6 Jenis Minyak Zaitun dan Manfaatnya, Jangan Salah Pilih

Liputan6.com, Jakarta Minyak zaitun atau olive oil dikenal sebagai minyak super kaya manfaat. Minyak zaitun adalah minyak yang telah diekstraksi dari buah zaitun. Proses produksinya sangat sederhana. Untuk mendapatkan minyak zaitun, buah zaitun melalui proses penekanan untuk mengekstraksi minyaknya. 

Minyak zaitun digunakan untuk memasak, kosmetik, obat-obatan, sabun, dan perawatan kulit. Banyak penelitian telah melihat manfaat kesehatan dari minyak zaitun. Minyak ini kaya akan antioksidan, yang membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan radikal bebas.

Minyak zaitun ternyata dibagi ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis ini diklasifikasikan berdasarkan proses pembentukannya. Memilih jenis minyak zaitun yang tepat sangat penting. Dua jenis utama minyak zaitun adalah minyak zaitun murni dan olahan.

Jenis-jenis minyak zaitun ini juga menentukan kualitas yang dimiliki. Berbagai jenis ini juga memiliki kegunaan yang berbeda. Berikut 6 jenis minyak zaitun yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis(9/1/2020).

Extra Virgin Olive Oil

Extra Virgin Olive Oil (apronandsneakers.com)

Extra virgin olive oil dianggap sebagai jenis minyak zaitun paling sehat. Minyak ini dibuat dengan teknik cold-press. Proses membuat minyak zaitun extra virgin tidak mengubah sifat kimiawi dari zaitun atau minyak yang dihasilkan. Minyak ini diekstraksi menggunakan metode alami dan distandarisasi untuk kemurnian dan kualitas sensorik tertentu seperti rasa dan bau.

Minyak ini aman diminum langsung dan menawarkan sejumlah manfaat. Minyak zaitun yang benar-benar ekstra virgin memiliki rasa yang berbeda dan kaya akan antioksidan fenolik. Beberapa senyawa fenolik ini telah terbukti memiliki efek antioksidan pada manusia, khususnya mengurangi risiko aterosklerosis dan kanker, serta memberikan manfaat anti-inflamasi dan antimikroba.

Minyak zaitun extra virgin, biasanya digunakan sebagai dressing salad atau untuk perawatan tubuh, seperti kulit dan rambut. Minyak zaitun extra virgin tidak boleh digunakan untuk memasak dengan suhu tinggi karena dapat merusak nutrisi yang dikandungnya.

Virgin Olive Oil

Ilustrasi minyak zaitun (dok. Pexels.com/Putu Elmira)

Sama seperti Extra Virgin Olive Oil, minyak zaitun yang tergolong virgin tak mengalami proses pemurnian (unrefined). Minyak ini juga tidak mengalami pemanasan atau menggunakan bahan kimia. Secara kualitas, Virgin Olive Oil berada di bawah Extra Virgin Olive Oil.

Jenis minyak zaitun khusus ini juga tahan suhu. Dibandingkan dengan tipe extra virgin, Virgin Olive Oil ini memiliki rasa lebih ringan. Virgin Olive Oil cocok untuk keperluan memasak dengan api kecil. Sama seperti Extra Virgin Olive Oil minyak ini juga cocok untuk perawatan kulit.

Refined olive oil

Minyak Zaitun | unsplash.com

Jenis minyak zaitun ini diekstrak dari buah zaitun hitam dan matang. Di antara jenis-jenis lainnya, ia memiliki jumlah paling sedikit minyak zaitun murni karena telah melalui serangkaian proses penyulingan.

Jika minyak zaitun tidak memenuhi syarat untuk dijadikan Virgin Olive Oil atau Extra Virgin Olive Oil seperti yang ditentukan oleh tingkat keasamannya dan faktor lainnya, minyak tersebut dimurnikan untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak diinginkan.

Hasilnya adalah minyak hambar, hampir tidak berwarna yang dicampur dengan sejumlah kecil minyak zaitun untuk memberinya beberapa karakter zaitun. Minyak ini lebih cocok untuk memasak seperti menggoreng atau memanggang.

Pure Olive Oil

Menggoreng dengan Minyak Zaitun / Sumber: iStockphoto

Faktanya, Pure Olive Oil bukanlah benar-benar minyak zaitun murini. Minyak zaitun berlabel "Pure Olive Oil" atau hanya "minyak zaitun" biasanya adalah minyak zaitun olahan. Minyak ini biasanya adalah minyak zaitun olahan atau refined olive oil yang dicampur dengan minyak zaitun tipe extra virgin atau virgin. Minyak ini memiliki rasa yang lebih ringan dan warna yang lebih terang.

Metode pengolahan ini sering digunakan ketika kualitas ekstraksi tidak sebagus yang diharapkan. Untuk meningkatkan kualitas, minyak sulingan harus dicampur dengan yang lebih berkualitas, baik jenis minyak zaitun extra virgin atau virgin. Minyak yang ditambahkan akan memberikan jumlah vitamin E yang lebih tinggi dan rasa yang lebih baik. Minyak ini cocok digunakan untuk memasak makanan dalam suhu panas seperti deep fry.

Light olive oil

Light olive oil

Light olive oil tidak merujuk pada minyak zaitun yang rendah kalori. Sebaliknya, ini adalah istilah pemasaran yang digunakan untuk menggambarkan rasa minyak yang lebih ringan. Jenis tersebut diolah dengan pelarut dan panas tinggi untuk menghilangkan bau yang tak diinginkan.

Light olive oil adalah refined olive oil yang memiliki rasa netral dan titik asap yang lebih tinggi. Minyak ini dapat digunakan untuk memanggang, menumis, dan menggoreng.

Pomace Olive Oil

ilustrasi minyak zaitun/copyright By Iurii Stepanov (Shutterstock)

Jenis pomace adalah minyak zaitun kualitas terendah. Minyak ini diekstraksi dari residu yang tersisa setelah buah ditekan. Setelah buah zaitun dipres, mereka meninggalkan residu yang mengandung minyak dan air. Setelah air dan minyak dihilangkan, residu masih mengandung sejumlah minyak dan dapat diekstraksi.

Karena diekstraksi hanya dari residu, Virgin Olive Oil dicampur untuk membantu meningkatkan kualitas. Karena proses ini, Olive Pomace Oil adalah jenis yang paling murah di pasaran dan hanya cocok untuk memasak panas tinggi. Minyak ini juga kerap dijadikan campuran produk perawatan tubuh seperti krim, losion, atau kosmetik.