yg ga mau nikah jg uda bs punya anak tinggal pesan yg pria pakai sperma mrk beli indung telur dan yg wanita pakai indung telur mereka beli sperma. Mau indung telur atau sperma artis tinggal pilih.

Pasangan gay jk mau punya anak tinggal pesan aja. Suami istri masa depan jg uda ga mau hamil ga mau repot susah2 hamil jika mau anak hanya pesan aja pakai indung telur dan sperma suami istri sendiri."

Benarkah klaim video rahim buatan asal Tiongkok agar wanita tidak perlu mengandung untuk melahirkan anak? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel