6 Jenis Makanan Rendah Lemak yang Cocok Disantap Setelah Tarawih

Liputan6.com, Jakarta Setelah buka puasa pasti masih ada yang merasa porsi makannya kurang. Hal ini disebabkan karena setelah menahan haus dan lapar seharian, lambung menjadi lebih lambat mencerna makanan. Lantas ada yang ingin ngemil setelah salat tarawih, tetapi takut menyebabkan kegemukan. Nah, jenis camilan rendah lemak ini tidak akan membuat banyak kekhawatiran lagi. 

Kegemukan tidak akan terjadi jika kalori dalam tubuh tidak menumpuk. Kalori yang menumpuk inilah, yang nantinya berubah menjadi cadangan makanan dalam bentuk lemak. Lemak ini tersimpan di bawah kulit hingga menyebabkan kegemukan. Di sini pula pentingnya mengonsumsi jenis camilan rendah lemak.

Bahkan, jenis camilan rendah lemak ini juga akan sangat membantu upaya penurunan berat badan termasuk diet. Tetapi usahakan untuk tetap melakukan olahraga, agar berat badan ideal bisa lebih cepat didapatkan. Hal ini disebabkan karena asupan makanan dan olahraga saling berkaitan satu sama lain.

Berikut penjelasan mengenai jenis camilan rendah lemak yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (14/5/2020).

Legume

Kacang Merah (sumber: iStock)

Legume merupakan bahan makanan dari kacang-kacangan yang kaya nutrisi esensial. kacang-kacangan ini termasuk kacang merah, kacang polong, kacang hijau, kacang lentil, dan masih banyak lagi. Legume termasuk jenis camilan rendah lemak karena memiliki sumber serat dan protein cukup baik.

Camilan ini sangat cocok dikonsumsi bagi yang sedang menjalankan diet di bulan puasa, tetapi masih ingin mengonsumsi camilan pada malam harinya. Cara mengolahnya juga mudah, bisa menjadikannya bubur kacang hijau atau es kacang merah, dan masih banyak lagi lainnya. Namun, tetap perhatikan tambahan seperti gula, garam, dan tepungnya.

Buah Apel

Buah apel/Photo by Shelley Pauls on Unsplash

Buah apel ternyata termasuk jenis camilan rendah lemak yang bisa dikonsumsi di malam hari. Apel memiliki indeks kekenyangan makanan (satiety index) yang sangat tinggi. Jadi, jangan sungkan lagi untuk mengonsumsinya setelah buka puasa. Buah ini cukup mengenyangkan dan menyehatkan tentunya.

Buah apel ini mengandung pektin, yakni semacam serat larut yang secara alami dapat memperlambat sistem pencernaan. Bahkan, apel juga dapat membantu menghidrasi tubuh dengan baik karena ada lebih dari 85% kandungan air di dalamnya.

Cara mengonsumsi apel juga harus diperhatikan. Alih-alih mengolahnya menjadi jus, saus, dan salad justru akan lebih baik untuk mengonsumsinya secara langsung bersama kulitnya. Hal ini disebabkan karena buah apel yang dikonsumsi secara langsung mengandung 91 kalori lebih sedikit daripada saus apel dan jus apel dengan kandungan 150 kalori.

Buah Jeruk

Buah Jeruk/Photo by Monika Grabkowska on Unsplash

Buah jeruk memiliki banyak sekali kandungan pektin, yang dapat memperlambat sistem pencernaan dan menambah rasa kenyang. Sehingga tidak mengherankan jika buah ini termasuk jenis camilan rendah lemak, yang bisa dikonsumsi setelah buka puasa. Kandungan air dari buah jeruk ini juga cukup tinggi, yakni sekitar 87 persen air. Menurut sebuah penelitian, peserta obesitas yang mengonsumsi buah jeruk mengalami penurunan lebih signifikan daripada peserta yang diberi plasebo.

Kentang Rebus

Kentang Rebus/unsplash

Kentang rebus termasuk jenis camilan rendah lemak, meskipun sebagian besar orang menganggap kentang memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar, karena sebenarnya kentang sangat membantu upaya penurunan berat badan.

Kandungan vitamin, nutrisi, serat, serta jenis pati tahan cerna (pati resisten) inilah yang membuat kentang rebus bisa dijadikan camilan sehat. Jenis pati ini mengandung setengah kalori dari pati biasa dan bekerja seperti serat larut dalam sistem pencernaan. Jadi, tidak heran jika mengonsumsi kentang rebus justru akan membuat perut kenyang lebih lama.

Menurut sebuah penelitian dari 38 makanan pemuas rasa lapar, kentang rebus menduduki peringkat pertama. Tetapi, tetap perhatikan cara mengolah kentang ini, ya. Kentang harus tetap direbus dan bukan digoreng.

Telur Rebus

Telur Rebus/copyright shutterstock.com/PIMPAN

Telur rebus termasuk dalam jenis camilan rendah lemak yang menyehatkan. Hal ini disebabkan karena telur memiliki kandungan nutrisi penting dalam jumlah yang besar. Setengah kandungan protein dari telur ini bisa ditemukan pada kuning telurnya. Bahkan, telur juga termasuk sumber protein lengkap, yang mengandung sembilan asam amino esensial.

Sehingga tidak heran jika telur rebus termasuk camilan yang dapat mengenyangkan lebih lama. Jika dibandingkan dengan roti, telur rebus ini lebih sehat dikonsumsi karena kandungan kalorinya lebih rendah. Dan telur rebus juga dapat menurunkan indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan lebih banyak dibanding roti.

Popcorn

Popcorn/copyright: unsplash/charles

Popcorn termasuk jenis camilan rendah lemak karena memiliki kadar serat yang cukup tinggi. Sehingga camilan jenis biji-bijian ini akan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Sangat cocok dikonsumsi bagi yang ingin menurunkan berat badan di bulan Ramadan.

Namun, tetap perhatikan cara konsumsinya. Lebih baik untuk menghindari penggunaan mentega atau margarin, gula, lemak, dan garam dalam pembuatannya. Tentu saja agar kandungan kalori dan lemak dalam popcorn tetap rendah dan bisa dikonsumsi di malam hari.

Mengonsumsi jenis camilan rendah lemak ini dilakukan, sebagai upaya mencegah terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas. Jika asupan kalori berlebih tetap dibiarkan maka obesitas yang dialami juga dapat memicu datangnya penyakit lain seperti diabetes.