6 Hoaks yang Beredar Sepekan, dari Video Jenazah sampai Covid-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam isinya dan bentuknya, kondisi ini perlu diwaspadai agar kita tidak menjadi korban informasi palsu dengan meningkatkan literasi dan selektif saat mendapat informasi.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri informasi viral yang beredar dalam sepekan, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut hoaks yang beredar dalam sepekan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Video Jenazah Seorang Ulama di Lombok Hilang Saat Dikubur

Sebuah video yang diklaim jenazah seorang ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hilang saat dikubur beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Ahmad Tunggal pada 9 Agustus 2021.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang tengah memasukkan jenazah ke liang lahat. Video itu kemudian dikaitkan dengan hilangnya jenazah seorang ulama saat dikuburkan di Lombok.

"Jenazah seorang ulama di Lombok hilang saat diluangkan lahat,yang tinggal hanya kafannya kemarin hari Ahad 8 Agustus 2021," tulis akun Facebook Ahmad Tunggal.

Benarkah dalam video tersebut jenazah seorang ulama di Lombok, NTB hilang saat dikubur? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang diklaim jenazah seorang ulama di Lombok, NTB hilang saat dikubur ternyata tidak benar. Faktanya, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga almarhum kepada polisi bahwa jenazah masih ada di liang lahat dan dikebumikan dengan baik.

2. Informasi Lowongan Kerja PT INTI dari Akun Medsos

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official beredar di tengah masyarakat

Akun Instagram @ptinticareer.official memuat informasi tentang perusahaan PT INTI (Persero). termasuk lowongan kerja.

Informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi lowongan kerja PT INTI (Persero) dari akun Instagram @ptinticareer.official tidak benar.

PT INTI(Persero) menginformasikan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun media sosial yang membuka lowongan pekerjaan atas nama PT INTI (Persero) dengan modus penipuan.

3. Informasi Sinta Nuriyah Istri Gus Dur Meninggal Dunia pada 19 Agustus 2021

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Sinta Nuriyah istri Almarhum Gus Dur meninggal dunia pada 19 Agustus 2021. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi Sinta Nuriyah istri Gus Dur meninggal dunia pada 19 Agustus 2021:

"Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun.Telah berpulang ke Rahmatullah Ibu Hj Sinta Nuriyah, (istri Alm Gus Dur). Pada hari ini, Kamis 19 Agustus 2021 +/- Jam 11.30 WIB.

Semoga Almarhumah menghadap Sang Khaliq dengan husnul khotimah dan mendapatkan tempat yang se baik- baiknya nya di sisi Allah SWT. Aamiin YRA Al Fatihah🤲"

Benarkah informasi Sinta Nuriyah istri Gus Dur meninggal dunia pada 19 Agustus 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Sinta Nuriyah istri Gus Dur meninggal dunia pada 19 Agustus 2021 tidak benar.

Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur membantah kabar yang menyebut bahwa ibundanya Sinta Nuriyah meninggal dunia.

4. Informasi Kominfo Bagikan Kuota Internet 150 GB dari 17 sampai 31 Agustus

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membagikan kuota intenet 150 GB mulai 17-31 Agustus.

Informasi Kominfo bagikan kuota intenet 150 GB mulai 17-31 Agustus beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Berikut informasi tersebut:

"Dalam rangka memperingati HUT RI ke-76, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan operator jaringan seluler memberikan kuota data internet 150GB secara gratis mulai 17 Agustus hingga 31 Agustus. Menerima kondisi:1.Anda adalah warga negara Indonesia2.Nomor ponsel adalah operator jaringan Indonesia3.Isi ulang tidak valid setelah 31 Agustus

👉https://cutt.ly/gQBcQXZ"

Benarkah Informasi Kominfo bagikan kuota intenet 150 GB mulai 17-31 Agustus? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

5. Subsidi Pemerintah dari Pertamina Rp 189 Juta

Kabar tentang pemerintah membagikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Minggu 15 Agustus 2021.

Pesan berantai tersebut berisi pemberitahuan bahwa penerima mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp 189 juta dari Pertamina. Berikut isinya:

"Nomor Anda mndptkan

Subsidi Pemerintah

Rp.189.000.000

PIN PEMEN4NG; FF1178A

Info

WA ;

087747458068

Buka ;

s.id/pertamina-berkah68"

Benarkah pemerintah memberikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang pemerintah membagikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, pemerintah melalui Pertamina tidak pernah membagikan subsidi sebesar Rp 189 juta.

6. Madagaskar Keluar dari WHO Akibat Skandal Covid-19

Kabar tentang Madagaskar keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akibat skandal Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Minggu 16 Agustus 2021.

Berikut isi pesannya:

BREAKING: MADAGASKAR KELUAR DARI ORGANISASI KESEHATAN DUNIA ATAS Skandal COVID-19

Presiden Madagaskar, Andry Ranoelina, telah mengeluarkan negaranya dari Organisasi Kesehatan Dunia. Dia dengan marah berkata:

``Eropa menciptakan organisasi dengan keinginan agar orang Afrika tetap bergantung pada mereka.``

Afrika telah menemukan obat untuk melawan virus Corona tetapi Eropa menganggap mereka memiliki monopoli kecerdasan sehingga mereka menolak untuk mengakuinya.

``Mulai hari ini, kami tidak lagi menjadi anggota Organisasi Kesehatan Dunia.``

“WHO menawari saya 20 juta dolar untuk memasukkan sedikit racun ke dalam obat Covid-19 saya” – Presiden Madagaskar memaparkan WHO

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina diduga telah menyatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menawarinya $20.000.000 untuk menaruh sedikit racun dalam obat mereka untuk virus corona ketika orang Eropa meretas Obat mereka.

Andry Rajoelina mengatakan: ``Orang-orang waspada, Organisasi Kesehatan Dunia yang kami bergabung dengan berpikir bahwa itu akan membantu kami, ada untuk membunuh orang Afrika.``

“Negara saya Madagaskar telah menemukan obat untuk virus corona, tetapi orang-orang Eropa telah memberi tahu saya usulan $20.000.000 untuk memasukkan racun ke dalam obat ini untuk membunuh teman-teman Afrika saya yang akan menggunakannya. Saya meminta semua orang Afrika untuk tidak menggunakan vaksin coronavirus mereka, karena itu membunuh, datanglah ke Madagaskar Anda yang sakit, negara saya siap menerima Anda dengan antusias, obat kami warna kuning, jangan beli yang warna hijau, salah satu warna hijau berasal dari Eropa, orang Eropa meretas obat kami, mereka telah menaruh racun untuk membunuh hanya orang Afrika seperti yang mereka inginkan dengan vaksin yang kami protes.”

Dia menambahkan:``Tolong bagikan pesan ini karena ini mendesak, mereka meretas obat kami, saya ingin semua orang Afrika mengetahuinya, tolong jangan Anda simpan pesan ini, bagikan!” Dia menyimpulkan.

aobrempongnana.wordpress.com/2020/05/15/who-offered-me-20million-dollars-to-put-a-little-toxic-in-my-covid-19-remedy-madagascar-president-exposes-who

Otoritas yang bertanggung jawab atas CV19..adalah iblis!

Benarkah Madagaskar keluar dari WHO akibat skandal Covid-19? Berikut penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang Madagaskar keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akibat skandal Covid-19 ternyata tidak benar. Pemerintah Madagaskar tidak pernah mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari keanggotaan WHO.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

hoaks vaksin
hoaks vaksin

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel