6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalimantan Barat

Fikri Halim, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyerahkan enam jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kepada pihak keluarga korban di halaman VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu, 24 Januari 2021.

Enam jenazah yang dipulangkan dari Jakarta pada hari ini, di antaranya lima jenazah warga dari Kota Pontianak yaitu Toni Ismail, Ratih Windania, Yumna Fanisyatuzahra, Athar Rizki Riawan, dan Rahmawati.

Sedangkan satu jenazah warga Kabupaten Mempawah yaitu Muhammad Nur Kholifatul Amin yang diserahkan langsung kepada Bupati Mempawah, Erlina.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi pada korban. Dia berharap keluarga tetap tabah dan kuat.

“Kami Pemerintah Provinsi Kalbar menyampaikan turut berduka yang mendalam dan yakinlah kepada diri kita, almarhum dan almarhumah meninggal dalam keadaan syahid dan yakinlah korban akan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Sutarmidji.

Baca juga: Menhub Targetkan GeNose Dipakai di Stasiun KA Mulai 5 Februari

Ia mengingatkan, kepada pihak keluarga untuk tidak mengurus hak-hak ahli waris kepada pihak lain selain pihak Sriwijaya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh pihak korban.

“Sriwijaya sudah berkomitmen untuk mengurusnya secepat dan semudah mungkin. Jadi jangan ada lagi pihak-pihak yang menawarkan jasa dan sebagainya, khawatirnya justru menimbulkan masalah baru. Saya sudah bilang kalau pihak Sriwijaya supaya mengurusnya langsung pada ahli waris, dan ahli waris juga mengurusnya langsung kepada Sriwijaya,” ujarnya.

Pihak korban tidak perlu khawatir terhadap masalah administrasi, karena Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota akan membantu proses secepatnya.

“Masalah administrasi kelengkapannya yang dari pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi kita akan bantu secepat-cepatnya, seperti Akta kematian sudah langsung diserahkan oleh bupati dan tidak ada alasan untuk memperlambat,"katanya.

Seperti diketahui Tim DVI sudah berhasil mengidentifikasi 49 korban, yang artinya sudah 79 persen dari total penumpang Sriwijaya Air SJ-182 telah teridentifikasi.